Menu
Minggu, 19 November 2017
KABARTIMUR.co.id

KABARTIMUR.co.id,AMBON - Akhir-akhir ini, keharmonisan kehidupan kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air sedang diuji, oleh berbagai tindakan dari sebagian orang yang memperlihatkan watak intoleran, yang sangat mengganggu dan membahayakan kebhinekaan dan pluralitas ke-Indonesiaan.

DEMIKIAN disampaikan Gubernur Maluku Said Assagaff pada sambutan peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1939 di Baileo Slamet Riyadi Korem 151/Binaiya, Ambon, Sabtu (29/4/2017).

Tema perayaan Nyepi tahun 2017 yakni: Melalui Catur Berata Penyepian Kita Pererat Jalinan Hidup Sesama Orang Basudara di Provinsi Maluku.

Assagaff katakan, perkembangan globalisasi dan aksesibilitas informasi yang kian mudah dan terbuka, selain berdampak positif, tapi juga bisa berdampak negatif.

“Tindakan dan ujaran kebencian hadir dan tersebar secara masif di ruang-ruang publik dan media-media sosial on-line, yang sangat sulit untuk dikontrol, sehingga mengancam sendi-sendi persaudaraan kita sebagai sebuah bangsa,” ujar Assagaff, terkait dampak negatif yang dimaksudkannya.

Assagaff mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk mewaspadai penyebarluasan setiap pemikiran dan tindakan yang dapat memecah belah kebhinekaan dalam masyarakat. “Kewajiban kita adalah merawat dan menjaga kebhinekaan ini, dan menjadikannya sebagai energi positif, yang akan menggerakkan langkah bersama, untuk mewujudkan masyarakat yang semakin maju dan sejahtera,” imbuhnya.

Menurut Assagaff, untuk memperkokoh semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di tengah kehidupan masyarakat Indonesia dan Maluku yang pluralis, tentu dibutuhkan dukungan dan upaya bersama dari seluruh elemen masyarakat.

“Saya bersyukur, berkat dukungan dari seluruh umat beragama di daerah ini, termasuk dari seluruh umat Hindu di Maluku, kita bersama-sama dapat membangun Maluku yang rukun, damai dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan,” ujarnya.

Atas kebersamaan itu pula, lanjut Assagaff, Maluku saat ini telah menjadi salah satu daerah yang memiliki indeks kerukunan antar umat beragama tertinggi atau terbaik di Indonesia.

“Terjalinnya persaudaraan dalam kemajemukan, terciptanya rasa solidaritas di tengah perbedaan, dan timbulnya rasa saling menghargai dan menghormati di antara seluruh elemen masyarakat, tentunya akan menjauhkan kita dari berbagai pertentangan, permusuhan dan konflik,” tandas Assagaff.

Assagaff berharap perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 pada tahun 2018 bagi umat Hindu di Maluku mendatang sudah bisa dilaksanakan di gedung Hindu Center.

Hingga saat ini Gedung Hindu Center masih sementara dalam proses pembangunan di kawasan Taman Makmur, Air Salobar, Ambon. “Dua bulan lalu saya sudah tinjau pembangunan Hindu Center. Kita berusaha  mudah-mudahan tahun 2017 ini bisa tuntas. Kalau perayaan Hari Raya Nyepi 1940 di bulan April tahun depan (2018) mudah-mudahan bisa dilaksanakan di gedung yang baru,” imbuh Assagaff. (AN/RUZ)

BERITA LAINNYA

Mantan Kadis Infokom Disidang Berbelit-Belit

Rabu, 15 November 2017, 09:35 WIB

SU Pemain Proyek, Sebelum Tersandung Korupsi

Rabu, 15 November 2017, 00:47 WIB

PDIP Usung Pasangan "Kombinasi"

Rabu, 15 November 2017, 00:44 WIB

Informasi Tsunami, Warga MBD Mengungsi

Rabu, 15 November 2017, 00:42 WIB

Koruptor Kas Daerah SBB Dituntut Dua Tahun Bui

Rabu, 15 November 2017, 00:39 WIB

Haji Hayun TKBM Yos Sudarso Terancam Dilengserkan

Rabu, 15 November 2017, 00:38 WIB