Menu
Sabtu, 24 Pebruari 2018

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Sebanyak 400 koperasi dari total 2.555 di Maluku dibekukan. Hingga kini ter­sisa 2.555 koperasi dari total sebelumnya 3.000 koperasi.

“Koperasi dari 3000 sudah kita tutup be­berapa. Sekarang sisa 2,555 koperasi. Namun yang pasti ada 400 koperasi yang kita bekukan sementara,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku, Syarief Bakrie Asyatri di kantornya, kemarin.

Ratusan 400 koperasi yang dibekukan itu Syarief menyebut merupakan koperasi masuk angin atau bermasalah, baik itu menyangkut masalah anggota maupun aset.

“Ini kita sebut koperasi masuk angin, kalau dia tidak jalan tentu ada persoalan. Pemerintah dalam hal ini posisinya bisa memberitahukan, kalau koperasi tidak baik maka dibekukan. Ada kewenangan itu di kita,” tegas dia.

Jika setelah dibekukan, kope­rasi-koperasi tersebut bisa bang­­kit kembali, maka hak-hak ang­­gota koperasi akan kembali di­pertim­bangkan untuk di update lagi. Pemerintah selaku pengawas dari koperasi-koperasi tidak serta merta langsung menutup koperasi-koperasi yang bermasalah itu. Hal ini mengingat koperasi merupakan peluang-peluang usaha.

“Tapi setelah dibekukan ada hak-hak anggota, nanti diatur. Ini yang sekarang kita lagi proses, karena ada koperasi yang ketika kita bubarkan entry masuk ke pusat, ternyata dia hidup lagi. Itu hak dia. Dan itu pemerintah tidak langsung tutup, itu peluang usaha. Kita akan verifikasi data. Kita tetap memberikan ruang pada usaha-usaha koperasi,” tandasnya. (RUZ)

BERITA LAINNYA

KPU Maluku “Bidik” Kelompok Marjinal

Jumat, 23 Pebruari 2018, 00:25 WIB

Oknum TNI Ngamuk di Bandara Pattimura

Jumat, 23 Pebruari 2018, 00:25 WIB

Yunus Serang “Diserang” Isu Dana Abadi

Jumat, 23 Pebruari 2018, 00:25 WIB

452 Pulau di Maluku Belum Miliki Nama

Jumat, 23 Pebruari 2018, 00:25 WIB

Idris Rolobessy: Ini Kriminalisasi!

Jumat, 23 Pebruari 2018, 00:25 WIB

Pembuat Ijazah Palsu Divonis 5 Tahun

Jumat, 23 Pebruari 2018, 00:25 WIB