Menu
Sabtu, 23 Juni 2018
Ilustrasi

KABARTIMUR.co.id,AMBON- Kepolisian Sektor (Polsek) Teluk Ambon resmi menyerahkan La Elo, pengemudi speedboad Kota Jawa yang terbalik bersama 14 penumpang di perairan Laut Teluk Ambon tiga hari lalu, kepada penyidik Direktorat Polair Polda Maluku.

Kepala Polsek Teluk Ambon Iptu Megawati Maruanaya mengatakan, penyerahan warga Desa Rumah Tiga Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, itu karena kasus kecelakaan laut tersebut merupakan wewenang penyidik Ditpolair.

“Pelaku (pengemudi speed) sudah kami serahkan bersama baket (bahan keterangan) awal terkait kasus laka laut kepada penyidik Ditpolair kemarin,” kata Mega kepada Kabar Timur via selulernya, Minggu (19/11).

Ia mengatakan, pengemudi speedboad yang bertanggungjawab atas kejadian itu. Tapi apakah nanti dinyatakan bersalah sesuai dengan sejumlah bukti dan keterangan saksi tergantung penyelidikan yang dilakukan penyidik Polair. “Kita hanya membantu mengevakuasi. Selanjutnya langsung saja ke penyidik ditpolair,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kabar Timur belum berhasil mengkonfirmasi proses penyelidikan kasus kecelakaan laut itu dari penyidik Ditpolair Polda Maluku.

Untuk diketahui sebelumnya, sekitar seratus meter baru akan merapat di pangkalan, gelombang besar menghantam lambung body speedboat dan tenggelam. Dua dari 14 penumpang kritis langsung dirujuk untuk mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa naas itu, terjadi pada, Jumat, pukul 15.00.WIT. Speedboat yang dikemudikan La Elo, warga Desa Rumah Tiga, tenggelam bersama 14 penumpang dari Dermaga Pasar Mardika, Kota Ambon. Ke-14 penumpang tersebut terdiri dari mahasiswa Unpatti, Politeknik dan dosen.

“Tidak ada korban jiwa dari kecelakaan tenggelamnya speedboat itu. Semua penumpang selamat langsung kami bawa ke Puskesmas Rumah Tiga untuk menjalani perawatan medis,” kata Kapolsek Teluk Ambon, Iptu Megawati Maruanaya.

Sedangkan, dua penumpang lainnya, lanjut dia, langusng dirujuk ke Rumah Sakit Bahayangkara Polda Maluku di Tantui, untuk mendapatkan perawatan lanjutan. “Dua penumpang lainnya kita rujuk ke RS Bhayangkara di Tantui,” bebernya.

Ia mengatakan, speedboat mengangkut 14 penumpang dan satu pengemudi. “Saat ini pengemudi speedboat tersebut telah diamankan dan dalam pemeriksaan kami. Pemeriksaan itu untuk mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan tersebut,” paparnya.

Keterangan sementara yang diperoleh dari pengemudi speedboat dan sejumlah penumpang, kecelakaan itu terjadi setelah speedboat dihantam gelombang tinggi. “Kronologis kecelakaan pengemudi akan mengalihkan body speedboad dari gelombang, tetapi saat akan menghindar posisi kapal terbalik,” katanya.

Dua penumpang yang dirujuk ke RS Bhayangkara kritis. “Korban kritis, karena tidak bisa renang saat  speedboat terbalik korban banyak minum air,” ungkap sejumlah saksi mata di TKP, kepada Kabar Timur, kemarin.

Dua korban kritis sebelumnya mendapat pertolongan di Puskesmas Desa Rumah Tiga Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon Tamara Patalatu, mahasiswa FISIP Unpatti dan Fredrik Jonas, Dosen PSDKO Unpatti Ambon.

Kronologis menurut warga, speedboat pengemudi La Elo yang berusia 41 tahun ini tidak mampu mengendalikan haluan setelah dihantam ombak besar dan angin.  “Saat ombak menghantam, penumpang panik. Mereka semua bergerak panik dan speedboat kembali dihantam ombak dan terbalik,” ceriata salah satu penumpang speedboat itu.

Beruntung terbaliknya speedboat itu hanya berjarak dekat dengan pangkalan speedbot Kota Jawa. Warga yang berada di daerah itu langusng beramai-ramai melakukan pertolongan kepada penumpang. (CR1/RUZ)

BERITA LAINNYA

Desak BK “Adili’’ Huwae & RR

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Warga Debut Tewas Dibunuh

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB