Menu
Minggu, 24 Juni 2018
RUSADIADJIZ/KABARTIMUR

KABARTIMUR.co.id,AMBON - Gubernur Maluku Said Assagaff melantik dua pejabat eselon II di lingkup Pemerintahan Provinsi Maluku. Pelantikan bertempat di ruang kerja Gubernur Maluku, Jumat (24/11). 

Salah satu yang dilantik adalah Frona Koedoebun sebagai Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Provinsi Maluku. Sementara Husein Marasabessy yang sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Pembantu Wilayah I Provinsi Maluku, dilantik menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan menggantikan Frona Koedoebun.

Keduanya dilantik berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Maluku Nomor 284 Tahun 2017 tertanggal 24 November 2017 yang diperkuat oleh Surat Menteri Dalam Negeri Nomor: 821/7651/SJ tertanggal 23 Oktober 2017 yang ditandatangani Menetri dalam Negeri Tjahjo Kumolo. 

Surat keputusan itu menindaklanjuti surat Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Nomor 821.2/2657 tertanggal 28 September 2017 perihal permohonan persetujuan seleksi Jabatan Pimpinan Tnggi Pratama di lingkup Pemerintah Daerah Provinsi Maluku serta Surat Nomor B-2499/KASN/10/2017 dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tertanggal   6 Oktober 2017.

Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan pelantikan terhadap dua pejabat tersebut diharapkan dapat meningkatkan proses pelayanan terhadap proses penyelenggaraan pemerintahan.

Khusus untuk Kepala Dinas Kominfo yang baru dilantik, gubernur meminta dapat menyelesaikan berbagai masalah mendasar yang dihadapi masyarakat seperti masalah komunikasi yang berada di desa-desa terpencil.

“Tugas dari kepala Dinas Informatika, saya setiap saat ketika berkunjung ke desa-desa, masalah yang ditemui ada permintaan dari masyarakat desa yaitu minta listrik dan tower. Jadi ini tugas pemerintah, tugas kita untuk bisa sediakan komunikasi. Ada beberapa kecamatan yang memang harus punya tower,” ungkapnya.

Dia meminta kepada Dinas Kominfo memperhatikan masalah tersebut. Gubernur mencontohkan saat Rakerda di Kepulauan Aru, tepatnya di Desa Dai, ternyata masalah yang paling dihadapi disana adalah masalah komunikasi.

“Saya terpaksa harus kasi HP satelit ke kepala desa supaya bisa digunakan untuk hal-hal yang penting karena di sana belum ada jaringan telekomunikasi karena terlalu terpencil. Jadi tugas kepala dinas, ke depan buat penelitian kecamatan-kecamatan terpencil potensial yang butuh tower sehingga kita harus buat,” katanya.

Sementara pesan Gubernur kepada untuk Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Husein Marasabessy agar terus membangun koordinasi dengan aparat terkait dalam mensukseskan Pilkada Gubernur-Wakil Gubernur, Pilkada Kota Tual dan juga Kabupaten Maluku Tenggara tahun depan agar jangan sampai ada intervensi dari siapapun. “Saya harap bangun terus komunikasi dengan aparat terkait agar jangan sampai terjadi masalah-masalah yang dapat memperburuk suasana pilkada. Tidak ada intervensi-intervensi dari siapaun juga. Biarkan rakyat bergembira dalam memimpin pemimpin yang baru,” tandasnya. (RUZ)

BERITA LAINNYA

Desak BK “Adili’’ Huwae & RR

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Warga Debut Tewas Dibunuh

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB