Menu
Rabu, 25 April 2018
Ilustrasi

KABARTIMUR.co.id,AMBON- Alex Kapressy, oknum Rohaniawan (Pendeta) yang diduga mencabuli dan menyetubuhi VN, bocah 11 tahun, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dibawa umur oleh penyidik Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Pria bejat berusia 57 tahun itu dijadikan tersangka setelah menjalani pemeriksaan di ruang penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres Ambon, Kamis (12/4). Dihadapan penyidik, tokoh agama itu tidak membantah semua perbuatan bejatnya tersebut.

“Tadi dia (AK) diperiksa dan dia sudah akui kalau dia melakukan itu (setubuhI),” kata Paur Subbag Humas Polres Ambon, Ipda Agus Matatula kepada wartawan, Kamis (12/4).

Aksi tak senonoh yang dilakukan tersangka berlangsung sejak korban masih berusia 7 tahun. Perbuatan itu diakuinya tidak menggunakan ancaman kepada korban.

Pelaku dipastikan akan ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat pasal berlapis Undang-Undang Perlindungan Anak dan KUHP. Ia terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. “Kemungkinan langsung diberikan SPhan (Surat Penahanan). Kalau ini (SPhan sudah dikeluarkan), berarti sudah pasti AK jadi tersangka,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Alex Kapressy, oknum Rohaniawan (Pendeta), diduga meniduri seorang anak yang masih duduk dibangku kelas 5 Sekolah Dasar (SD), bak sepasang suami istri. Perbuatan bejat pria 57 tahun itu telah berlangsung lama terhadap VN, tetangga kosnya di Kecamatan Baguala Kota Ambon.

Kebejatan Alex dimulai sejak VN masih berusia 7 tahun. Diusia yang masih “ingusan”, Alex kerap mencabulinya, hingga akhirnya tega meniduri siswi yang kini berumur 11 tahun itu, tanggal 6 Maret lalu.

Kasus asusila yang terakhir kali terjadi di kamar kos korban, kawasan Kecamatan Sirimau Ambon tersebut, baru terungkap ke permukaan setelah MV (43), ibu korban datang mengadu ke polisi, pada Selasa (10/4), sore.

“Korban kerap dicabuli pelaku pada saat usianya baru 7 tahun. Saat itu korban tinggal di Baguala. Saat korban pindah ke Sirimau, pelaku mencari dan menyetubuhinya,” kata Paur Subbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Agustinus Matatula, Rabu (11/4).

Aksi tak senonoh itu sudah diketahui sejak korban masih bertetangga dengan pelaku di Baguala. Namun berbagai pertimbangan, orang tua korban tidak melaporkan kejadian tersebut.

“Kasus ini sudah diketahui pada saat korban masih menetap di Baguala. Mereka bertetangga dengan pelaku. Salah satu tetangga korban memberitahukan orang tua korban jika pelaku diduga telah mencabulinya,” kata Matatula.

Diberitahukan tetangga, lanjut Matatula kepada wartawan, orang tua korban akhirnya memilih pindah untuk menjauh dengan pelaku di kawasan lain yakni di Kecamatan Sirimau.

Peristiwa itu berawal ketika korban sering diajak pelaku bermain orgen (alat musik), di rumah ibadah kawasan tersebut. Entah mengapa, pelaku yang diduga kerasukan “setan”, tak mampu menahan syahwatnya, hingga mencabuli korban.

“Saat korban sudah pindah kos. Pelaku masih mencari korban dan mengetahui tempat tinggalnya. Ia kemudian mendatangi kamar kos korban yang baru tanggal 6 Maret lalu,” terangnya.

Disaat menemui korban, pelaku yang melihat orang tuanya tidak berada di kamar, kemudian mengambil kesempatan. Kala itu, pelaku tidak lagi mencabulinya, tapi langsung menidurinya bak sepasang suami istri.

“Ibu korban saat itu lagi ke pasar. Saat kembali, pelaku sudah tidak ada. Tapi kasus ini diketahui karena korban memberitahukan ibunya,” ungkap Matatula. (CR1)

BERITA LAINNYA

Bendera RMS Ditemukan di Pantai Hulaliu

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Tim Reskrimsus Geledah Kantor Bupati Buru

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Hari Ini KPU Tetapkan DPT Pilgub

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Divonis 5 Tahun, Narapidana Dirawat di RSJ

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Bos “Remaja Indah” Dihukum Bayar Pesangon

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Ini Tiga Kabupaten Penunggak Raskin Terbesar

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB