Menu
Senin, 23 April 2018
ILUSTRASI

KABARTIMUR.co.id,AMBON- Kepolisian Resort (Polres) Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, telah mengantongi siapa pelaku dibalik kasus bentrokan maut yang terjadi antara warga Negeri Iha Mahu dan Tuhaha, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, 5 Januari 2018, lalu.

Meski sudah diketahui, tapi identitas pelaku utama bentrokan yang menyebabkan seorang warga Iha Mahu meregang nyawa dan melukai 4 korban lainnya itu, masih dirahasiakan untuk kepentingan penyelidikan.

“Kita masih melihat cara untuk dapat menjerat dan menangkap si pelaku ini. Dia kan yang memerintahkan dan mengakomodasi,” ungkap Kasat Reskrim Polres Ambon, AKP. Teddy, saat dikonfirmasi Kabar Timur, Selasa (9/1).

Menurutnya, saat ini tim gabungan Polres Ambon yang ditugaskan khusus melakukan penyelidikan kasus bentrokan naas itu masih bertahan di Pulau Saparua. “Tim gabungan yang diterjunkan dari Reskrim, Intel dan Sabhara. Mereka masih tetap kami siagakan di Saparua,” jelasnya.

Untuk diketahui, bentrokan yang menewaskan Kepala Kewang Negeri Iha Mahu, Melkianus Hitipeu (64) secara mengenaskan, ini telah berakhir damai. Meski begitu, Kapolres Ambon AKBP. Sutrisno Hady menegaskan tetap mengusut kasus yang juga melukai Tua Adat Iha Mahu, Dominggus Sopakua (55), Daniel Patinaya (35) dan Melkianus Lewerisa serta dari Negeri Tuhaha, Enos Louhenapessy (50), hingga tuntas. 

Belum diketahui pasti penyebab bentrokan yang terjadi tepat di perbatasan kedua Kampung bertetangga ini. Namun diketahui, saling serang terjadi saat warga Negeri Tuhaha sedang melakukan ritual adat penutupan atap Baileo. 

“Pada awalnya Negeri Tuhaha melaksanakan prosesi adat penutupan atap Baileo. Prosesi adat tersebut adalah mencari kepala manusia dari Negeri Iha Mahu, yang diganti dengan buah kelapa dari Negeri Iha Mahu,” kata Sumber terpercaya kepada Kabar Timur via telepon seluler, kemarin. 

Saat ritual berlangsung, sejumlah masyarakat Negeri Tuhaha hendak menuju petuanan hutan Iha Mahu mengambil buah kelapa. Disaat bersamaan, sejumlah masyarakat bersama Kewang dan Tua Adat Negeri Iha Mahu sedang berjaga jaga di perbatasan kampung. Kedua kubu lalu bertemu dan entah mengapa, saling serang tak bisa dihindari pukul 01.00 WIT. 

“Bentrokan menggunakan parang dan tombak mengakibatkan salah satu masyarakat Iha Mahu meninggal dunia dan 4 orang luka luka. 3 dari Iha Mahu dan 1 dari Tuhaha,” tambah Sumber yang enggan namanya disebutkan. 

Wakil Kepala Polda Maluku Brigjen Pol. Daniel Pasaribu menyesali adanya kejadian itu. Menurutnya, semboyan orang Maluku yakni Katong Samua Basudara, mestinya diimplementasikan dalam kehidupan sehari sehari. 

“Tidak perlu terjadi. Kita dari dulu menyampaikan kita ini basudara. Mestinya kalau ada hal-hal menurut kita kurang pas di bicarakan. Jangan main hakim sendiri,” sesal Daniel kepada wartawan. 

Ia mengatakan, persoalan yang terjadi antara kedua warga kampung itu hanya karena kesalah paham. Ia juga membenarkan bentrokan tersebut menyebabkan seorang warga meninggal dunia. 

“Itu salah paham saja. Satu tewas dan tiga luka luka. (Kasus bentrokan) sementara dalam penyelidikan. Untuk situasi sudah kondusif,” pungkas perwira bintang satu itu. (CR1)

BERITA LAINNYA

Korupsi Panwaslu Buru “Naik Kelas”

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB

MI Disambut Meriah di Banda

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB

Oknum Rohaniawan Bejat Jadi Tersangka

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB

Gubernur Ijinkan Polisi Periksa Jimmy Sitanala

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB

Utut Adianto Bakal Perjuangkan Anggaran Maluku

Jumat, 13 April 2018, 01:14 WIB