Menu
Minggu, 23 Juli 2017
Ruzadi Adjis/Kabartimur

KABARTIMUR.co.id,AMBON - WAKIL Gubernur Zeth Sahuburua melantik 72 pengawas dan dewan hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Maluku ke XXVII di Kabupaten Buru Selatan. Pelantikan berlangsung di aula kantor Bupati Bursel di kawasan Kilometer Dua, Kota Namrole, Minggu (30/4) siang.

Malam harinya, Wagub resmi membuka MTQ Maluku di Namrole, Ibukopta Kabupaten Buru Selatan.

Wagub dalam sambutannya mengatakan pihaknya meyakini para dewan hakim dan panitera adalah orang-orang yang memiliki integritas yang tinggi serta memiliki kompetensi atau tingkat kepakaran di bidangnya masing-masing.

Sehingga tidak bisa diragukan lagi, baik di bidang tilawah, tafsir, khat, M2IQ, syarhil quran, dan fahmil quran. “Semoga saudara-saudara yang telah dilantik, tetap diberikan kekuatan lahir batin untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab, sebagai suatu amanah yang bernilai ibadah,” terangnya.

Menurutnya, tugas yang mulia diemban dewan hakim harus dijalankan secara profesional, apalagi yang dimusabaqahkan adalah kalamullah yang suci. Pada sisi yang sama, penilaian yang jujur dan objektif akan sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas peserta MTQ.

Sebaliknya penilaian yang tidak jujur dan tidak objektif akan merusak kualitas peserta MTQ, bahkan dapat menimbulkan perpecahan atau fitnah di antara sesama kafilah. “Keputusan dewan hakim tidak dapat diganggu gugat  karena itu konsekuensi logisnya dewan hakim dan panitera harus cermat, jujur, adil, dan objektif dalam menilai,” harapnya.

Ditegaskan dewan hakim dan panitera harus independen dan bebas dari segala macam pengaruh, kepentingan, dan godaan untuk berpihak kepada siapapun. “Saya mohon saudara-saudara harus konsisten berpegang kepada pedoman perhakiman, dan mengesampingkan segala faktor yang dapat mempengaruhi kemurnian penilaian,” kata Wagub.

Dalam konteks ini, kode etik dewan hakim dan panitera MTQ tidak membenarkan untuk menerima sesuatu pemberian atau apapun sebagai ungkapan terima kasih sepanjang hal itu berkaitan atau patut diduga terkait kepesertaan atau kejuaraan dalam MTQ Maluku.

“Jika kita amati bersama, kualitas pelaksanaan MTQ dan STQ dari tahun ke tahun semakin berkembang dan kompetitif di semua aspeknya,” puji Sahuburua.

LPTQ Provinsi Maluku dan kabupaten/kota sebagai lembaga yang berkompeten dalam pengembangan kegiatan tilawatil quran, untuk terus melakukan terobosan peningkatan kapasitas seluruh komponen, mulai dari peserta, pelatih, dewan hakim, serta sistem penilaian.

“Saya yakin dengan upaya-upaya tersebut, kita dapat berprestasi lebih baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Seluruh kafilah MTQ dari kabupaten/kota se-Maluku telah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya ingin mempersembahkan predikat yang terbaik bagi daerahnya. Namun perlu perlu diingat prestasi dan kejuaraan bukanlah segalanya. Apalagi jika sampai menempuh cara-cara yang tidak elegan hanya untuk sebuah nama dan kebanggaan juara, maka itu jelas suatu penyimpangan dari tujuan MTQ.

Tetapi berlomba secara sportif, raih prestasi yang terbaik dalam rangka pembangunan generasi yang quranik sebagai modal sosial dalam rangka mewujudkan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Maluku, yaitu; Mantapnya Pembangunan Maluku yang Rukun, Damai, Aman, Sejahtera, Adil, Berdaya Saing, dan Religius Dijiwai Semangat Siwalima Berbasis Kepulauan Secara Berkelanjutan. (KTL)

BERITA LAINNYA

Kapal Pengangkut BBM Hilang di Laut

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB

Tagop Disambut Cakalele Sepa-Soahoku

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB

Paspor Delegasi Ambon-Darwin Diembat Maling

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB

Novum PK  Kasus UUDP Terpidana Bremer

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB

Kilang Masela Belum Pasti di MTB

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB

Lekipera Siapkan Skenario "Gebuk" Kejati

Sabtu, 22 Juli 2017, 06:00 WIB