Menu
Jumat, 20 Oktober 2017
IST

KABARTIMUR.co.id,Ternate, - Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba menyatakan orang tua harus memastikan status anak yang disertai kepemilikan bukti berupa akta kelahiran.

"Tugas mendidik anak-anak adalah tugas semua pihak. Tugas orang tua juga membesarkan anak-anak dan memastikan status anak, salah satu status anak ini tercermin dari kepemilikan akta kelahiran," kata Gubernur Malut saat membuka Semiloka Lokakarya (Semiloka) Percepatan Cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran di Malut, Selasa.

Gubernur juga berharap bahwa kegiatan itu akan mempercepat kepemilikan akta kelahiran di Malut.

Semiloka itu mengundang perwakilan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa di 10 Kabupaten/Kota Maluku Utara.

Dalam presentasinya, Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menekankan bahwa Akta Kelahiran adalah hak identitas anak yang diatur oleh UU, Pemerintah berkewajiban untuk memenuhi hak anaknya tersebut tanpa diskriminasi dan tanpa memandang latar belakang keluarga.

Selain itu, Arist berharap semua pemangku kepentingan dan OPD terkait dengan percepatan akta kelahiran dapat bersinergi dan merumuskan cara terbaik untuk memenuhi hak anak di Maluku Utara.

Menurut laporan terakhir cakupan akta kelahiran secara total di Maluku Utara baru mencapai 56 persen dan dibutuhkan kerja keras dan fokus dari semua pihak, khususnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kabupaten/Kota yang secara nasional memiliki target pencapaian di akhir tahun 2017 sebesar 85 persen.

Sementara itu, General Manager WVI Zonal Sulawesi-Maluku Utara, Radika Pinto menyebutkan WVI sebagai salah satu organisasi kemanusian yang fokus kepada kesejahteraan anak terpanggil untuk mengambil bagian mendukung program pemerintah ini, sehingga mengambil inisiatif dan disambut baik oleh pemerintah Maluku Utara melalui Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Maluku Utara untuk melaksanakan kegiatan Semiloka ini.

"WVI berharap Semiloka ini dapat menghasilkan aksi-aksi nyata, strategis, langkah-langkah lanjutan yang berkekuatan hokum untuk melindungi anak-anak melalui percepatan akta kelahiran.

Kegiatan yang dilakukan selama satu hari ini diikuti oleh sekitar 80 peserta dari perwakilan 10 kabupaten/kota di Malut dan menghasilkan rencana aksi dari setiap Kabupaten/kota untuk mempercepat cakupan kepemilikan akta kelahiran. (AN/KT)

Sumber : ANTARA
BERITA LAINNYA

Tukang Ojek ‘Tukang Perkosa’ Akhirnya Dibui

Jumat, 20 Oktober 2017, 01:00 WIB

Polisi Diminta Ungkap Pelaku Pemerkosaan

Kamis, 19 Oktober 2017, 23:44 WIB

Pawai Promosi Festival Meti Kei Ricuh

Kamis, 19 Oktober 2017, 23:34 WIB

Bentrok di Unpatti Dua Mahasiswa Terluka

Kamis, 19 Oktober 2017, 23:30 WIB