Menu
Sabtu, 18 November 2017
Aisah Asnawi

Oleh: Aisah Asnawi (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura)

Perhelatan akbar Tour de Moluccas 2017 yang dilaksanakan tanggal 18-22 September 2017 baru saja berakhir. Ini merupakan tahun pertama Maluku menyelanggaran event olah raga sepeda berskala internasional. Para atlet sepeda dari 20 negara selama lima hari menyusuri indahnya alam Maluku. Perhelatan TdM 2017 ini dibagi dalam lima etape yaitu Piru-Masohi (179,7 km), Waipia-Bula (212 km), Bula-Wahai (153,8 km), Masohi-Kairatu (142,4 km), hingga rute Pantai Namalatu-Ambon (82,4 km). Dengan berbagai event yang sebelumnya dilaksanakan seperti lomba yacht internasional 2017,  Wonderful Sail Indonesia Rally 2017 dan TdM yang baru saja berakhir menandakan Maluku mulai menempatkan diri dalam pariwisata Internasional sebagai destinasi wisata yang layak dikunjungi.

Olahraga dan pariwisata saat ini tidak dapat dipisahkan. Sport tourism merupakan salah satu diversifikasi dari pariwisata dan merupakan primadona baru untuk mengembangkan pariwisata Indonesia. Saat ini, berbicara tentang pariwisata bukan hanya soal wisata sejarah dan wisata alam tetapi juga wisata olahraga. Menurut Gammon and Robinson (2003) Sport tourism sendiri terbagi dua yaitu hard sport tourism dan soft sport tourism. Contoh dari hard sport tourism adalah penyelenggaraan olimpiade, asean games, sea games, world cup dan event-event besar berskala dunia. Sedangkan untuk soft sport tourism dapat dilihat pada penyelenggaraan pariwisata olehraga yang unsur gaya hidupnya besar seperti golf, hiking, runing, biking dan lainnya.

Beberapa daerah di Indonesia yang sudah sukses menyelenggarakan sport tourism adalah Pemda Sumatera Barat dengan Tour de Singkarak, Pemkab Banyuwangi dengan Tour de Ijen, Kabupaten Flores dengan Tour de Flores, Bali Marathon, Jakarta Marathon dan kegiatan sport tourism lainnya diberbagai daerah. Sport tourism yang sukses merupakan promosi bagi pariwisata daerah tersebut. Media value yang tercipta akibat penyelenggaraan event dua kali lebih efektif karena dipromosikan bukan saja oleh media nasional tetapi juga internasional.

Pengaruh Event Terhadap Citra Destinasi
Banyak penelitian yang menunjukkan pengaruh positif terhadap penyelenggaraan suatu event terhadap citra daerah. Selain image positif, sebuah events juga dapat menghapus efek negatif yang terlanjur melekat pada sebuah kota (Yuan Liu & Chen, 2007), event dapat menyebarkan citra positif terhadap destinasi dan membangun brand kota serta mereposisi citra kota,  serta berpengaruh signifikan dibidang ekonomi (Harris, Jago, Allen, & Huyskens, 2001).

Kaplanidou&Vogt (2010) menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap citra sebuah event terhadap citra destinasi. Lee (2014) juga menyatakan hal serupa, citra sport event secara langsung dan positif mempengaruhi citra destinasi. Semakin tinggi citra dari sport event, maka semakin tinggi nilai yang diberikannya kepada destinasi. Semakin tingginya daya tarik dari destinasi akan mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung berulang kali. Sedangkan penelitian Moon, Kim&Lee (2011) menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara kualitas sebuah event terhadap citra destinasi.

Dalam event olahraga, banyak negara berupaya keras untuk menjadi tuan rumah pada pesta olah raga berskala internasional dengan tujuan untuk meningkatkan citra negara. Setiap negara sangat ingin menjadi tuan rumah perayaan akbar tingkat dunia, namun tidak semua negara terpilih karena melalui seleksi dan kriteria yang sangat ketat.  Indonesia telah mengajukan diri menjadi tuan rumah bersama Thailand pada piala dunia 2036. Efek positif dari penyelenggaraan mega event seperti olimpiade atau piala dunia adalah peningkatan citra dan branding negara, perekonomian serta iklim investasi.

Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa citra dari event yang dilaksanakan pada akhirnya akan meningkatkan citra dari tempat penyelenggaraan. Kenapa citra event penting? Ketika dalam penyelenggaraan event terdapat kerusuhan atau teror, maka citra destinasi akan terpengaruh. Demikian juga dengan kualitas sebuah event terhadap citra destinasi. Event yang berkualitas akan menjadi media promosi yang baik untuk meningkatkan citra destinasi.

Citra Destinasi Wisata
Tak bisa dipungkiri bahwa pariwisata saat ini menjadi andalan berbagai daerah untuk meningkatkan pendapat. Keunikan alam tidak lagi dapat dijadikan faktor penentu karena tipe geografis dan geologi antar daerah yang hampir sama. Pantai yang indah bukan saja milik Maluku tetapi juga banyak daerah lain di Indonesia. Bahkan Maluku Utara dan Sulawesi Tenggara telah lama menyadari kelebihan ini dan memaksimalkan potensi mereka sehingga terpilih sebagai sepuluh destinasi prioritas atau Bali Baru.  Oleh sebab itu, sebagai konsekuensi dari meningkatnya persaingan dibidang pariwisata, citra destinasi menjadi elemen kunci dalam upaya diferensiasi antar destinasi.

Kontribusi event dalam memperbaiki dan meningkatkan citra destinasi tidak berlangsung seketika. Pengaruh tersebut akan dirasakan dalam jangka panjang karena citra destinasi merupakan proses panjang dan menguras energi. Perlu ekstra perhatian, usaha dan kerjasama terus menerus dari berbagai pihak sebagai stakeholder daerah.  Harus diakui bahwa tidak mudah membangun citra positif pada sebuah destinasi. Citra destinasi dapat diartikan sebagai sejumlah keyakinan, gagasan, dan kesan seseorang tentang destinasi. Kesan tiap orang tentang satu destinasi dapat berbeda. Event ataupun promosi yang dilakukan merupakan salah satu upaya untuk memperkuat dan meningkatkan citra.  

Saat ini apa yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah merupakan hal yang positif. Patut diapresiasi dan sangat bermanfaat untuk menunjukkan eksistensi Maluku sebagai destinasi wisata ditingkat nasional maupun internasional. Terlepas dari segala event dan usaha untuk mempromosikan pariwisata Maluku, hal terpenting yang urgent dilakukan adalah menentukan mau seperti apa pariwisata Maluku kedepannya. Tidak semua kegiatan yang dilakukan di satu daerah untuk menunjang pariwisatanya dapat diterapkan juga di daerah lain. Masing-masing daerah memiliki keunikan dan keunikan tersebut harus menjadi kekuatan dalam mengelola pariwisata. Contoh daerah yang secara spesifik mengkonsepkan pariwisata sesuai dengan kekayaan lokal adalah Lombok. Daerah ini terkenal sebagai destinasi halal dan berhasil memenangkan penghargaan World Tourism Halal 2016, bahkan Lombok menyatakan pariwisata di daerahnya sebagai eco-halal tourism. Selain itu ada juga kabupaten Banyuwangi yang pariwisatanya melesat beberapa tahun ini karena inovasi dari pimpinan daerah sehingga diganjar juara 1 inovasi pariwisata melalui kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan di bidang pariwisata dan penghargaan dari PBB melalui UNWTO. Melihat kemajuan pariwisata Banyuwangi yang luar biasa, tidak terlepas dari konsep culture village tourism yang dikembangkan. Wisatawan mendapatkan pengalaman agro tourism melalui festival padi, festival kopi, panen jeruk atau buah naga yang menjadi andalan sektor pertanian.

Belajar dari pengalaman banyak daerah dalam mengkonsepkan pariwisatanya, semoga kedepan, pariwisata Maluku dapat lebih berkembang dan menjadi leading sektor dalam pendapatan daerah. Perbaikan dan peningkatan fasilitas, sarana, prasarana, sanitasi di destinasi wisata serta infrastuktur harus menjadi perhatian bersamaan dengan promosi daerah. Jika tidak berbenah, sekuat apapun usaha promosi yang telah dilakukan akan terkalahkan oleh bad news lewat word of mouth wisatawan yang kecewa.

Negeri para raja ini memiliki semua definisi tentang keindahan alam. Semoga kita bisa mengambil manfaat tanpa merusak dan meninggalkan keindahan ini untuk dinikmati anak cucu. (*)

BERITA LAINNYA

Mantan Kadis Infokom Disidang Berbelit-Belit

Rabu, 15 November 2017, 09:35 WIB

SU Pemain Proyek, Sebelum Tersandung Korupsi

Rabu, 15 November 2017, 00:47 WIB

PDIP Usung Pasangan "Kombinasi"

Rabu, 15 November 2017, 00:44 WIB

Informasi Tsunami, Warga MBD Mengungsi

Rabu, 15 November 2017, 00:42 WIB

Koruptor Kas Daerah SBB Dituntut Dua Tahun Bui

Rabu, 15 November 2017, 00:39 WIB

Haji Hayun TKBM Yos Sudarso Terancam Dilengserkan

Rabu, 15 November 2017, 00:38 WIB