Menu
Minggu, 19 November 2017
Ilustrasi | Sumber Foto:IST

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Ferman Lesiela, warga Negeri Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon, tewas mengenaskan. Tulang leher pria 26 tahun ini patah dan dahi kirinya robek.

KECELAKAAN lalu lintas tunggal yang merenggut nyawa Lesiela terjadi, Sabtu (28/10), pukul 15.15 WIT.

Karyawan swasta itu menabrak pembatas jembatan Wailela, Desa Rumah Tiga Kecamatan Teluk Ambon.

Pengendara sepeda motor Yamaha Fino itu diduga mabuk hingga tak mampu menunggangi motor DE 2481 NI.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKP Muhammad Bambang Surya Wiharga mengatakan, kecelakaan lalu lintas tunggal ini berawal ketika korban bergerak dengan kecepatan tinggi dari arah Desa Wayame hendak melintasi Jembatan Merah Putih.

Di tengah perjalanan atau tepat di tempat kejadian perkara (TKP), ajal datang menghampirinya. Mengendarai kendaraan dipengaruh minuman keras, diduga membuat korban tidak fokus mengendalikan motor matic itu.

“Kecelakan lalu lintas terjadi karena korban telah dipengaruhi minuman beralkohol, sehingga tidak dapat mengontrol motornya,” kata Bambang, Minggu (29/10). Perwira tiga balak ini mengatakan, korban menghembuskan nafas terakhir di TKP. “Korban meninggal dunia di TKP. Lehernya patah dan luka robek di dahi kiri,” jelasnya.

Pasca kecelakaan maut itu, korban dilarikan menuju rumah sakit Bhayangkara Polda Maluku di Tantui Ambon. Sepeda motor korban diamankan di Polsek Teluk Ambon. “Motor korban diamankan di Polsek Teluk Ambon. Korban telah berada di rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan,” tandasnya. (CR1)

BERITA LAINNYA

Mantan Kadis Infokom Disidang Berbelit-Belit

Rabu, 15 November 2017, 09:35 WIB

SU Pemain Proyek, Sebelum Tersandung Korupsi

Rabu, 15 November 2017, 00:47 WIB

PDIP Usung Pasangan "Kombinasi"

Rabu, 15 November 2017, 00:44 WIB

Informasi Tsunami, Warga MBD Mengungsi

Rabu, 15 November 2017, 00:42 WIB

Koruptor Kas Daerah SBB Dituntut Dua Tahun Bui

Rabu, 15 November 2017, 00:39 WIB

Haji Hayun TKBM Yos Sudarso Terancam Dilengserkan

Rabu, 15 November 2017, 00:38 WIB