Menu
Rabu, 25 April 2018

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Selama Ramadhan dan menyam­but perayaan Idul Fitri 1438 Hijriah, Bank In­do­nesia (BI) Perwakilan Provinsi Maluku me­nyiapkan dana Rp1,4 triliun.

Jumlah uang tunai tersebut terdiri uang pe­cahan Rp100.000, Rp50.000, sebanyak Rp921 miliar dan uang pecahan kecil yakni Rp20.000 ke bawah sebanyak Rp472 miliar.

Jumlah uang tersebut dinilai cu­kup un­tuk kebutuhan masyarakat Ma­luku karena jum­lah tersebut di­ni­lai lebih tinggi dibanding realisasi 2016.

Ketua tim advisory dan pe­ngem­bangan ekonomi Bank Indo­nesia Kantor Perwakilan Pro­vinsi Ma­luku, Andy Setyo Biwado me­nga­ta­­kan, pihaknya juga telah me­nyiapkan Rp225 miliar uang disain baru tahun emisi 2016 yang terdiri dari uang pecahan besar senilai Rp150 miliar dan uang pecahan kecil Rp75 miliar.

“Dengan jumlah uang tersebut kami berharap masyarakat yang me­miliki uang disain baru semakin merata di seluruh Maluku,” kata Andy di Ambon, Rabu (7/6).

Untuk meningkatkan jangkauan penukaran uang, Bank Indonesia telah bekerja sama dengan 15 bank di Kota Ambon untuk melayani penu­karan uang pecahan kecil un­tuk masyarakat.

“Masyarakat dapat datang langsung ke loket-loket bank umum dengan jadwal yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Penukaran uang tidak terbatas hanya kepada nasabah bank yang bersangkutan, namun masyarakat yang bukan nasabah juga dapat menukar uang pecahan disain baru tanpa dikenakan biaya.

Jadwal penukaran di loket bank umum terhitung mulai hari Senin adalah Bank BTN, BANK Syariah, Mandiri, dan Bank Arta Graha, untuk hari Selasa dijadwalkan un­tuk Bank BRI, Danamon, Mayora dan Maumalat.

Untuk hari Rabu yakni Bank BPD Maluku/Maluku Utara, Maya­pada, Sinar Mas, Maybank. Hari Kamis yakni Bank Mandiri, BNI, Panin, Nobu, dan hari Jumat Bank BPD Maluku/Maluku Utara, dan Bank Maumalat.

Selama Ramadhan 2017, BI Ma­luku menambah layanan penu­ka­ran melalui kas keliling sebanyak dua hingga tiga dalam seminggu. Se­lain kas keliling yang sudah rutin dilak­sanakan setiap hari Kamis di Plaza Ambon, selama Ramadan 1438 H.

“Yakni kas keliling ke daerah sekitar seperti Desa liang, Tulehu, Wai­yame, Laha dan Passo, sedang­kan di luar Pulau Ambon kas keli­ling dilakukan hingga Masohi, Kabu­paten Maluku Tengah, Teho­ru, Banda, Lontor dan Bula,” ujar Andy.

Kegiatan ini, lanjutnya, biasa­nya dilakukan di pusat-pusat kera­maian, seperti pasar dan terminal, dalam hal ini, BI Maluku tidak melayani penukaran untuk masya­rakat secara langsung. (RUZ)

BERITA LAINNYA

Bendera RMS Ditemukan di Pantai Hulaliu

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Tim Reskrimsus Geledah Kantor Bupati Buru

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Hari Ini KPU Tetapkan DPT Pilgub

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Divonis 5 Tahun, Narapidana Dirawat di RSJ

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Bos “Remaja Indah” Dihukum Bayar Pesangon

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Ini Tiga Kabupaten Penunggak Raskin Terbesar

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB