Menu
Sabtu, 18 November 2017
Beberapa stand UKM yang ikut dalam Maluku Halal Festival Food 2017. | Sumber Foto:AYMC Maluku

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES).

Puncaknya, BI menggelar Maluku Halal Food Festival (MHFF) 2017 di Lapangan Merdeka Ambon, Minggu 29 Oktober 2017 yang didukung oleh Ambones Youth Moeslem Community (AYMC). MHFF 2017 diikuti 30 unit stand usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Ambon .

Hadirnya lembaga keuangan perbankan berbasis syariah menjadikan momen ini sebagai wadah edukasi masyarakat tentang produk-produk bank syariah, serta pandangan tentang kelebihan menabung di Bank Syariah.

“Festival Ekonomi Syariah ini digelar guna mengedukasi masyarakat Maluku tentang Ekonomi Syariah dengan prinsip 3F (Food, Finance, Fashion),” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Bambang Pramasudi.

Festival Ekonomi Syariah kata dia, bisa mengembangkan UKM di Maluku dan pengembangan wisata di Maluku, salah satunya memudahkan wisatawan mendapatkan jajanan halal.

Di Provinsi Maluku perkembangan ekonomi syariah masih perlu terus didorong, demikian juga potensi pariwisatanya yang sangat besar. Berdasarkan kajian BI, pariwisata adalah sektor pendorong pertumbuhan ekonomi baru, selain sektor-sektor seperti perikanan , pertanian dan perdagangan.

“BI Perwakilan Provinsi Maluku menyelenggarakan kegiatan ini dengan beberapa tujuan, antara lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong perilaku serta gaya hidup syariah,” ujarnya.

“Hari ini kita selenggarakan Maluku Halal Food Festival dalam rangka untuk mendorong salah satu dari tiga pilar tersebut yaitu food,” sambungnya.

Tujuan kedua adalah untuk mempromosikan makanan, minuman halal di Ambon dan Maluku yang merupakan produksi UMKM di daerah ini. “Yang terakhir tentunya diharapkan dapat meningkatkan industri pariwisata, sebab kami berharap semakin banyak unggulan produk makanan semakin banyak pintu masuk wisatawan ke Maluku,” kata Bambang.

Selain MHFF yang merupakan puncak pelaksanaan Pekan Ekonomi Syariah 2017, juga diisi dengan beberapa kegiatan lainnya. “Kegiatan itu di antaranya sosialisasi Sertifikasi Halal oleh LPPOM MUI Provinsi Maluku, sosialisasi Pegadaian Syariah, di samping sosialisasi Keuangan Syariah,” ujarnya.

Pada MHFF, LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku menggelar sosialisi bagaiamana mendapatkan sertifikasi halal bagi penggiat UKM di Maluku.

Beragam jenis jajanan menjadi buruan pengunjung. Nasi dan lauk hingga jajanan ringan seperti rujak natsepa ikut dalam ajang MHFF ini.

“Kami menyambut baik kegiatan ini, bahkan dalam sehari kegiatan produk Mie Titi dan Iwabah mampu meraup kentungan sekitar Rp.6,5 juta,” kata Ny. Yaa, salah satu penggiat UKM.

Selain menggelar bazar, MHFF dimeriahkan berbagai acara, seperti fashion show cilik, demo masak, pemeriksaan kulit gratis.

“Kami merasa bersyukur karena bisa melibatkan UKM kecil di Maluku dalam Maluku Halal Food Festival 2017. Dengan demikian diharapakan bisa menstimulasi  penggiat UKM yang kebanyakan dimotori oleh pemuda-pemudi di Maluku untuk mengembangkan perekonomian di Maluku,” kata Ketua Panitia, Iskandar Slamet yang juga salah satu pengurus AYMC. (RUZ)

BERITA LAINNYA

Mantan Kadis Infokom Disidang Berbelit-Belit

Rabu, 15 November 2017, 09:35 WIB

SU Pemain Proyek, Sebelum Tersandung Korupsi

Rabu, 15 November 2017, 00:47 WIB

PDIP Usung Pasangan "Kombinasi"

Rabu, 15 November 2017, 00:44 WIB

Informasi Tsunami, Warga MBD Mengungsi

Rabu, 15 November 2017, 00:42 WIB

Koruptor Kas Daerah SBB Dituntut Dua Tahun Bui

Rabu, 15 November 2017, 00:39 WIB

Haji Hayun TKBM Yos Sudarso Terancam Dilengserkan

Rabu, 15 November 2017, 00:38 WIB