Menu
Minggu, 24 Juni 2018
ILUSTRASI

KABARTIMUR.co.id,Ambon,  - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat pada bulan September 2017 jumlah penduduk miskin di Maluku sebanyak 320,42 ribu jiwa atau sebesar 18,29 persen.

“Dibandingkan dengan bulan Maret 2017 yang mencapai 320.51 ribu jiwa, ada penurunan sebesar 18,45 persen atau 90 jiwa. Sedangkan dari sisi persentase, tingkat kemiskinan di Maluku pada September 2017 juga mengalami penurunan sebesar 0,16 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Maluku, Dumangar Hutauruk, di Ambon, Selasa.

Peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan (GK), lanjutnya, jauh lebih besar dibandingkan dengan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan).

Dumangar mengatakan, pada periode Maret hingga September 2017 , indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan indeks keparahan kemiskinan (P2) menunjukan kecendrungan menurun. Ini mengindikasikan bahwa dalam periode tersebut rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin dekat di bawah garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga berkurang.

Tingkat kemiskinan penduduk miskin pada periode 2013-2017 menunjukan trend yang semakin menurun dari waktu ke waktu kecuali pada periode September 2014-Maret 2015 dan Maret 2016 - September 2016.

Namun bila dibadingkan antara periode Maret 2017 ke September 2017 terjadi penurunan presentase kemiskinannya sebesar 0,16 poin.

Dia mengatakan, dalam lima tahun terakhir (Maret 2013 - September 2017), presentase penduduk yang rata-rata pengeluaran per bulannya dibawah garis kemiskinan atau yang disebut sebagai penduduk miskin berkurang sebesar 1,20 poin.

“Apa bila dibedakan menurut daerahnya, jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan selama periode Maret 2013 sampai September 2017 meningkat sebanyak 4,41 ribu jiwa,” ujarnya.

Di daerah perkotaan, lanjutnya, pada periode yang sama jumlah penduduk miskin menunjukan sebanyak 0,03 ribu jiwa. Hal ini bisa terjadi karena memang jumlah penduduk baik di daerah perkotaan dan perdesaan seluruhnya meningkat dibandingkan tahun 2013.

Dumangar menhgatakan, dilihat dari segi presentase, penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2017 masih tinggi, yaitu sebesar 26,60 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan presentase penduduk miskin di daerah perkotaan yang hanya aebesar 6,58 persen.

Selama periode Maret 2013- September 2017 presentase penduduk miskin di perdesaan meningkat sebesar 0,26 poin sedangkan untuk daerah perkotaan terjadi penurunan sebesar 1,35 poin.

Dumangar menambahkan, pada September 2017 BPS Maluku mencatat jumlah penduduk miskin di Maluku sebanyak 320,42 ribu jiwa atau berkurang 90 jiwa dibandingkan pada bulan Maret 2017 sebanyak 320,51 ribu jiwa. Dari sisi presentase tingkat kemiskinan di Malukupada September 2017 (18,29 persen), lebih rtendah dibandingkan Maret 2017 yang tercatat serbesar 18,45 persen.

Sedangkan jika dibandingkan dengan keadaan September 2016, jumlah penduduk miskin di Maluku pada bulan September 2017 berkurang sekitar 11.370 jiwa atau 0,97 poin. (AN/KT)

Sumber : ANTARA
BERITA LAINNYA

Desak BK “Adili’’ Huwae & RR

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Warga Debut Tewas Dibunuh

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB