Menu
Sabtu, 23 Juni 2018
IST

KABARTIMUR.co.id,AMBON-Paslon Said Assagaff-Anderias Rentanubun dengan akronim SANTUN harus bekerja keras di Pilgub mendatang. Rival utama pasangan petahana ini, adalah Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath yang akan menjadikan politik kewilayahan untuk meraih dukungan pemilih.

“Ada beberapa pertimbangan politik. Terutama, kekuatan HEBAT yang ada pada massa mengambang,” kata pengamat politik FISIP Unpatti Ambon Mochtar Nepa Nepa kepada Kabar Timur, Kamis (8/3).

Massa mengambang dimaksud, adalah pemilih yang cenderung sudah tidak loyal terhadap petahana. Lalu dengan mudah mengalihkan pilihannya pada pasangan lain. “Jika ini dikombinasikan dengan isu kewilayahan, Seram-Tenggara, maka SANTUN akan kesulitan,” ujarnya.

Pemilih tradisional akar rumput yang menjadi basis andalan kekuatan SANTUN juga bisa jadi akan rapuh karena munculnya figur-figur baru sekaligus menjadi rival politik pada Pilgub 2013. Salah satunya pasangan Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath dengan akronim HEBAT ini.

Massa mengambang muncul, karena paslon ini bersama timnya langsung ke masyarakat pemilih tanpa embel-embel Parpol koalisi. Dan berhasil mengubah peta politik jelang Pilgub Maluku setelah lolos tahap pencalonan di KPU Maluku dengan dukungan bukti KTP masyarakat.

“Implikasinya, HEBAT akhirnya bukan sebagai pelengkap dalam Pilgub Maluku 2018, tetapi jauh lebih kuat di pertarungan pilgub tersebut,” katanya.

Namun pandangan lain datang dari Johan Tehuayo. Akademisi FISIP Unpatti Ambon ini menilai paslon SANTUN masih kuat di Pilgub Maluku.

Rekam jejak Said Assagaff juga Anderias Rentanubun sebelumnya yang dinilai sukses memimpin daerah, merupakan modal kuat. Sentuhan pembangunan Pemda Provinsi Maluku yang dipimpin Assagaff walau kecil, setidaknya sudah dirasakan oleh masyarakat di seluruh Kabupaten/kota. 

Demikian pula Anderias Rentanubun di Kabupaten Maluku Tenggara sebagai Bupati di daerah itu. Ini berpengaruh terhadap acceptabilitas atau tingkat penerimaan masyarakat Tenggara di berbagai daerah di Maluku lainnya. 

“Karena incumben secara praktek sudah dekat dengan masyarakat. Keberhasilan incumben berkorelasi atau sangat berhubungan dengan kepemimpinan di daerah. Dan itu baru dari sisi pemilih akar rumput,” kata Johan.

Sedang dari sisi pemilih golongan menengah ke atas, SANTUN sudah pasti didukung sebagian besar pemilih kalangan ini. Jaringan kedua figur telah terstruktur di lingkup birokrasi maupun para pemilik modal yang membangun usaha di daerah.  (KTA)

 

BERITA LAINNYA

Desak BK “Adili’’ Huwae & RR

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Warga Debut Tewas Dibunuh

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB