Menu
Kamis, 23 November 2017

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Asis­ten I Setda Maluku, Angelius Renyaan mengaku, kehadiran maskapai Garuda membawa dampak besar bagi pembangunan di daerah ini, khususnya disektor perhubungan udara.

‘’Sangat berdampak positif. Kami harap maskapai Garuda melayani rute sejumlah kabupaten didaerah ini,’’kata Renyaan yang mewakili Gubernur Maluku saat memberikan sambutan penerbangan Garuda dari Ambon-Kainama, Rabu kemarin.

Renyaan berharap,  jalur penerbangan Garuda di kabupaten/kota di Maluku bisa terwujud dalam waktu dekat. ‘‘Saya dengar dalam waktu dekat Garuda akan buka jalur Ambon-Dobo,’’sebutnya.

 Renyaan yang juga mantan Pejabat Bupati Aru itu mengaku, jika garuda terbang ke daerah itu akan berdampak positif bagi masyarakat setempat maupun maskapai penerbangan plat merah itu. “Ini hal yang sangat positif. Saya mantan penjabat Dobo. Dari semua kabupaten/kota di Maluku saya memperhatikan Dobo itu kargo cukup banyak. Disana hasil laut langsung diterbangkan ke Jawa,’’paparnya.

Vice Presiden PT. Garuda Indonesia domestik region IV, Sentot Mujiono mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung program pemerintah mengembangkan sektor ekonomi dan pariwisata di kawasan Indonesia Timur.

“Kita melakukan penerbangan perdana Ambon - Kaimana dan dilanjutkan ke Manokwari serta kembali lagi ke Ambon, selanjutnya Ambon - Kaimana - Nabire pada 13 April 2017, merupakan bagian pengembangan intra Maluku Papua,” katanya.

Penerbangan ini, lanjutnya merupakan satu dari beberapa rute Garuda yang sebelumnya telah melayani sejumlah  daerah di Maluku dan Papua seperti Langgur, Saumlaki, Ternate dan Sorong.

Penerbangan Ambon -Kaimana dilayani Senin - Sabtu, sedangkan rute Ambon -Manokwari dilayani setiap hari Senin, Rabu dan Jumat, serta rute Ambon - Nabire dilayani Selasa, Kamis dan Sabtu.

Wakil Ketua Komis V DPR - RI, Michael Wattimena mengatakan, pihaknya menyambut baik dan kehangatan penerbangan Garuda ke wilayah Papua Barat, karena rute ini telah lama didambakan masyarakat di kabupaten Kaimana dan Fak-Fak. “Rute ini diharapkan dan didambakan masyarakat,’’jelasnya.

Dia mengaku, selama ini begitu sulitnya masyarakat menikmati penerbangan. Wattimena yang juga anggota DPR dari Papua Barat mengaku, Kainama, Nabire  dan Fak-fak merupakan daerah pemilihanya. “Masyarakat yang mengantarkan saya dua periode,’’sebutnya.

Pembukaan rute ini, katanya, membantu akses transportasi masyarakat, karena selama ini hanya dilayani satu maskapai sehingga terkendala dengan harga tiket yang cukup tinggi. “Istilah yang selama ini dikenal masyarakat Papua Barat masuk mudah tetapi keluar sulit, karena terkendala armada serta harga tiket yang relatif tinggi. Jadi, hadirnya Garuda di daerah ini masyarakat bisa mendapatkan harga tiket yang kompetitif,” tegas Michael.

Dia mengkau, Bandara fak-far Runway tidak begitu panjang sehingga garuda belum membuka rute di daerah itu. “Namun teman-teman perhubungan dan Komisi V sementara  mendorong supaya bandara di fak-Fak akan diperpanjang dalam waktu dekat, sehingga penerbangan Garuda  bisa terbang kesana. Itu harapan masyarakat disana. Apalagi, destinasi parawisata di dua daerah itu tak kalah dari Raja Ampat,’’terangnya.

Bupati Kaimana, Matias Mairuma mengapresiasi pelayanan maskapai Garuda, karena penerbangan di Kainama semakin bertambah, menyusul dilayani Wings Air. “Sebelumnya manajemen Garuda menjadwalkan mulai 2 Mei 2017. Namun, kami meminta pada 12 April 2017 dan patut bersyukur maskapai nasional ini mulai melayani sekaligus menjadi kado ulang tahun Kabupaten Kaimana ke-14,” tandasnya.

Ia mengakui, Papua bukan hanya Jayapura, Biak, Timika dan Sorong tetapi Kaimana, karena potensi pariwisata dan perekonomian juga sangat menjanjikan.”Banyak investor yang mau datang kesini, tetapi mereka bertanya maskapai apa yang sudah beroperasi. Para investor menginginkan pelayanan yang aman dan nyaman, karena itu patut bersyukur karena Garuda mulai melayani dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Kainama,” ujar Mathias.

Sekedar tahu, penerbangan perdana rute Ambon - Kaimana dari bandara internasional Pattimura, Ambon, pukul 08.15 WIT. Penerbangan tersebut menggunakan pesawat jenis ATR72-600 dengan kapasitas 70 penumpang tiba di Kaimana “Kota Senja” Papua Barat pada pukul 09.40 WIT disambut oleh Pemkot dan masyarakat setempat.

Setelah mendarat di bandara Utarom penumpang dan awak pesawat disambut upacara adat Arguni dan tarian dari Irarutu yang dibawakan kaum laki-laki dan perempuan. Upacara adat merupakan ritual penyambutan bagi tamu yang datang ke Kaimana yakni proses melepaskan alas kaki dan menginjak tanah, serta menghisap tembakau yang dibakar oleh para tua adat. (KTM/AN)

BERITA LAINNYA

Kecermatan dalam Memilih Kata

Rabu, 22 November 2017, 01:24 WIB

3 Negara Lirik Pelabuhan Kontainer Tulehu-Waai

Rabu, 22 November 2017, 01:20 WIB

Bau Korupsi “Sampah” Terkuak di Pemkot Ambon

Rabu, 22 November 2017, 01:16 WIB

Ambon Disiapkan Jadi Sentra Ikan Hias Laut

Rabu, 22 November 2017, 01:12 WIB

Cemburu, Tukang Ojek Bakar Salon Waria

Rabu, 22 November 2017, 01:11 WIB

Jantje Ciptabudi Caretaker FISIP Unpatti

Rabu, 22 November 2017, 01:07 WIB