Menu
Sabtu, 18 November 2017
IST

SEKAPUR SIRIH
 
Mayjen TNI Doni Monardo merupakan Pangdam XVI/Pattimura yang ke- 15, lahir di cimahi Jawa barat tanggal 10 mei 1963. Putera dari pasangan Letkol Nasrul Saad dengan Roeslina ini, sejak kecil sudah berpindah-pindah ke beberapa daerah mengikuti pekerjaan orang tua sebagai polisi militer. Dari cimahi pindah ke Meulabouh Aceh Barat kemudian pindah ke Lhouksomawe lalu menetap di Banda aceh sampai tingkat SMP. Pada tahun 1975, pindah ke daerah asal padang Sumatera barat. Menyelesaikan SMA 1 Padang pada tahun 1981 kemudian melanjutkan pendidikan ke AKABRI dan lulus tahun 1985. Penempatan pertama langsung pada Komando Pasukan Khusus atau Kopassus tahun 1986 sampai dengan 1998. Selama di Kopassus beliau pernah ditugaskan ke Timor-timur, Aceh dan daerah lainnya.

Pada tahun 1992, Doni menikah dengan Santi ariviani dan dikaruniai tiga orang anak yakni Azzianti Riani Monardo, Reizalka Dwika Monardo dan si Bungsu Adelwin Azel Monardo. Pada tahun 1999 hingga 2001 lelaki yang suka kegiatan menembak dan beladiri ini ditugaskan pada batalyon raider di Bali. Kemudian ditarik kembali di Paspampres hingga tahun 2004, lalu mengikuti pelatihan counter terrorism yang dilaksanakan di korea selatan. Pada tahun 2005 sampai dengan 2006 dtugaskan di Aceh dan kembali ditarik ke Jakarta bergabung dengan Paspampres. Pada tahun 2006 beliau dipercayakan menjadi Komandan Brigade Linud 3/Kostrad yang bermarkas di Kariango Makassar Sulawesi selatan. Salah satu program yang hingga kini dikenang masyarakat Makassar adalah penghijauan beberapa kawasan tandus di Sulawesi selatan termasuk di sekitar Bandara Internasional Hassanudin. Dari Makassar beliau dipromosikan menjadi Dan Grub A Paspampres hingga 2010. Selama bertugas mengawal orang nomor satu di Republik Indonesia saat itu Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, sudah mengikuti kunjungan presiden ke 27 negara di dunia. Dari Paspampres kemudian diberikan kepercayaan menjadi Danrem 061 Surya Kencana Bogor. Pengalaman yang begitu panjang diberbagai daerah menjadi modal dalam mengamankan daerah penyangga ibukota tersebut.  Hanya beberapa bulan menjadi Danrem di Bogor, beliau diberi kepercayaan menjadi Wadan Kopassus. Salah satu tugas yang melambungkan namanya adalah ketika ditugaskan Presiden SBY menjadi wakil komandan satuan tugas untuk pembebasan kapal MV. Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak Somalia. Tugas ini berhasil dilaksanakan, bersama pasukan mariner perompak ditembak mati dan sebanyak 62 ABK sinar kudus berhasil diselamatkan. Atas keberhasilan itu pangkat beliau dinaikan setingkat menjadi brigadier Jenderal. Bulan April 2012, mengikuti pendidikan PPSA XVIII di Lemhanas. Baru empat bulan di Lemhanas kemudian dipromosikan menjadi Danpaspampres. Setelah menjabat Danpaspampres Mayjen TNI Doni Monardo dipercayakan untuk menjabat sebagai Danjen Kopassus membawahi pasukan corps baret merah dan tepatnya pada tanggal 31 Juli 2015 menjabat sebagai Pangdam XVI Pattimura menggantikan Mayjen TNI Wiyarto S.Sos (Sumber Buletin Gema Pattimura,2015)

Merajut Kebersamaan Dalam Semangat Orang Basudara

Jumat, 7 Agustus 2015 Mayjen TNI Doni monardo resmi bertugas sebagai Pangdam XVI Pattimura. Upacara penerimaan Mayjen Doni Monardo dan pepelepasan Mayjen TNI Wiyarto dilaksanakan secara sederhana di Makodam pattimura. Upacara penerimaan dimulai pada pukul 08.00 wit. saat memasuki markas Kodam, Mayjen Doni didampingi isteri dikalungi syal khas Maluku, setelah itu dengan diiringi Mars Kodam Pattimura, Doni menyalami para anggota dan pegawai Kodam . setelah beberapa saat, kemudian dilakukan upacara penerimaan dan pelepasan yang bertempat di Aula Makodam Pattimura. Mayjen Doni dan Mayjen Wiyarto secara bergantian mencium Pataka Kodam XVI Pattimura dan menandatangani buku penerimaan dan pelepasan. Upacara kemudian berlanjut di halaman Makodam Pattimura yang diikuti para perwira TNI dari TNI AD, AL, dan AU, Perwira polisi, Jajaran Kodam Pattimura. Hadir juga para tamu undangan pada upacara tersebut. Acara ditutup dengan defile pasukan dari berbagai unit di kodam XVI Pattimura, upacara defile tersebut juga disaksikan masyarakat setempat. Untuk diketahui bahwa Kodam XVI pattimura meliputi 2 provinsi yakni Maluku dan Maluku utara.

Setelah menjabat sebagai Pangdam XVI Pattimura, langkah pertama yang dilakukan oleh Pangdam Doni adalah memperkenalkan diri dengan melakukan silahturahmi dengan berbagai kalangan baik Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, tokoh pemuda, akademisi, media dan lainnya. Pengalaman mengenyam pendidikan diberbagai sekolah dan daerah. Pangdam XVI pattimura ini sangat mengerti dan menghargai keberagaman dan perbedaan yang ada, hal ini memudahkan beliau dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab diberbagai daerah. Meningkatkan kualitas komonikasi menjadi poin penting dalam setiap kunjungannya. Sebagaimana disampaikan Uskup Amboina bahwa pendekatan kekeluargaan dengan menggunakan hati akan lebih efektif daripada melalui cara lainnya, yang Pangdam lakukan saat ini sangatlah tepat. Dalam setiap kunjungan silahturahminya ada 3 hal mendasar yang selalu ditekankan guna merajut kerukunan dan perdamaian secara alami di Maluku dan Maluku utara ,yang pertama adalah membangun kepercayaan masyarakat terhadap Tentara yakni menerapkan program 4 S (Senyum, Sapa, salaman dan silahturahmi) yang kedua membangun kemitraan yang setara sesama lembaga pemerintah, akademik dan social serta lembaga keagamaan. Yang ketiga membantu pemerintah daerah dalam upaya memberdayakan masyarakat sebagai bentuk kemanunggalan TNI-Rakyat dan konstribusi TNI dalam mendukung program pemerintah. Selain itu Pangdam doni pun melakukan silahturahmi ke beberapa kantor media cetak dan elektronik di wilayah Ambon dan disambut baik oleh pimpinan dan para staf masing-masing media tersebut. Pangdam menyampaikan bahwa peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi, edukasi dan provokasi damai kepada masyarakat sehingga dapat merajut kerukunanan dan perdamaian yang terjalin harmonis antar masyarakat. selain itu dalam era modern saat ini peran media sangatlah besar yang mampu memberikan konskwensi terhadap kehidupan social, politik, ekonomi dan budaya masyarakat, peran media massa selain untuk pemberitaan kepada masyarakat juga berperan aktif dalam pembentukan opini public terkait berbagai kehidupan social kemasyarakatan. Kegiatan silahturahmi yang dilakukan oleh pangdam Doni mendapat apresiasi positif dari semua kalangan masyarakat yang berjalan dalam suasana kekeluargaan dan keakraban sehingga lebih mendekatkan masyarakat dengan Pangdam XVI pattimura ini.

MEMBANGUN MALUKU DENGAN POTENSI LOKAL DAERAH (EMAS BIRU DAN EMAS HIJAU)
Setelah tiba di Kota ambon, Mayjen TNI Doni monardo begitu terkesima dengan keindahan dan potensi wilayah Maluku yang menyimpan kekayaan alam di darat maupun di laut yang begitu besar. Di jamannya Maluku sudah terkenal dengan cengkeh dan palanya yang menjadi incaran bangsa-bangsa eropa, selain itu kekayaan di lautpun tak kalah potensialnya, laut banda pernah dieksploitasi oleh nelayan tuna jepang (Banda sea Agreament), dan Laut banda sampai saat ini menjadi daerah breading, nursery,feeding dan fishing groundnya yellowfin Tuna. untuk sektor kelautan dan perikanan Secara Nasional Propinsi Maluku memiliki peran penting dan strategis, hal ini disebabkan karena pemanfaatan potensi perikanan tangkap Indonesia sebesar 27 % (3,5 juta ton) berada pada wilayah perairan Provinsi Maluku. Potensi Perikanan tangkap nasional sesuai data dari Kementerian kelautan dan perikanan tahun 2017 mencapai 12.5 juta ton. Maluku terdapat 3 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Yang sangat potensial berada pada Perairan Laut Maluku Yakni Laut Banda, Laut Seram dan Arafura. Dilain sisi Untuk pemanfaatan potensi pertanian, perkebunan dan peternakan masih memiliki peluang dalam meningkatkan pendapatan, membuka lapangan kerja baru di Maluku. Ada 2 pulau besar yakni pulau Seram dan Buru yang memiliki lahan pertanian yang potensial selain pulau-pulau lainnya. Kekayaan alam yang begitu besar harus diimbangi pengelolaannya dengan kondisi kearifan local dan Budaya masyarakat Maluku yang variatif. kejayaan masa lalu sebagai lumbung rempah dan Lumbung Ikan Tuna dunia harusnya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan  melalui pendekatan ekonomi dengan memanfaatkan kondisi geografis wilayah daratan (92,4 %) dan lautan (7,6 %) Maluku yang begitu potensial melalui sektor perikanan, pertanian, perkebunan, kehutanan dan peternakan.

Tanpa menunggu waktu lama, setelah melakukan kunjungan ke beberapa wilayah pada provinsi Maluku dan Maluku utara dan dengan melihat potensi Sumberdaya alam yang begitu besar. Pangdam Doni kemudian membuat program pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan Keamanan dan kesejahteraan. Program Emas Biru Meliputi kegiatan di sector kelautan dan Perikanan, dan Program emas hijau meliputi pertanian, perkebunan, kehutanan dan peternakan. Pada tanggal 10 – 21 September 2015 dilakukan pelatihan Budidaya Kelautan pertanian dan kehutanan yang bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia yang diikuti oleh 100 orang peserta dari unsur masyarakat, pemuda, TNI dan Polri. Kemudian pada tanggal 20 Oktober – 4 November 2015 dilakukan pelatihan tahap kedua yang bekerjasama dengan Jamkrindo yang diikuti 150 orang peserta keterwakilan Masyarakat dari Maluku dan Maluku utara. Ini awal mulanya kegiatan program emas biru dan emas hijau terus digalakan sebagai salah satu bentuk konstribusi TNI via Kodam XVI Pattimura membantu pemerintah daerah memberdayakan masyarakat guna menekan angka kemiskinan dan pengganguran serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat serta membuka lapangan kerja yang nantinya akan berefek pada naiknya tingkat kesejahteraan dan berbanding lurus dengan keamanan wilayah. Karena jika seseorang lapar akan menjadi marah ( Hungry Man Become Angry man) jika ini bisa diminimalisir maka kesenjangan social antar wilayah dapat diatasi dan akan bedampak positif bagi kerukunan, Keamanan dan kedamaian Maluku kedepan. Sejak program ini digulirkan sudah banyak pejabat Negara yang berkunjung ke ambon dan melihat areal Pengembangan Program emas biru dan emas hijau diantaranya Presiden  Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan beberapa menteri lainnya.

Selain itu program emas biru dan emas hijau yang digalakan adalah akselarasi antara Kegiatan Serbuan Terotorial TNI yang bersinergi dengan pemerintah daerah serta masyarakat dalam mengaplikasikan kegiatan program pemberdayaan nyata di lapangan. serbuan terotorial sendiri  merupakan upaya pembinaan terotorial dengan mengadakan kegiatan yang benar-benar dapat langsung menyentuh kebutuhan masyarakat yang dilakukan secara massive dan tersebar melibatkan banyak prajurit TNI di seluruh pelosok NKRI yang kemudian dikalaborasikan dengan program-program internal TNI maupun pemerintah di berbagai bidang seperti Ketahanan Pangan, Penghijauan, kesehatan dll. Jika ini dilakukan secara terarah, terpadu dan berkelanjutan pastinya Maluku akan keluar dari zona kemiskinan yang mendera dimana sampai saat ini masih berada pada posisi urutan keempat provinsi termiskin di Indonesia. Banyak pihak yang terus memberikan apresiasi positif terhadap implementasi program tersebut.  selain dengan BRI dan Jamkrindo, tetapi lewat BNI, Pertamina, Telkomsel dan Perseroan Terbatas lainnya yang dibawah naungan kementerian BUMN pun mendukung dan turut membantu program pemberdayaan yang dilaksanakan oleh Kodam XVI Pattiimura.

Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Kodam XVI / Pattimura melalui pemasangan Keramba Jaring Apung yang sudah berjalan selama dua tahun terakhir di berbagai tempat. di sekitar Pulau Ambon dan Seram yang terdata sekitar 160 petak keramba, serta ada juga Keramba Tancap dan juga keramba teluk pada pulau lifmatola kepulauan sanana. untuk benih yang sudah disalurkan sebanyak 58.980 ekor dari berbagai jenis ikan kerapu, ikan kakap dan ikan bubara. Untuk kegiatan emas Hijau, Kegiatan yang dilaksanakan dengan pembibitan berbagai jenis pohon diantaranya Pohon keras sebanyak 13.404, Buah-buahan 19.491, rempah-rempah 14.669 selain itu untuk peternakan ada 750 ekor kambing. melalui implementasi program emas biru dan emas hijau pattimura masyarakat semakin diberdayakan. Oleh karena itu peran dan partisipasi seluruh elemen Negara baik pemerintah, TNI/Polri , dan seluruh stakeholder lainnya sangat diperlukan dalam upaya pengentasan kemiskinan demi kemajuan daerah, bangsa dan Negara dengan memanfaatkan seluruh potensi sumberdaya yang ada, baik sumberdaya manusia dan sumberdaya alam yang terkandung didalamnya. Dampak yang dihasilkan dari implementasi program emas biru dan emas hijau adalah Perdamaian atau biasa disebut emas putih, Karena jika masyarakat telah terjamin kualitas hidupnya yang terlihat dari sisi meningkatnya tingkat pendapatan, terbukanya lapangan pekerjaan, terpenuhinya tingkat pendidikan dan penghidupan yang layak maka pastinya akan meminimalisir terjadinya konflik di dalam masyarakat akibat kesenjangan dan kecemburuan social antar negeri dan wilayah serta merupakan upaya Menciptakan kerukunan, keamanan dan perdamaian . selain itu untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Maluku ke tingkat nasional dan dunia, Kodam XVI Pattimura melalui kegiatan  lomba aquathlon yang telah dilaksanakan di 3 tempat yang berbeda yakni Nusalaut, Salahutu dan Saparua sangat memberikan efek yang positif dalam membangkitkan sector pariwisata bahari Maluku kedepan.

TERIMA KASIH DAN LANJUTKAN PANGDAM DONI
     Sebagai Bagian dari Anak Muda Maluku saya (Penulis) mengucapkan banyak terima kasih kepada Pangdam Doni yang melalui program emas biru dan emas hijau melalui pendekatan keamanan dan kesejahteraan selama 2 tahun berjalan ini  telah membantu pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakatny, Program tersebut harus terus dilanjutkan dan berkesinambungan. Pesan sentral yang selalu disampaikan Pangdam adalah Pertahanan Negara yang hebat dan kuat adalah rakyat yang sejahtera.  Kesejahteraan masyarakat adalah kunci dari kerukunan dan perdamaian yang hakiki. Kita harus banyak belajar dari sang Jenderal yang smart,bersahaja dan merakyat  ini. Seorang tokoh militer, bukan anak Maluku tetapi Dedikasi, Komitmen, dan Konsistensi untuk memajukan serta mensejahterakan masyarakat Maluku sangatlah patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi pemimpin lainnya, kunci keberhasilan pembangunan suatu daerah adalah kemampuan leadership pemimpinnya. Dan memimpin itu harus dengan Hati yang Tulus dan Ikhlas untuk kemajuan Negeri.  

Semoga karir Pangdam XVI Pattimura ke-15  kedepan semakin berkilau, sekilau emas biru dan emas hijau yang terpencar dari ujung timur negeri seribu pulau Maluku Manise. (**)

BERITA LAINNYA

Mantan Kadis Infokom Disidang Berbelit-Belit

Rabu, 15 November 2017, 09:35 WIB

SU Pemain Proyek, Sebelum Tersandung Korupsi

Rabu, 15 November 2017, 00:47 WIB

PDIP Usung Pasangan "Kombinasi"

Rabu, 15 November 2017, 00:44 WIB

Informasi Tsunami, Warga MBD Mengungsi

Rabu, 15 November 2017, 00:42 WIB

Koruptor Kas Daerah SBB Dituntut Dua Tahun Bui

Rabu, 15 November 2017, 00:39 WIB

Haji Hayun TKBM Yos Sudarso Terancam Dilengserkan

Rabu, 15 November 2017, 00:38 WIB