Menu
Kamis, 23 November 2017
Ilustrasi

KABARTIMUR.co.id,AMBON- Sebagai petahana, Said Assagaff dinilai masih sangat kuat pada Pilkada Maluku tahun 2018.

Namun, Assagaff bisa saja tumbang pada pesta demokrasi lokal lima tahunan itu jika head to head atau satu lawan satu. Itu bisa terjadi jika gubernur Maluku tersebut hanya memainkan isu-isu dan visi-misi yang tidak mampu dirasionalisasikan di masyarakat.

Penilaian itu disampaikan pengamat politik dari Universitas Pattimura (Unpatti) Said Lestaluhu.

Jika satu lawan satu terjadi pada Pilgub, Assagaff sebagai petahana ksts fis, memiliki tugas berat untuk tetap mempertahankan basis dukungannys.

"Kalau satu lawan satu, masyarakat hanya ada dua pilihan. Dengan perkembangan sekarang, masyarakat sudah sangat cerdas untuk memilih pemimpin. Untuk itu jika petahana hanya memainkan isu biasa yang dianggap tidak menjanjikan, bahkan tidak mampu dirasionalidasikan, bisa saja beliau akan tumbang," jelas Lestaluhu yang dihubungi Kabar Timur, kemarin.

Sebagai incumbent, lawan politik akan melihat dari sisi sensitif untuk dapat mengalahkan petahana. "Jika tidak kuat dalam mengendalikan situasi politik nantinya, peluang menang akan dimanfaatkan lawan sang petahana untuk mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat," jelasnya.

Berbeda dengan Lestaluhu, pengamat politik Johan Tehuayo mengatakan, jika terjadi head to head, antara Assagaff dan Murad Ismail, Assagaff masih mengungguli kekuatan basis Murad. Assagaff dinilai masih  memiliki modal sebagai  seorang petahana pada Pilgub Maluku mendatang.

"Kalau antara Pak Murad dan Pak Said. Kekuatan Pak Said masih diatas. Dengan sejumlah prestasinya selama lima tahun kepemimpinanya. Sejumlah pembangunan di Maluku yang sangat signifikan juga, akan menjadi tolok ukur kepada masyarakat untuk mempertahankan beliau," jelas dosen Fisip Unpatti ini, kemarin.

Dengan rekomendasi partai politik yang mengarah kepada dua kandidat itu, Said dan Murad memiliki kekuatan politik yang sangat berimbang di konstentasi Pilgub Maluku. Murad sebagai pendatang baru di Pilgub mampu mengejutkan publik dengan mengantongi sejumlah rekomendasi parpol.

"Kalau kita lihat dari sejumlah rekomendasi partai, Pak Murad mampu menyaingi Pak Assagaff dari sisi kekuatan politik. Tinggal menunggu rekomendasi PDI Perjuangan saja yang diprediksi  menguat ke  Pak Murad dan Demokrat yang menguat ke Assagaff," paparnya.

Namun, Komandan Korps Brimob Polri yang mengantongi lebih banyak rekomendasi Parpol dibandingkan pejawat diakui belum bisa mengalahkan nilai-nila figur yang dimiliki Assagaff. Sebab dalam proses yang sedang berjalan sang petahana merupakan tokoh yang sudah memiliki angka kepopuleran tinggi dibandingkan dengan kandidat lain.

"Petahana ini pernah menjadi wakil gubernur dan juga sekarang adalah Gubernur Maluku. Beliau sudah merupakan salah satu tokoh yang sangat diminati masyarakat Maluku saat ini. Dan menurut saya dibandingkan dengan sejumlah kandidat calon lain, Assagaff masih sangat kuat dan sulit untuk dikalahkan," kata Tehuayo. (MG5)

BERITA LAINNYA

Kecermatan dalam Memilih Kata

Rabu, 22 November 2017, 01:24 WIB

3 Negara Lirik Pelabuhan Kontainer Tulehu-Waai

Rabu, 22 November 2017, 01:20 WIB

Bau Korupsi “Sampah” Terkuak di Pemkot Ambon

Rabu, 22 November 2017, 01:16 WIB

Ambon Disiapkan Jadi Sentra Ikan Hias Laut

Rabu, 22 November 2017, 01:12 WIB

Cemburu, Tukang Ojek Bakar Salon Waria

Rabu, 22 November 2017, 01:11 WIB

Jantje Ciptabudi Caretaker FISIP Unpatti

Rabu, 22 November 2017, 01:07 WIB