Menu
Kamis, 23 November 2017

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Pelarian Rendi Kakilete, berakhir. Pembantai Pratu Ansar Kurniawan, anggota Satgas TNI BKO itu dibekuk tim gabungan di lokasi persembunyian.

WARGA Dusun Marehunu, Negeri Latea, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah itu diringkus di lokasi persembunyiannya, Selasa (21/3), pukul 06.00 WIT.

Setelah menghabisi anggota Yonif 726/Tamalatea, Kodam Wirabuana, Jumat (17/3), residivis kasus pembunuhan itu kabur dari kampungnya.

Pelaku kabur dan bersembunyi di hutan di Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Lokasi persembunyian pelaku berbatasan dengan wilayah Kabupaten Maluku Tengah.

“Sudah ditangkap tadi (kemarin) pukul 06.00 WIT di dalam hutan di daerah perbatasan antara Taniwel Timur dan Maluku Tengah,” kata Kepala Polres Maluku Tengah AKBP Harley Silalahi kepada Kabar Timur, kemarin.

Setelah membunuh korban dengan sebilah pisau, pelaku yang terkenal “ganas” di kampungnya itu, kabur. Keberadaan pelaku, awalnya sulit dideteksi tim Buru Sergap bentukan Polres Malteng. Hari ketiga pencarian, pasca kematian korban, keberadaan pelaku mulai terlacak polisi yang dibantu anggota TNI.

Setelah mengantongi informasi keberadaan pelaku, tim gabungan bergerak menuju Kecamatan Taniwel. Persembunyian pelaku di sebuah hutan di Taniwel terlacak tim gabungan TNI/Polri.

Sebelum penangkapan tim gabungan bersenjata lengkap itu mengepung hutan tersebut. Hari ke-empat perburuan pelaku tim gabungan akhirnya berhasil menangkap buruannya itu tanpa perlawanan. Setelah dibekuk, pelaku rencananya akan digiring ke Ditreskrimum Polda Maluku untuk menjalani proses penyidikan. Penggerebekan dan penangkapan pelaku melibatkan anggota Polsek Taniwel Timur, Mapolres SBB.

Informasi yang dihimpun Kabar Timur, sebelum berhasil membekuk pelaku, selama tiga hari tim gabungan menyisir sejumlah wilayah di Pulau Seram untuk melacak keberadaan pelaku. Tak mengenal lelah, siang dan malam, tim gabungan “mengobok-obok” sejumlah lokasi yang diduga dijadikan tempat persembunyian pelaku. “Keberadaan pelaku diketahui dari hasil pengembangan polisi, dibantu informasi dari masyarakat,” kata sumber Kabar Timur, kemarin.

ANCAM DIHABISI
Keberhasilan tim gabungan menangkap pelaku di lokasi persembunyian menjadi kabar gembira bagi anggota Yonif 726/Tamalatea, Kodam Wirabuana.

Rekan-rekan korban yang marah mencoba membuat perhitungan dengan pelaku. Anggota Satgas BKO dari Yonif 726/Tamalatea yang dipenuhi dendam kesumat, ingin menuntut balas atas kematian kematian korban. Mereka marah dan ingin menghabisi pelaku tanpa melalui proses hukum.

Kemarahan pasukan “loreng” ini memusingkan tim gabungan yang berhasil menangkap pelaku. Informasi beredar, sejumlah rekan korban sedang menanti kedatangan pelaku di kota Piru, SBB.

Khawatir dengan informasi tersebut, tim gabungan yang membawa pelaku keluar dari hutan tempat persembunyiannya menuju Mapolres SBB dikawal super ketat sekitar 20 aparat gabungan TNI/Polri. “Pelaku sudah berada di tangan polisi, keselamatannya harus dijaga. Kalau tidak, (jika pelaku dihabisi rekan korban), nanti polisi yang akan disalahkan, dituduh melanggar HAM,” kata sumber.

Kasus ini akan ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku. “Nanti penangannya di Polda Maluku,” ujar sumber.

Sebelumnya Kepala Penerangan Kodam XVI Pattimura, Kolonel Muhamad Hasyim Lalhakim mengatakan terkait kasus itu pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya penanganannya kepada kepolisian.

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo juga telah mengimbau kepada semua prajurit agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan kontraproduktif yang dapat merugikan institusi TNI maupun merugikan diri pribadi setiap prajurit.

“Pesan Panglima jangan sampai ada prajurit yang melakukan tindakan yang kontraproduktif, itu tidak boleh, harus tetap tenang harus waspada,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Pratu Ansar Kurniawan tewas ditikam di bagian dada saat melerai pertengkaran warga di dusun Marehunu, Kecamatan Seram Utara.

Anggota TNI BKO itu di pos V SSK 1 Desa Latea. Sebelum kejadian, korban diperintahklan oleh komandan mereka untuk menyelesaikan pertengkaran di dusun tersebut.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Pasanea untuk menjalani perawatan medis, namun luka parah yang dideritanya, nyawa korban tak tertolong.

Jenazah Pratu Ansar telah dimakamkan di kampung halamannya, Desa Pattololan, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar.

Kematian Pratu Ansar mendatangkan duka mendalam bagi Fatmawati, istrinya yang telah mengandung anak keduanya. Ansar meninggalkan anak pertamanya Alifya Fadilla Rabbani dan calon anak keduanya. (CR1)

BERITA LAINNYA

Kecermatan dalam Memilih Kata

Rabu, 22 November 2017, 01:24 WIB

3 Negara Lirik Pelabuhan Kontainer Tulehu-Waai

Rabu, 22 November 2017, 01:20 WIB

Bau Korupsi “Sampah” Terkuak di Pemkot Ambon

Rabu, 22 November 2017, 01:16 WIB

Ambon Disiapkan Jadi Sentra Ikan Hias Laut

Rabu, 22 November 2017, 01:12 WIB

Cemburu, Tukang Ojek Bakar Salon Waria

Rabu, 22 November 2017, 01:11 WIB

Jantje Ciptabudi Caretaker FISIP Unpatti

Rabu, 22 November 2017, 01:07 WIB