Menu
Sabtu, 23 Juni 2018
ILUSTRASI

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Tak terima isteri disebut “lonte” Marsellino Hitijahubessy (37) naik pitam, dan menebas adik kandung dengan parang kena wajah dan jatuh bersimbah darah segar. Stenly Hitijahubessy (35) memang kerap ribut dengan sang ipar Fince Hitijahubessy (36), ketika sang kakak sedang berlayar jauh.

Peristiwa konflik internal keluarga Hitijahubessy di dusun Kayu Putih, RT 002/RW 002 Desa Soya Kecamatan Sirimau ini terjadi Rabu (7/3) dan masih diproses Polres Ambon setelah, jajaran Polsek Sirimau terjun ke TKP.

“Kasusnya sudah ditangani Polres Ambon,” ujar Kapolsek Sirimau AKP. W.B. Minanlarat kepada Kabar Timur, dimintai konfirmasi di kantor Polsek Sirimau, Kamis, kemarin.

Perisitiwa itu mengakibatkan Stenly luka robek dan harus dirawat serius di Rumah Sakit GPM Sumber Waras hingga saat ini. Stenly mengalami luka robek memanjang dari pelipis kiri ke pipi lebar 8 Cm, panjang 10 Cm. Sementara tulang hidung tampak terbuka dan pelipis kiri juga tampak luka menganga.

Perkelahian kakak adik ini dipicu oleh kata-kata kasar yang disampaikan korban Stenly kepada iparnya itu. Dia mengata-ngatai Fince dengan kata yang tak senonoh. Sang kakak yang juga seorang pelaut baru beberapa hari turun dari kapal mendengar langsung kata-kata sang adik terhadap isterinya itu saat mereka bertiga di dalam rumah.

Korban dan pelaku memang kakak beradik. Tinggal bersama di rumah orang tua, yang mana pelaku sudah menikah sedangkan korban belum. Menurut penyelidikan Polisi di TKP dalam kehidupan korban sehari hari, sering terjadi pertengkaran dengan istri pelaku. 

Dikarenakan pekerjaan pelaku sebagai pelaut yang waktunya jarang di rumah bersama istri. Sehingga pertengkaran antara pelaku dan istri korban tidak diketahui oleh pelaku. Namun pertengkaran tersebut sering diberitahukan oleh isterinya saat pelaku pulang dari pekerjaannya sebagai pelaut.

Mengetahui hal tersebut pelaku dendam. Apalagi timbul pertengkaran mulut antara istri pelaku dan korban hari itu, jelas saja dia naik pitam. Menurut Polisi, pertengkaran yang berujung pemotongan itu berawal dari perkataan korban terhadap istri pelaku,”Ince Lonte.” 

Mendengar perkataan adiknya terhadap Fince, pelaku langsung menuju dapur dan mengambil sebilah parang. Dia lalu mengejar korban yang berlari keluar dari rumah menuju jalan raya. Tetapi pelaku terus mengejar korban, tepatnya sekitar 10 meter dari rumah, perkelahian fisik pun tak terhindarkan. 

Namun karena pelaku memegang sebilah parang, korban Stenly yang juga adalah adik kandung pelaku sendiri tak mampu berbuat banyak. Tebasan parang ke arah wajah korban satu kali, membuat yang bersangkutan jatuh di jalan raya dengan luka mengangan di wajah.

Masyarakat sekitar yang melihat peristiwa itu, yang sejak awal mencoba melerai keduanya tapi tak mampu hanya bisa membawa korban ke rumah sakit setelah dibacok oleh sang kakak.

Tak cukup perlu waktu lama, menyusul personil Polsek Sirimau, pada pukul 23.40 WIT hari itu pelaku langsung dijemput Kanit Buser Polres Pulau Ambon Aiptu Ashari Lalo dari Mapolsek Sirimau menuju ke Polres guna diproses lanjut. (KTA)

BERITA LAINNYA

Desak BK “Adili’’ Huwae & RR

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Warga Debut Tewas Dibunuh

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB