Menu
Selasa, 26 September 2017
| Sumber Foto:DISPEN LANTAMAL IX

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Kapal Selam TNI Ang­­katan Laut KRI Nanggala - 402 kelas U-209/1300 dipimpin, Mayor Laut (P) Yulius Azz Zae­nal, sandar di dermaga Irian Pang­kalan Utama TNI AL (Lantamal) IX/Ambon, Rabu.

Kapal buatan Jerman Barat itu, tiba dan sandar di Lantamal IX sekitar pukul 08.00 WIT untuk Bekal Ulang (Bekul) sebelum me­lak­­sanakan Operasi Siaga Tempur Perbatasan (Trisula) 2017 yang digelar Komando Arma­da RI Kawasan Timur (Koarmatim) di wilayah perairan yurisdiksi na­sio­nal, khususnya kawasan Indo­nesia timur.

Kehadiran KRI Nanggala - 402 disambut dengan pengawalan Tim East Fleet Quick Response-9 (EFQR-9) menggunakan Sea Rider mi­lik Satuan Keamanan Laut (Sat­kamla) Lantamal IX, mulai dari saat memasuki kawasan Teluk Am­bon hingga tiba di dermaga Irian Lantamal IX.

Komandan Lantamal IX/Am­bon Laksamana Pertama TNI Nur Singgih Prihartono mengatakan pe­ngawalan dan Bekul sudah men­jadi tugas pokok jajarannya. Ka­rena itu, pihaknya siap memberikan du­kungan logistik maupun adminis­trasi bagi unsur-unsur Koarmatim dan satuan operasional TNI AL lainnya, seperti KRI, pesawat udara (Pesud) dan marinir yang sedang melaksanakan kegiatan operasi di wilayah kerja Lantamal IX.

“Pengawalan dan Bekul sudah menjadi tugas pokok Lantamal IX yakni menyelenggarakan dukungan logistik maupun administrasi bagi unsur-unsur Koarmatim dan satuan operasional TNI AL lainnya yang sedang melaksanakan kegiatan ope­rasi,” Nur.

Menunggu Kapal Selam KRI Nanggala selesai Bekul hingga 19 Mei 2017, Komandan Lantamal IX mengizinkan masyarakat yang ingin mengunjungi dan melihat dari dekat kapal bernomor lambung 402 itu. Kapal Selam KRI Nanggala - 402 kelas U-209/1300 dibuat oleh Howaldtswerke, Kiel, Jerman Barat pada 1981.

Kapal selam ini tercatat yang kedua dalam jenis kelas cakra di bawah kendali satuan kapal selam Koarmatim dan KRI kedua yang menyandang nama Nanggala. Se­­dang­kan kapal pertama dalam je­nis kapal selam cakra adalah KRI Tjakra 401, satu dari 12 kapal selam kelas whiskey buatan Rusia yang di-scrap pada 1970-an.

Pada 2012, dikabarkan Ka­pal Selam KRI Nanggala - 402 te­lah diperbaiki secara menye­lu­ruh (overhaul and retrofit) se­la­ma 24 bulan di dermaga Dae­woo Shipbuilding & Marine Engi­neering, Okpo, Korea Selatan.

Kapal perang itu kembali mem­perkuat Armada TNI AL dengan sistem manajemen tempur dan ope­rasi kapal yang diperbarui me­makai sistem teknologi digital dari Norwegia. Dalam Operasi Tri­sula 2017 di wilayah perairan yuris­diksi nasional kawasan timur Indonesia, selain KRI Nanggala - 402, Koarmatim juga menggerakan Kapal Selam KRI Tjakra - 401.  (AN/KT)

Sumber : ANTARA
BERITA LAINNYA

Pelayanan Disdukcapil Ambon Lumpuh

Senin, 25 September 2017, 22:24 WIB

Bejat! Ayah Cabuli Anak Kandung

Senin, 25 September 2017, 22:21 WIB

Jaksa Siap Lidik Kades Kelang Asaude Dilapor

Senin, 25 September 2017, 22:19 WIB

Tim Tagop Klaim Rekomendasi Enam Parpol

Senin, 25 September 2017, 22:18 WIB

Truk Kontainer Seruduk Kabel Telkom

Senin, 25 September 2017, 22:17 WIB

Tahap II Remon Terhalang Izin Korwas

Senin, 25 September 2017, 22:15 WIB