Menu
Sabtu, 26 Mei 2018
RUSADI ADJIZ/KABARTIMUR

KABARTIMUR.co.id,AMBON - Aparat Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease meringkus sindikat pencurian kendaraan motor. Komplotan penjahat ini kerap melancarkan aksinya di sejumlah wilayah di Kota Ambon. 

Komplotan sindikat curanmor yang berjumlah enam orang ini dibekuk polisi di sejumlah lokasi berbeda dalam sepekan terakhir. 

Dari enam orang yang ditangkap itu, lima diantaranya merupakan anak dibawah umur. Mereka adalah; inisial HD berusia 15 tahun dan FSW (17), warga Durian Patah Kecamatan Teluk Ambon, EW (16), SK (17) dan RWT (17), warga Batu Merah Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Mereka di bekuk pada awal Januari 2018 lalu.

Dari tangan komplotan ini, tim Buru Sergap Satuan Reserse Kriminal Polres Ambon berhasil mengamankan 5 unit motor hasil Curanmor.

Terakhir yang berhasil diringkus polisi adalah dua mahasiswa, yakni Fazril Kaisupy (22), warga Waiheru Kecamatan Baguala dan pacarnya Asi Afrilya Patty (19), warga BTN Manusela Kecamatan Sirimau. Keduanya dibekuk pada 11 Januari 2018 lalu.

Kepala Polres Ambon AKBP Sutrisno Hady Santoso mengatakan, sindikat Curanmor ini kerap beraksi di Kota Ambon. Sasaran aksi pelaku diantaranya Maluku City Mall (MCM), Ambon City Center (ACC), kampus Universitas Pattimura. “Untuk pelaku curanmor yang masih dibawah umur ini, mereka kerap beraksi sejak tahun 2017 lalu hingga awal 2018. Mereka ditangkap 2 Minggu lalu. Dari tangan mereka, sebanyak 5 unit motor berhasil diamankan,” kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Teddy, Rabu (17/1).

Hasil kejahatan komplotan ini menjual sepeda motor ke sejumlah wilayah di Maluku, yakni Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Buru dan Pulau Saparua. Motor curian dijual murah kepada pembeli senilai Rp 1.500.000 sampai Rp 2.500.000 tiap motor. Uang hasil kejahatan digunakan oleh pelaku untuk berfoya-foya. 

Seluruh pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka, dijerat dengan Pasal 363 junto Pasal 64 KUHP.

Sementara untuk sepasang kekasih Fazril Kaisupy dan Afrilya Patty  mengaku berhasil mencuri sebanyak 10 unit motor di sejumlah lokasi di Kota Ambon. “4 kali beraksi di MCM, 2 kali di Unpatti dan 2 di tempat lainnya,” sebut Kapolres.

Masih maraknya aksi Curanmor, Kapolres mengimbau masyarakat agar berhati-hati memarkir kendaraannya di tempat umum seperti swalayan, pasar maupun lokasi lainnya. Bila sepeda motor hilang di tempat parkir umum milik pemerintah maupun swalayan dan lain sebagainya, agar dapat menuntut pihak terkait bertanggung jawab. 

“Ini agar petugas pengaturan parkir harus jeli dan teliti dalam mengatur parkiran kendaran masuk dan keluar, yaitu mengenai karcis parkir, maupun surat-surat kendaraan bermotor yang benar dari para pemilik kendaraan,” jelasnya.

Perwira dua melati ini juga mengimbau kepada masyarakat agar mengantisipasi modus baru pencurian sepeda motor di sejumlah tempat parkir. Di mana, pelaku berboncengan dan memasuki areal parkir. Kemudian salah satunya membawa plat nomor kendaran dan satunya bertugas untuk mengambil sepeda motor curian dengan membawa Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNKB) yang telah disiapkan pelaku. 

“Masyarakat harus lebih waspada. Dan kepada tukang parkir juga harus lebih teliti,” tandasnya. (CR1)

BERITA LAINNYA

Ini Jadwal Mudik Lebaran Gratis di Maluku

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

Dihadang, Demo HMI Sempat Ricuh

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

Dua Spesialis Jambret di Ambon Ditangkap

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB

PDIP Malra Konsolidasi, Gelar Raker Diperluas

Sabtu, 26 Mei 2018, 00:26 WIB