Menu
Rabu, 25 April 2018
Ist

KABARTIMUR.co.id,AMBON- Surat Permohonan Ijin Pemeriksaan terhadap Jimmy Sitanala, anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah, yang menjadi pelaku tabrakan maut di Jalan Sisingamangaraja, Kawasan Desa Passo, dikabulkan Gubernur Maluku.

Plt. Gubernur Maluku, DR. Zeth Sahuburua mengijinkan penyidik Satuan Lalu Lintas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, untuk memeriksa Sitanala yang merupakan pelaku tabrakan hingga menyebabkan seorang tukang ojek meregang nyawa secara mengenaskan pada 25 Maret lalu.

“Sudah ditandatangani oleh Plt Gubernur tanggal 6 April lalu,” ungkap Kabag Humas Pemprov Maluku, Bobby Palapia saat ditemui Kabar Timur diruang kerjanya, Kamis (12/ 4).

Menurutnya, setelah menandatangani surat ijin tersebut, kemudian diserahkan kepada Biro Hukum Setda Maluku untuk menindaklanjuti dengan mengirimkan ke Polres Ambon. “(Surat itu) nanti Biro Hukum yang akan meneruskan ke Polres,” tandasnya.

Sebelumnya, menurut Hendrik Far-Far, Karo Hukum Setda Maluku, menyampaikan pihaknya telah memproses surat ijin tersebut dan tinggal ditandatangani Gubernur Maluku. Kala itu, Gubernur sedang berada di luar daerah dalam rangka urusan dinas.

Dia menjelaskan, ada mekanisme perijinan dan telah diproses sehingga tinggal menunggu tandatangan Gubernur. “Tidak ada maksud lain dari belum diterbitkannya izin Plt Gubernur Maluku karena proses hukum itu harus dijunjung tinggi dan dihormati semua warga negara Indonesia tanpa pengecualian,” ujar Hendrik.

Permintaan persetujuan pemeriksaan dari Gubernur, mengacu pada Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 76 tahun 2014. Dimana, untuk anggota DPRD Kabupaten/Kota, harus izin Gubernur, DPRD provinsi, Menteri Dalam Negeri dan DPR RI, Presiden.

“MD3 belum jelas, jadi kita mangacu pada keputusan MK nomor 76 tahun 2014. Jadi surat secara resmi sudah dikirim ke Gubernur Maluku,” kata Kapolres Ambon, AKBP. Sutrisno Hady Santoso, Senin (2/4).

Dikatakan, jika selang satu Minggu belum ada balasan dari Gubernur Maluku terkait persetujuan pemeriksaan terhadap pelaku tabrak maut itu, pihaknya akan kembali menanyakannya. “Bila satu Minggu surat izin pemeriksaan tidak ada respon dari Gubernur, ya kita akan tagih,” ujarnya.

Meski belum di lakukan pemeriksaan, namun orang nomor 1 di Polres Ambon ini mengaku jika pihaknya memberikan wajib lapor kepada Jimmy Sitanala. “Setiap pagi yang bersangkutan (Jimmy Sitanala) hadir di sini,” kata Sutrisno.

Untuk diketahui, Jimmy Sitanala yang mengendarai mobil Honda Brio dengan kencang menabrak tukang ojek Fredy Pattiradjawane yang saat itu menunggangi sepeda motornya hingga tewas ditempat.

Kecelakaan lalu lintas itu terjadi di Jalan Singsingamangaraja, kawasan Transit Passo, Kecamatan Baguala, Ambon, Minggu (25/3) pukul 05.30 WIT. Peristiwa itu berawal ketika Jimmy Sitanala tancap gas dari arah Desa Suli hendak menuju Passo. Saat itu mobil yang dikendarainya masuk jalur salah hingga menabrak korban dari arah berlawanan.

Usai kejadian itu, Jimmy dan seorang perempuan yang ada di dalam mobil tersebut langsung diamankan polisi, sedangkan korban langsung dibawa ke rumah sakit. (CR1/RUZ)

BERITA LAINNYA

Bendera RMS Ditemukan di Pantai Hulaliu

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Tim Reskrimsus Geledah Kantor Bupati Buru

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Hari Ini KPU Tetapkan DPT Pilgub

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Divonis 5 Tahun, Narapidana Dirawat di RSJ

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Bos “Remaja Indah” Dihukum Bayar Pesangon

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Ini Tiga Kabupaten Penunggak Raskin Terbesar

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB