Menu
Rabu, 25 April 2018
Husen toisuta/KabarTimur

KABARTIMUR.co.id,AMBON - Pelarian Abdul Rahman Tuasikal, tersangka kasus penggelapan uang nasabah bank BRI cabang Namrole Kabupaten Buru Selatan, sebesar Rp 562.000.000, akhirnya berakhir, Rabu (11/4), pukul 13.00 WIT.

Pria 35 tahun itu diringkus tim Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polres Buru dan Jayapura, di wilayah hukum Polres Jayapura, Polda Papua. Rencananya, mantan pegawai bank BRI cabang Namrole itu, tiba di Bandara Pattimura Ambon, hari ini, Jumat (13/4).

Kepala Polres Buru AKBP. Adityanto Budi Satrio melalui Kasat Reskrim AKP Ryan Citra Yudha mengatakan, kasus tindak pidana penggelapan dengan pemberatan yang dilakukan warga Desa Labuang Kecamatan Namrole itu dilaporkan oleh korban Suntoro Gunoroso, tanggal 20 Juli 2017 lalu.

“Penggelapan dengan pemberatan ini terjadi pada Hari Jumat, tanggal 30 Juni 2017 sekitar pukul 22.00 WIT. Dan baru dilaporkan tanggal 20 Juli. Dimana pelaku saat itu merupakan pegawai bank BRI Unit Namrole yang di tugaskan sebagai Mantri Kupedes,” kata Ryan kepada Kabar Timur, Kamis (12/4).

Peristiwa itu, berawal ketika korban yang juga pegawai Bank BRI menitipkan uang nasabah sebesar Rp 562.000.000 kepada pelaku. Korban meminta pelaku untuk memasukan uang ratusan juta rupiah milik nasabah itu ke kas BRI unit Namrole. Sebab, korban sedang melaksanakan cuti.

“Setelah pelaku dititipi uang tersebut, ternyata pelaku absen kurang lebih 20 hari kerja tanpa ada alasan. Saat itu korban mulai curiga dengan pelaku,” ungkapnya.
Curiga dengan pelaku yang tidak berkantor tanpa alasan yang jelas, korban mengecek rekening titipan dengan menggunakan mesin EDC. Saat dicek, korban sontak terkejut lantaran uang milik kurang lebih 15 orang nasabah itu belum dimasukan.

“Ternyata setoran simpanan dan pinjaman dari nasabah yang diserahkan oleh korban kepada pelaku tidak disetor ke kas kantor BRI Unit Namrole dengan total Rp 562.000.000. Dan dibawa kabur oleh pelaku,” jelasnya.

Ia mengatakan, setelah mendapat laporan dari korban, pelaku yang diduga mengetahui jika dirinya sudah dipolisikan langsung memilih kabur. Atas kejadian itu, Polres Buru kemudian menetapkan pelaku masuk sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Pelaku ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan menjadi DPO dalam perkara yang saat ini kasusnya sedang dalam proses penyelidikan oleh Sat Reskrim Polres Pulau Buru dan akan di tingkatkan ke Penyidikan,” kata Ryan.

Dalam pelariannya, Ryan mengaku jika tersangka tidak menetap disuatu tempat dan kerap berpindah pindah lokasi, hingga akhirnya diketahui telah keluar dari Maluku.

“Tersangka ini serang berpindah tempat dari Bulan Juli 2017 sampai dengan April 2018. Terakhir pelaku terlacak di Jayapura dan dari situ kami langsung melakukan kordinasi dengan Polres Jayapura untuk melakukan penangkapan,” ujarnya.

Ryan menyampaikan, saat tersangka akan digrebek, Ia mencoba untuk kembali meloloskan diri dari kejaran tim gabungan. Namun karena terdesak tersangka akhirnya menyerahkan diri.

“Barang bukti yang kami amankan yakni 1 buah mesin EDC dan 1 buah kartu ATM yang digunakan pelaku. Besok (hari ini) kita akan membawa dia ke Namlea dari Jayapura untuk pengembangan dan penyidikan,” tandasnya. (CR1)

BERITA LAINNYA

Bendera RMS Ditemukan di Pantai Hulaliu

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Tim Reskrimsus Geledah Kantor Bupati Buru

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Hari Ini KPU Tetapkan DPT Pilgub

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Divonis 5 Tahun, Narapidana Dirawat di RSJ

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Bos “Remaja Indah” Dihukum Bayar Pesangon

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Ini Tiga Kabupaten Penunggak Raskin Terbesar

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB