Menu
Senin, 23 April 2018
ILUSTRASI

KABARTIMUR.co.id,AMBON- Murad Ismail dan Barnabas Orno disebut memainkan isu Gubernur Baru. Sementara Said Assagaff dan Andreas Rentanubun menggunakan isu Gubernur Berpengalaman. Dari kacamata Sinergi Data Indonesia (SDI),  yang diminati masyarakat adalah gubernur berpengalaman.

Demikian disampaikan Direktur SDI, M. Barkah Pattimahu, saat membuka temuan hasil survei yang dilakukan terhadap 600 responden pada Desember 2017 lalu. Menurut Barkah, bila pilkada Maluku terjadi Head to Head, maka umumnya masyarakat lebih memilih Said Assagaff dan Andreas Rentanubun sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2018-2023, dibanding Murad Ismail dan Barnabas Orno.

“Sebanyak 59.33 persen masyarakat lebih memilih Said-Andre. Sementara Murad Barnabas hanya disukai sebanyak 15.83 persen. Kalau yang masih rahasia sebanyak 24.83 persen,” ungkap Barkah Pattimahu kepada wartawan di Biz Hotel, Kota Ambon, Selasa (9/1).

Mayoritas pemilih, kata Barkah, lebih menginginkan Gubernur Berpengalaman, dibanding Gubernur Baru. Sebab, dari 26.83 persen yang lebih memilih Gubernur Baru, hanya separuh saja yang meyakini bahwa pilihannya dapat menyelesaikan persoalan di Maluku seperti kemiskinan, pengangguran, keterbatasan sarana prasarana dan lain lain.

Hal ini, tambah Barkah, berbanding terbalik dengan jumlah pemilih yang lebih menyukai Gubernur Berpengalaman sebanyak 60.34 persen. Dimana, hanya terdapat 9.70 persen saja yang masih kurang dan tidak yakin jika pilihannya itu dapat menyelesaikan sejumlah persoalan di Maluku.

“Suara Murad-Barnabas berpotensi hilang cukup besar. Karena pemilihnya cukup besar menginginkan Gubernur Berpengalaman,” jelasnya.

Dikatakan, pemilih Maluku terbagi 3 tipe, yakni Rasional, yang memilih berdasarkan pertimbangan kemampuan calon. Selanjutnya Sosiologi berdasar pada pertimbangan latar belakang kesamaan primordial, seperti agama dan suku. Tipe terakhir adalah Psikologi yang memilih calon berdasarkan pertimbangan sikap dan kepribadian. 

Barkah menjelaskan, dari 3 tipologi pemilih di Maluku, pemilih Rasional lebih mendominan, dan Said-Andre unggul disemua tipe pemilih tersebut. “Kalau pemilih Rasional di Maluku mencapai 63.50 persen. Sosiologi 8.50 persen dan Psikologi 22.83 persen. Sementara yang tidak jawab 5.17 persen,” ungkapnya.

Dari hasil survey SDI, Barkah menyimpulkan, Gubernur Baru belum mendapat tempat di hati pemilih masyarakat Maluku. Selain itu, Murad Ismail belum bisa mencitrakan diri sebagai calon yang mampu menyelesaikan persoalan di Maluku. Sebab, pemilih yang memilih Gubernur Baru, hanya sebagian yang meyakini pilihannya dapat menyelesaikan sejumlah persoalan.

“Said-Andre unggul di pemilih Rasional. Pemilih Psikologi juga lebih mendukungnya dan Murad-Barnabas unggul tipis di pemilih Sosiologi,” pungkasnya. (CR1)

BERITA LAINNYA

Korupsi Panwaslu Buru “Naik Kelas”

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB

MI Disambut Meriah di Banda

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB

Oknum Rohaniawan Bejat Jadi Tersangka

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB

Gubernur Ijinkan Polisi Periksa Jimmy Sitanala

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB

Utut Adianto Bakal Perjuangkan Anggaran Maluku

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB