Menu
Selasa, 12 Desember 2017
Ilustrasi penembakan

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Penyidikan kasus penembakan di depan Penginapan Rejeki 3, kawasan Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, mengungkap fakta baru.

Angga Faisal Udin, penembak Maryam Makatita itu ternyata beraksi lebih dari sekali. Karyawati salah satu toko di pusat perbelanjaan Ambon Plaza (Amplaz), itu ditembak pelaku menggunakan senapan angin pada 3 Oktober 2017.

Pemuda 18 tahun itu ternyata juga menembak Hajar Wati, Warga Soabali Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon. Wanita 19 tahun ini ditembak mengenai leher saat melintas di lorong Gedung Puskud Jalan AY. Patty Ambon, tiga hari sebelum tersangka menembak Maryam Makatita.

"Tersangka ini sebelumnya juga menembak seorang wanita. Namanya Hajar Wati. Korban sudah lapor ke kami," kata Kepala Satreskrim Polres Ambon, AKP Teddy, Kamis (12/10).

Tersangka menembak Wati menggunakan senapan angin dengan jenis yang sama yang digunakan untuk menembak Maryam. Beruntung, saat mengenai leher korban, peluru yang keluar dari laras senapan merek Sharp kaliber 4,5 mm tidak menembus leher korban.

"Peluru mengenai leher korban. Walaupun tidak tembus, tapi korban merintih kesakitan," ujarnya.

Kasus ini terkuak setelah tersangka diamankan setelah menembak Maryam. Korban menduga tersangka adalah pelaku penembakan yang sama terhadap dirinya.

"Saat mengetahui tersangka sudah ditemukan, korban datang melaporkan kasus serupa yang dialaminya tanggal 9 Oktober lalu. Nomor polisi LP/590/X/2017/Maluku/Res Ambon," jelasnya.

Tindakan tersangka, kata mantan Kasat Reskrim Polres MTB ini dilakukan secara terencana. "Penembakan atas dasar kesengajaan. Dia terancam 5 tahun penjara, dikenakan Pasal 351 ayat 2 junto Pasal 360 ayat 2 KUHPidana," jelasnya.

Tersangka menyerahkan diri setelah polisi berhasil menemukan saksi yang merupakan temannya. "Saat kami periksa temannya, tersangka ketakutan dan datang menyerahkan diri," katanya.

Saat diperiksa, tersangka mengaku senapan angin miliknya telah dibuang ke tempat sampah. Polisi yang tidak percaya melakukan interogasi mendalam. "Ternyata senapan disimpan didalam lemari tempat kerjanya," tandasnya. (CR1)

BERITA LAINNYA

Yayasan Darusallam Menggugat Menristek

Selasa, 12 Desember 2017, 11:26 WIB

Gerindra Diminta Tidak “Maraju” Tinggalkan MI

Selasa, 12 Desember 2017, 11:17 WIB

Sahran Umasugi Cs Bakal Diperiksa Lagi

Selasa, 12 Desember 2017, 11:13 WIB

Sidang Pasangan “HEBAT” Berlanjut

Selasa, 12 Desember 2017, 11:08 WIB

Penumpang Pesawat Batik Air Tewas Saat Mengudara

Selasa, 12 Desember 2017, 11:01 WIB

APBD Disahkan di Hari Libur, DPRD Protes

Selasa, 12 Desember 2017, 10:55 WIB