Menu
Sabtu, 23 Juni 2018
IST

KABARTIMUR.co.id,AMBON- Masyarakat dihimbau tidak mengkonsumsi obat sembarangan. Sebab masih ada obat ilegal beredar di pasaran.
Sekretaris Kota Ambon, A.G Latuheru mengingatkan, jika masyarakat mengkonsumsi obat ilegal atau palsu, dampak yang ditimbulkan akan sangat berpengaruh terhadap tubuh.

Jika dikonsumsi, penyakit yang diderita bisa saja sembuh tapi secara bersamaan akan menimbulkan penyakit lain.

"Di Ambon hasil kerja sama kami dengan BPOM itu ada obat yang persis sama tapi ternyata itu obat palsu, ilegal. Itu yang kita jaga jangan sampai orang minum obat ilegal tidak lebih menyembuhkan tapi lebih membahayakan tubuh. Menyembuhkan satu penyakit yang dia alami tapi bisa menimbulkan penyakit lain kalau itu tidak cocok," ujarnya di Ambon, kemarin.

Karena itu, Latuheru mengajak masyarakat yang menderita suatu penyakit memeriksa kesehatannya ke dokter. Hal ini agar masyarakat bisa memperoleh penanganan yang tepat dan memperoleh obat yang sesuai sehingga penyakit yang diderita dapat sembuh dan tidak menimbulkan indikasi adanya penyakit lainnya.

"Jangan beli obat sembarangan, belilah obat harus dapat informasi dari dokter sudah tentu menggunakan resep supaya mendapat obat tepat dan mendapatkan petunjuk," ujar Latuheru.

Selain itu, dengan mengkonsumsi obat dari dokter dan mendapatkan petunjuk, akan meminimalisir terjadinya overdosis karena penggunaan obat yang berlebihan. "Jangan sampai kalau minum 1 belum sembuh lalu minum sekaligus banyak misalnya. Kan ada obat khusus yang tidak mesti dikonsumsi oleh semua orang," tambahnya.

Kementerian kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan menggelar pembekalan di Ambon kepada Apoteker, pihak RS dan beberapa organisasi kemasyarakatan. Tujuannya menginformasikan cara membeli dan mendapatkan obat yang baik dan benar.

Dia berharap masyarakat dapat lebih jeli dan teliti membeli dan mengkonsumsi obat. ìKonsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan yang tepat. Dan dapat meminimalisir penggunaan dan peredaran obat illegal,î imbaunya. (MG1)

BERITA LAINNYA

Desak BK “Adili’’ Huwae & RR

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Warga Debut Tewas Dibunuh

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB