Menu
Rabu, 25 April 2018
ILUSTRASI

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Gerbong Kejaksaan Tinggi belum juga menahan para tersangka korupsi proyek reklamasi pantai Namlea. Kejati beralasan, puluhan saksi masih harus diperiksa lanjut di proyek senilai Rp 8 miliar lebih itu. Namun poin penting dari pemeriksaan lanjutan tersebut, tim jaksa penyidikan akan melihat satu per satu peran para saksi. Untuk melihat kemungkinan tersangka baru.

Seperti apa kemungkinan penambahan tersangka itu, yang pasti mantan Kadis PUPR Kabupaten Buru Pudji Wahono diperiksa intens dua hari berturut-turut. Dia baru bisa bernafas lega, saat pemeriksaan atas salah satu aktor di balik proyek tersebut ini, selesai sore kemarin, pukul 16.00 WIT. Sehari sebelumnya mantan Kepala Bidang Pengairan Dinas PU Provinsi Maluku itu dicercar jaksa juga dengan puluhan pertanyaan.

Pemeriksaan terhadap Pudji Wahono yang diberi inisial PW oleh tim jaksa penyidik itu, mirip dengan pemeriksaan empat tersangka ketika mereka masih berstatus saksi. Keempatnya diperiksa intens, beberapa hari, dengan puluhan pertanyaan.

Sayangnya soal agenda pemeriksaan untuk penambahan tersangka ‘Jilid II’ dugaan korupsi Pantai Namlea ini, Kasipenkum Kejati Maluku Samy Sapulette masih irit bicara. Samy juga tidak memberikan penjelasan berarti soal pemeriksaan Pudji Wahono apakah berkaitan dengan agenda penambahan tersangka tersebut.

“Ikuti saja proses penyidikan yang sedang berjalan saat ini, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi,” katanya dihubungi, Kamis, kemarin. Mantan Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati ini hanya menyebutkan, Pudji yang berperan selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) itu diperiksa Jaksa I Gde Widhartama dari pukul 09.00 WIT hingga pukul 16.00 WIT. “Dengan 54 pertanyaan,” sebut Samy Sapulette.

Sebelumnya Ketua tim jaksa yang menangani perkara ini, Adam Saimima, menyatakan peluang bertambahnya tersangka pasti ada. Hal yang sama disampaikan, salah satu jaksa penyidik dari Kejari Namlea, Weny Relmasira. 

“Iya yang pasti ada saja. Tetapi tergantung, Ketua Tim. Kita masih tunggu saja perintah dari atas,” tandas Weny Relmasira.

Diakui Weny, perkara dugaan korupsi proyek reklamasi Pantai Namlea itu, dipakai dua modus kejahatan di dalamnya. “Modusnya ada fiktif, ada juga mark up,” ungkapnya sambil menggeleng-geleng kepala.

Sebelumnya Kasidik Kejati Maluku Abdul Hakim menegaskan timnya juga akan melihat aliran dana di balik perkara ini. Sayangnya, Abdul Hakim  enggan menjawab apakah hal itu bisa dihubungkan dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU)dalam perkara ini. “Minimal untuk kita sita aset-aset mereka dari aliran dana itu. Untuk antisipasi uang pengganti di pengadilan,” katanya. 

Sekedar tahu saja, tim jaksa penyidikan perkara dugaan korupsi ini menetapkan empat tersangka 4 Desember 2017 lalu. Masing-masing, Sahran Umasugy yang berperan selaku kontraktor pelaksana, Memed Duwila yang merupakan orang dekat Sahran. Kemudian, Sri Julianty yang berperan sebagai PPK di proyek tersebut, lalu, Mohammad Ridwan Pattilouw sebagai Konsultan Pengawas proyek ini.(KTA)

BERITA LAINNYA

Bendera RMS Ditemukan di Pantai Hulaliu

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Tim Reskrimsus Geledah Kantor Bupati Buru

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Hari Ini KPU Tetapkan DPT Pilgub

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Divonis 5 Tahun, Narapidana Dirawat di RSJ

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Bos “Remaja Indah” Dihukum Bayar Pesangon

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Ini Tiga Kabupaten Penunggak Raskin Terbesar

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB