Menu
Sabtu, 18 November 2017
IST

KABARTIMUR.co.id,AMBON - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, dalam waktu dekat  mengumumkan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Maluku.  Skenario, kotak kosong masih jalan.

Murad Ismail, disebut-sebut memiliki peluang besar direkomendasikan PDI Perjuangan untuk maju sebagai calon Gubernur Maluku. “Hanya nama Murad Ismail, saat ini yang memiliki peluang direkomendasi,” sebut salah satu politisi di DPP PDI Perjuangan, kepada Kabar Timur, kemarin.

Menurut dia, saat ini DPP PDI Perjuangan, tengah menggodok siapa kader partai yang akan mendampingi Murad. “Kalau pak Edwin Huwae tidak lagi dibahas karena Golkar sudah rekomendasikan Said Assagaff-Andre Rentanubun. Pintu PDI Perjuangan sudah tertutup bagi Assagaff-Huwae,’’jelasnya.

Soal siapa kader yang berpeluang menggandeng Murad,dia enggan berkomentar. “Yang pasti  kader PDI Perjuangan akan dampingi Murad, di Pilkada Maluku, nanti,’’tandasnya. Terpisah, Ketua tim penjaringan gubernur DPD PDI Perjuangan Maluku, Hendrik Sahureka mengaku, pihaknya belum mengetahui siapa yang diusung. “Kita belum tahu siapa yang diusung. Sebagai kader partai menunggu saja. Yang pasti siapa yang diusung kita siap mendukung,’’kata Sahureka ketika dihubungi Kabar Timur, kemarin.

Soal peluang Murad diusung PDI Perjuangan, dia mengaku, tidak mendapat informasi resmi soal peluang Murad di PDI Perjuangan. “Soal peluang pak Murad saya belum mendapat informasi. Ibu Mega (Ketua umum DPP PDI Perjuangan) yang tahu,’’jelasnya.

Namun, dia menegaskan, sesuai prediksinya pasti kader partai diputuskan merebut kursi gubernur atau wakil gubernur. “Filing saya formula kader dan non kader. Non kader dan kader atau kader dan kader,’’jelasnya.

Dia mencontohkan, jika Murad diusung PDI Perjuangan, bisa menggandeng Luki Wattimury atau Evert Kermite. “Bisa juga saya. Intinya, kalau pak Murad  diusung kader PDI Perjuangan pasti mendampingi,’’tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Maluku, Evert Kermite mengaku, sesuai konfirmasi dengan DPP PDI Perjuangan, pengumuman balon gubernur Maluku ditunda.’’Memang dijadwalkan 11 November, tapi diundur hingga minggu depan,’’kata Kermite ketika dihubungi kemarin. Atas dasar itu, dia menghimbau kepada para pengurus maupun kader partai agar melakukan persiapan untuk menyambut rekomendasi.

Soal siapa yang berpeluang diusung PDI Perjuangan, dia mengaku, ada nama Murad, Tagop Soulisa, Barnabas Orno, dan Herman Koedoeboen.’’Nah, kalau pak Murad  diusung, tentu wakilnya dari PDI Perjuangan. Itu komposisi non kader dan kader. Non kader sebagai gubernur dan kader sebagai wakil gubernur,’’paparnya.

Lantas, peluang Assagaff di PDI Perjuangan, dia mengaku, Golkar resmi mengusung Assagaff-Rentanubun. “Itu berarti publik sudah tahu kalau siapa yang akan diusung DPP PDI Perjuangan,’’sebutnya.
Ketika disinggung PDI Perjuangan kemungkinan mengusung Assagaff-Huwae, dia mengaku, Golkar sudah final bagi Assagaff-Rentanubun. “Kecuali ada perubahan sehingga Rentanubun batal mendampingi pak Assagaff. DPP Golkar sudah mengancam kalau tidak mendukung Assagaff-Rentanubun diberikan sanksi tegas,’’tandasnya.

Atas dasar itu, dia berharap, kader PDI Perjuangan agar realistis dengan dinamika yang ada. “Memang benar pintu PDI Perjuangan sudah tertutup bagi pak Assagaff,’’tandasnya.

SKENARIO KOTAK KOSONG

Skenario kepentingan “blok masela” untuk jadikan Demokrasi Pilgub Maluku dengan kotak kosong bisa jadi bakal berjalan mulus. Setidaknya, Calon incumbent, hingga saat ini baru final satu parpol yakni Golkar. Sementara PKS, yang sudah merapat dan dipastikan bakal jalin koalisi mengungsung petahana kabar terakhir mulai bergerak.

“PKS belum final. Masih mungkin berubah dan tidak ke incumbent,”sebut salah satu kader PKS dari Kota Tual  kepada Kabar Timur, Kamis, kemarin. Menurutnya, sejak diumumkan PKS ke incumbent beberapa lalu progres tidak jalan, karena incumbent sibuk berburuh PDI perjuangan untuk berkoalisi, sebutnya.

“Ada optimisme begitu besar Pak Assagaf untuk berkoalisi dengan PDI Perjuangan. Tapi, setahu kami PDIP sudah menyiapkan figur lain dan itu bukan Said Assagaf,”sebut polisi yang kerap mondar mandir Tual-Jakarta itu. Dia memastikan, bila progres dukungan rekomendasi PKS ini masih terus seperti ini, tidak menutup kemungkinan skenario kotak kosong masih memungkinkan dapat terjadi di Pilkada Maluku.

“Yang saya tahu, kalau Partai kami (PKS), bergeser dukungan rekomendasi Golkar tidak memenuhi syarat pencalonan dan mesti ada koalisi. Sementara faktanya sebagian besar Parpol sudah clear ke kandidat Murad Ismail.  Yang saya tahu dan pahami seperti itu,” sebutnya.

Selain itu, dia mengaku, optimisme kandidat incumbent akan mendapat rekomendasi PDI Perjuangan sebetulnya yang bersangkutan telah masuk jebakan politik yang dilakoni orang-orang yang inginkan Pilkada Maluku lawan kotak kosong.

“Pemahaman saya seperti itu. Sebab jauh-jauh hari sebelum itu telah ada komunikasi ditingkat DPP Golkar dan PDIP. Komunikasi itu tidak jalan, karena Golkar tetap ingin usung incumbent yang juga kader.  Tapi trik politik goalkan kotak kosong tetap jalan, dan calon incumbent saya lihat makin terjepit karena optimisme dapat PDIP,” sebutnya.

Disisi lain, incumbent meragukan pasangan yang direstui DPP Golkar, yakni Bupati Malra Andre Rentanubun. Itu bisa terlihat sejak direkomendasi Golkar, bahkan PKS tampak pasangan ini seperti adem ayem. (KTM/KOE)

BERITA LAINNYA

Mantan Kadis Infokom Disidang Berbelit-Belit

Rabu, 15 November 2017, 09:35 WIB

SU Pemain Proyek, Sebelum Tersandung Korupsi

Rabu, 15 November 2017, 00:47 WIB

PDIP Usung Pasangan "Kombinasi"

Rabu, 15 November 2017, 00:44 WIB

Informasi Tsunami, Warga MBD Mengungsi

Rabu, 15 November 2017, 00:42 WIB

Koruptor Kas Daerah SBB Dituntut Dua Tahun Bui

Rabu, 15 November 2017, 00:39 WIB

Haji Hayun TKBM Yos Sudarso Terancam Dilengserkan

Rabu, 15 November 2017, 00:38 WIB