Menu
Sabtu, 18 November 2017
| Sumber Foto:IST

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku terus melakukan upaya agar peredaran uang palsu dapat dihentikan. Dengan pengamanan dan pengawasan tiap tahun, BI terus mengupayakan agar uang palsu tidak beredar luas di masyarakat.

Pengawasan uang palsu menjadi prioritas BI yang terus dimaksimalkan. Meskipun uang rupiah edisi terbaru telah dilengkapi sistem keamanan pada lembaran uang kertas, tetap saja masih upaya-upaya pelanggaran oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mengedarkan uang palsu ke masyarakat.

Terbaru, polemik uang pecahan Rp 100 ribu yang terdapat gambar Pulau Raja Ampat di Sorong, Papua Barat dengan tulisan aslinya "Raja Ampat", tetapi pada uang palsu tulisan tersebut bertuliskan "Raja Empat". Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Perwakilan BI Maluku, Bambang Pramasudi mengatakan, sejauh ini belum ada pengaduan dari masyarakat maupun perbanka dan kepolisian di Maluku terkait uang palsu tersebut.

"Terkait uang palsu, misalnya pecahan Rp 100 ribu itu, memang belum ditemukan sampai saat ini. Tapi kami tetap antisipasi," ujar Bambang di Ambon, kemarin.

Selama ini, kata Bambang, BI dengan berbagai pihak sudah melakukan kerja sama dalam pengawasan terhadap peredaran uang palsu. Namun tidak dipungkiri kerja sama itu belum terjadwal dengan baik sehingga akan dijadwalkan ulang agar semakin optimal. ìKami selama ini sudah bekerjasama dalam berbagi hal, sehingga pengawasan peredaran uang palsu dimaksimalkan," ujarnya.

Meski begitu, dipastikan BI akan terus melakukan pengawasan secara ketat sebagai langkah antisipasi terhadap peredaran uang palsu. "Tahun ini memang belum ada kasus. Namun kami akan terus meningkatkan pengawasan. Dan diharapkan masyarakat juga lebih teliti, serta memahami ciri-ciri keaslian uang," tandasnya. (RUZ)

BERITA LAINNYA

Mantan Kadis Infokom Disidang Berbelit-Belit

Rabu, 15 November 2017, 09:35 WIB

SU Pemain Proyek, Sebelum Tersandung Korupsi

Rabu, 15 November 2017, 00:47 WIB

PDIP Usung Pasangan "Kombinasi"

Rabu, 15 November 2017, 00:44 WIB

Informasi Tsunami, Warga MBD Mengungsi

Rabu, 15 November 2017, 00:42 WIB

Koruptor Kas Daerah SBB Dituntut Dua Tahun Bui

Rabu, 15 November 2017, 00:39 WIB

Haji Hayun TKBM Yos Sudarso Terancam Dilengserkan

Rabu, 15 November 2017, 00:38 WIB