Menu
Sabtu, 23 Juni 2018
Ilustrasi

KABARTIMUR.co.id,AMBON- Setelah dinyatakan lengkap oleh polisi, berkas perkara Buang Papilaya, tersangka kasus perkosaan bocah 8 tahun, anak kandungnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Ambon, Jumat (3/11).

Penyerahan berkas perkara tahap I ini dilakukan setelah penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, mengantongi hasil visum dari Rumah Sakit (RS) Sumber Hidup (GPM), tempat bocah itu dirawat.

"Berkas tersangka kasus perkosaan terhadap anak kandungnya sudah tahap satu (penyerahan berkas dari penyidik kepolisian kepada jaksa penuntut umum),î kata Kasatresktim Polres Ambon AKP Teddy, kemarin.

Penyidik sedikit kewalahan dengan satu alat bukti visum dari dokter RS M. Haulussy Ambon. Dokter belum menyerahkan hasil visum.

Entah mengapa, kata mantan Kasat Reskrim Polres MTB ini, pihak RS Haulussy belum mau memberikan hasil visum korban kepada penyidik kepolisian. Padahal, alat bukti itu sangat penting dalam prosedur hukum. "Belum ada kejelasan dari pihak rumah sakit. Kita telah berulang kali berkoordinasi namun tidak direspon," pungkasnya.

Untuk diketahui, Buang Papilaya, warga penghuni kamar kos di kawasan Kadewatan Kecamatan Sirimau Kota Ambon, meringkuk di rumah tahanan Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, tanggal 24 Oktober 2017.

Pria bejat 49 tahun ini diduga memerkosa JP, darah dagingnya sendiri hingga bersimbah darah pada organ vitalnya, tanggal 17 Oktober lalu.

Usai memerkosa, ayah bejat itu di rumahnya, menelantarkan putri kandungnya di depan Bank BCA Jalan Pantai Mardika, Kecamatan Sirimau Ambon.

BP yang berprofesi sebagai tukang becak ini dijerat dengan pasal berlapis. Ia terancam hukuman kurungan 20 tahun penjara.

Tersangka dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak nomor 35 tahun 2014, Pasal 81 dan 82 tentang Persetubuhan dan Pencabulan terhadap anak dibawa umur, Junto Pasal 287 dan atau Pasal 64 KUHPidana. (CR1)

BERITA LAINNYA

Desak BK “Adili’’ Huwae & RR

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Warga Debut Tewas Dibunuh

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB