Menu
Selasa, 12 Desember 2017
| Sumber Foto:IST

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Maluku merupakan salah satu provinsi menjadi penyumbang pangan nasional di sektor perikanan.

Rata-rata 30 sampai 40 persen dari total data hasil perikanan nasional disumbangkan oleh Maluku.

Data Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Ambon, pada Januari-September 2016, dan periode yang sama di tahun 2017, ekspor hasil perikanan Maluku didominasi oleh ikan tuna, udang dan kerapu.

Kepala Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Ambon, Hamzah merinci hasil rata-rata ketiga komoditi tersebut pada tahun 2016, ekspor ikan tuna mencapai 643.422,85 Kg dengan nilai ekspor 2.589.657,11 USD.

Ekspor udang mencapai 1.806.495,00 Kg dengan nilai ekspor 9367.011,11 USD, dan ekspor ikan kerapu mencapai 8.857,06 Kg dengan nilai ekspor 39.364,71 USD.

Untuk ekspor tahun 2017, ekspor ikan tuna meningkat menjadi 647.077, 22 Kg dengan nilai ekspor 3.335.215, 21 USD. Ekspor udang mencapai 273.015,90 Kg dengan nilai ekspor 1.415.638,00 USD, dan kerapu mencapai 52.761, 68 Kg dengan nilai ekspor 312.661,33 USD.

Negara tujuan ekspor adalah Amerika Serikat, Vietnam, China, Jepang dan Hongkong, dengan frekuensi eksportasi 53 kali pada periode Januari sampai September 2016. ìPada periode yang sama di tahun ini didominasi oleh ikan tuna," kata Hamzah dalam keterangan pers yang terima Kabar Timur, Rabu (11/10).

Jika dibandingkan ekspor antara tahun 2016 dan 2017, peningkatan pada jenis ikan tuna dan kerapu. "Itu artinya, bahwa geliat kegiatan ekspor hasil perikanan di Maluku memang ada sesuai data dan hasil uji laboratorium di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Ambon," jelasnya.

Meskipun penarikan Pajak Ekspor Barang (PEB) dari instansi terkait dilakukan di luar provinsi Maluku, diharapakan ke depan perlu direct eksport hasil perikanan langsung melalui pelabuhan Ambon. "Hal ini perlu terlaksana supaya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Maluku,î ujar Hamzah.

Sementara untuk lalu-lintas domestik di dalam negeri yang merupakan bahan baku untuk komoditas ekspor, diakui Hamzah meningkat cukup signifikan. ìKita ambil contoh ikan tuna dari tahun 2016 sampai 2017, pada periode bulan Januari sampai September mengalami peningkatan sebesar 1.621.656,80 Kg, dengan nilai Rp.97.299.408.00,00 (asumsi harga lokal) dan 902 kali frekuensi tahun 2016 dan 4.543.181.,00 Kg, dengan nilai Rp.318.022.670.000,00 dan 1.726 kali frekuensi tahun 2017,î pungkasnya. (RUZ)

BERITA LAINNYA

Yayasan Darusallam Menggugat Menristek

Selasa, 12 Desember 2017, 11:26 WIB

Gerindra Diminta Tidak “Maraju” Tinggalkan MI

Selasa, 12 Desember 2017, 11:17 WIB

Sahran Umasugi Cs Bakal Diperiksa Lagi

Selasa, 12 Desember 2017, 11:13 WIB

Sidang Pasangan “HEBAT” Berlanjut

Selasa, 12 Desember 2017, 11:08 WIB

Penumpang Pesawat Batik Air Tewas Saat Mengudara

Selasa, 12 Desember 2017, 11:01 WIB

APBD Disahkan di Hari Libur, DPRD Protes

Selasa, 12 Desember 2017, 10:55 WIB