Menu
Kamis, 23 November 2017
default Caption

TERNATE-Partai Demokrasi Per­juangan Indonesia (PDIP) tampil sebagai pemenang dalam pemilu 2014 di Provinsi Maluku Utara. Partai moncong putih ini menyingkirkan Partai Golkar yang lima tahun lalu menjadi pemenang pileg di Maluku Utara. Total perolehan kursi PDI P DPRD provinsi dan 9 kabupaten/kota yakni 41 kursi, disusul Partai Golkar 32 kursi.

Hal ini sesuai dengan hasil pleno penetapan perolehan kursi dan calon terpilih yang diplenokan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara di Hotel Bella International, beberapa hari lalu.

PDI Perjuangan di Kota Ternate berhasil meraih suara terbanyak kedua, di bawa Partai Golkar dengan raihan 12.484 suara. 

Tetapi, PDIP unggul atas Partai Golkar dalam urusan kursi yakni meraih 4 kursi, sekaligus menempatkan kadernya sebagai Ketua DPRD Kota Ternate. Sedangkan Partai Golkar harus puas sebagai wakil ketua bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Untuk Partai NasDem yang juga partai baru tak kalah bersaing. Di Kota Ternate Partai Nasdem mampu meraih 3 kursi, PKB 2 kursi, PKS 2 kursi, sementara PDI-P meraih satu fraksi penuh dengan 4 kursi. Untuk Partai Golkar hanya mampu meraih 3 kursi, Partai Gerindra 2 kursi, Partai Demokrat 3 kursi, PAN 2 kursi, PPP juga meraih satu fraksi penuh 4 kursi, Hanura 2 kursi, PBB 2 kursi, se­dangkan PKPI hanya meraih 1 kursi.(lihat tabel di hal 4,5,6 dan 7)

Untuk Kota Tidore Ke­pu­lauan terdiri dari tiga dapil mem­perebutkan 25 kursi. Partai Golkar meraih suara terbanyak dengan raihan 10.051 suara, sekaligus menempatkan 4 kadernya di parlemen. Partai Nasdem meraih 3 kursi, PKB 2 kursi, PKS 1 kursi, PDI-P 3 kursi, Gerindra 2 kursi, Demokrat 3 kursi, PAN 2 kursi, PPP 2 kursi, Hanura 1 kursi, PBB 2 kursi, sementara PKPI tidak memperoleh satu kursipun di Kota Tidore Kepulauan.

Kabupaten Halmahera  Tengah (Halteng) merebutkan 20 kursi, dimana PDI Perjuangan PDI-P meraih 10 kursi, sementara sisa kursi lainnya diraih oleh Partai Nasdem 1 kursi, Partai Golkar 3 kursi, Partai Gerindra 2 kursi, Partai Hanura 2 kursi, dan PBB 2 kursi. Sedangkan PKB, PKS, PAN, PPP dan PKPI tidak memperoleh kursi. 

Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Haltim yang menyediakan 20 kursi, dimana PDIP menyabet 7 kursi. Untuk Partai Nasdem meraih 1 kursi, PKS 1 kursi, Partai Golkar 2 kursi, Partai Gerindra 2 kursi, Partai Demokrat 2 kursi, PAN 2 kursi, PPP 1 kursi, Partai Ha­nura 2 kursi, dan PKPI 1 kursi, sementara PKB dan PBB tidak meraih kursi.

Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) merebut 30 kursi dari lima dapil, dimana Partai Golkar berhasil meraih kursi terbanyak dengan raihan 5 kursi. Sedangkan PKS yang lima tahun lalu mendominasi kursi harus puas dengan raihan 4 kursi, disusul Partai Nasdem 4 kursi, PKB 3 kursi, PDI-P 2 kursi, Gerindra 3 kursi, Demokrat 3 kursi, PAN 3 kursi, Partai Hanura 2 kursi, PKPI 1 kursi, sementara PBB dan PPP tidak memperoleh kursi di Kabupaten Halsel.

Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) dari 25 kursi, PDI-P menempatkan kadernya di parlemen sebanyak 6 kursi alias satu fraksi lebih. Untuk Partai Nasdem hanya meraih 1 kursi, PKB 3 kursi, PKS 1 kursi, sementara Partai Golkar meraih 3 kursi, Partai Gerindra 4 kursi, Partai Demokrat 3 kursi, PAN 1 kursi, Partai Hanura 2 kursi, PKPI 1 kursi, sementara PPP dan PBB tidak memperoleh kursi.

Di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Partai Golkar masih mendominasi suara terbanyak. Dari 25 kursi di parlemen, Partai Golkar meraup 6 kursi, disusul PDI Perjuangan 5 kursi, Partai Nasdem 2 kursi, PKB 1 kursi, PKS 2 kursi, Partai Gerindra 3 kursi, Partai Demokrat 3 kursi, PPP 1 kursi, Hanura 2 kursi, PBB 1 kursi, PAN dan PKPI tidak memperoleh kursi.

Kabupaten Pulau Morotai tersedia 20 kursi dari tiga dapil. Di kabupaten ini Partai Nasdem memperoleh 2 kursi, PKB 1 kursi, PKS 3 kursi, PDI-P 3 kursi, Partai Golkar 3 kursi, Partai Gerindra 1 kursi, Partai Demokrat 2 kursi, PAN 1 kursi, PPP 1 kursi, Partai Hanura 2 kursi, sedangkan PBB tidak memperoleh kursi dan sementara  PKPI meraih 1 kursi.

Kabupaten Halmahera Uta­ra (Halut), lima tahun lalu dido­minasi oleh Partai Golkar, harus merelakan kursi pimpinan dewan ke Partai Demokrat. 

Bahkan, partai pohon beringin ini tidak mampu meraih kursi ketua dan wakil ketua karena kalah bersaing dengan PKPI yang meraih 11.560 suara, sekaligus menempatkan tiga wakilnya di DPRD dan Hanura meraih 11.528 suara, sekaligus merebut 3 kursi. Sedangkan Partai Golkar meraih 3 kursi, tetapi kalah dalam jumlah suara di pemilu dengan meraih 10.529 suara.

Disusul Partai Nasdem mem­peroleh 2 kursi, PKB 1 kursi, PKS 1 kursi, PDI-P 2 kursi, Partai Gerindra 3 kursi, PAN 1 kursi, PPP 1 kursi,  dan PBB 1 kursi.(put/mls)

BERITA LAINNYA

Kecermatan dalam Memilih Kata

Rabu, 22 November 2017, 01:24 WIB

3 Negara Lirik Pelabuhan Kontainer Tulehu-Waai

Rabu, 22 November 2017, 01:20 WIB

Bau Korupsi “Sampah” Terkuak di Pemkot Ambon

Rabu, 22 November 2017, 01:16 WIB

Ambon Disiapkan Jadi Sentra Ikan Hias Laut

Rabu, 22 November 2017, 01:12 WIB

Cemburu, Tukang Ojek Bakar Salon Waria

Rabu, 22 November 2017, 01:11 WIB

Jantje Ciptabudi Caretaker FISIP Unpatti

Rabu, 22 November 2017, 01:07 WIB