Menu
Sabtu, 18 November 2017
default Caption

Prancis meraih hasil gemilang dalam laga ujicoba terakhir jelang keberangkatan mereka ke Brasil. Melawan Jamaika, Les Bleus berpesta delapan gol tanpa balas.

 

Pada laga yang dihelat di Stade Pierre-Mauroy, Senin (9/6) dinihari WIB, Prancis baru bisa membuka keunggulan di menit 17 lewat gol cantik Yohan Cabaye yang dihasilkan dari kerjasama 1-2 di kotak penalti dengan Olivier Giroud.

 

Sepakan kaki kiri Blaise Matuidi di menit 20 menggandakan keunggulan Prancis sebelum tendangan melengkung Karim Benzema di menit 37 membawa 'Tim Ayam Jantan' memimpin 3-0, yang bertahan hingga jeda

 

Di babak kedua Prancis kian trengginas dan menambah lima gol ke gawang Jamaika yang dikawal Jacomeno Barrett. Di menit 53 umpan tarik Benzema dituntaskan dengan sepakan keras Giroud dari jarak dekat.

 

Di menit 63 tembakan keras Benzema ke pojok kiri atas gawang tak bisa dibendung Barrett. Matuidi mencetak gol keduanya di menit 66.

 

Dua gol Prancis lainnya dibuat Antoine Griezmann di menit 77 dan 89 untuk tutup kemenangan telak Prancis 8-0 atas Jamaika.

 

Ini adalah laga pamungkas Prancis di sesi ujicoba sebelum mereka bertolak ke Brasil dan melakoni laga perdana Piala Dunia Grup F kontra Honduras 15 Juni mendatang.

 

Tidak Remehkan Grup E

 

Meski di atas kertas Timnas Prancis berada di grup ringan, yaitu Grup E bersama Swiss, Ekuador, dan Honduras, tapi Tim Ayam Jantan tersebut tidak berni meremehkan lawan-lawannya dalam duel nanti. Padahal dari tim-tim tersebut, cuma Swiss yang diprediksi akan memberi perlawanan alot untuk Prancis.

 

Peringkat FIFA teranyar, bisa menjadi indikasi di mana Swiss kini menempati posisi enam belas, Prancis peringkat 17, sedangkan Ekuador ada di posisi 26 dan Honduras di tangga ke-33.

 

Memang, Prancis setingkat di bawah Swiss. Tapi Swiss masih kalah kelas dari Prancis. Pasalnya Prancis sudah pernah jadi juara pada 1998 dan kemudian runner-up 2006.

 

Sedang hasil maksimal Swiss di Piala Dunia hanyalah tiga kali jadi perempatfinal, dengan kali terakhir dilakukan tahun 1954 lampau.

 

“Hasil undian bisa saja lebih buruk, tapi kami tahu kami tak boleh terlalu lupa daratan karena turnamen ini akan sulit,” ujar pemain tengah Prancis Yohan Cabaye.

 

TAK TAHU BANYAK

 

“Yang rumit adalah tim kami sejujurnya tak tahu banyak tentang Honduras dan Ekuador. Tapi kami punya banyak respek kepada mereka,” kata Yohan.

 

”Kami sangat percaya dengan kemampuan kami tapi kami harus tetap bermain dengan determinasi dan fokus besar, memperlihatkan performa sama seperti beberapa pertandingan terakhir kami.”

 

Yang terpenting, menurut dia, menghadapi laga pembuka lawan Honduras. Di atas kertas laga itu bisa dibilang mudah, tapi fakta di atas lapangan terkadang bisa berbeda.

 

“Kami sadar bahwa takkan ada yang berjalan dengan mudah,” bebernya. (web)

BERITA LAINNYA

Mantan Kadis Infokom Disidang Berbelit-Belit

Rabu, 15 November 2017, 09:35 WIB

SU Pemain Proyek, Sebelum Tersandung Korupsi

Rabu, 15 November 2017, 00:47 WIB

PDIP Usung Pasangan "Kombinasi"

Rabu, 15 November 2017, 00:44 WIB

Informasi Tsunami, Warga MBD Mengungsi

Rabu, 15 November 2017, 00:42 WIB

Koruptor Kas Daerah SBB Dituntut Dua Tahun Bui

Rabu, 15 November 2017, 00:39 WIB

Haji Hayun TKBM Yos Sudarso Terancam Dilengserkan

Rabu, 15 November 2017, 00:38 WIB