Menu
Selasa, 20 Pebruari 2018
ILUSTRASI

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Nakhoda KM Sabuk Nusantara 43, Pattipeilohy mengakui, penumpang kapal yang dinakhodainya sempat melakukan aksi demo di atas kapal tersebut. Hanya saja, dia mengaku, hanya beberapa penumpang yang melakukan aksi demo.

“Tidak benar ratusan penumpang melakukan aksi demo. Hanya sekitar 12 orang yang demo. Penumpang di kapal saat itu juga tidak sampai 100 orang,’’tandas Pattipeilohy kepada Kabar Timur, kemarin.

Dia membantah, kalau tidak memberikan makan kepada para penumpang di kapal tersebut selama dua hari. “Tidak benar saya tidak kasih makan para penumpang. Saya perintah semua penumpang  diberi makan,’’tandasnya

Dikatakan, keputusannya tidak memberatkan kapal itu karena cuaca alam. Saat itu, kata dia,  cuaca tidak bersahabat karena tingginya ombak. Apalagi, ingat dia,  saat itu ada larangan berlayar dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).’’Saat itu kami berlindung selama dua hari karena cuaca alam tidak bersaabat. Apalagi, ada larangan berlayar,’’tuturnya.

Dia mengigatkan, jika saat itu memaksakan untuk berlayar, tentu membahayakan para penumpang dan melanggar aturan main. “Saya disebut tidak profesional atau tidak berpengalaman. Saya sudah menjadi nakhoda 20 tahun,’’jelasnya.

Meski begitu, sebut dia, setelah dua hari berlindung, dia memberanikan diri memberangkatkan kapal tersebut, meski cuaca alam tidak bersahabat. “Saya ketika itu memutuskan tetap berlayar. Meski cuaca saat itu belum bersahabat,’’terangnya.

Soal dirinya urun ke darat meninggalkan para penumpang, dia membantahnya. Dia mengaku, trun ke darat untuk mencari bantuan. “Saya turun di darat minta bantuan di camat agar para penumpang mendapat makanan,’’paparnya.

Dia justeru mencurigai, ada kepentingan terselubung untuk menjatuhkan perusahaan dan nakhoda untuk mengambil rute kapal tersebut. “Memang mengarah ke situ,’’tudingnya. 

Salah satu penumpang KM Sabuk Nusantara 43, Meki Tedy menuturkan, ketika kapal itu berteduh di Wetang, para penumpang di beri makan oleh pihak kapal. “Kami diberikan makanan. Kapal tunda berangkat karena cuaca. Aksi demo itu benar hanya 12 orang saja. Bukan seluruh penumpang yang demo,’’sebutnya.

Cristian Frans salah satu penumpang kapal tersebut mengakui, kalau ada aksi demo  di kapal tersebut. Dia juga mengaku, nakhoda tidak membrangkatkan kapal tersebut karena cuaca.’ami diberi makan. Memang ada demo tapi hanya beberapa orang saja. Kami tidak mempermasalahkan kapal tidak diberangkatkan karena cuaca,’’kata Frans.(KTM)

BERITA LAINNYA

Maluku Protes Saham Blok Masela Dibagi ke NTT

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Satu Pria “Bertopeng” Ditembak Polisi

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Ada Pembiaran di Gunung Botak

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

PDIP Maluku “Pecah” Tiga Kubu

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB

Novum Perkara Darmo 51, Tidak Ada Markup

Senin, 19 Pebruari 2018, 23:36 WIB