Menu
Sabtu, 18 November 2017
Evy | Sumber Foto:IST

Oleh: Evy - Kantor Bahasa Maluku

17 Agustus 2017 kemarin, kita baru saja merayakan 72 tahun kemerdekaan negara Indonesia. Hampir sebulan, sejak hari itu, rakyat Indonesia mengumandangkan, merayakan, dan membanggakan 72 tahun bangsa ini bangkit dan berkarya. Termasuk rakyat Maluku yang dengan semangat menaikkan bendera negara dan bendera-bendera hias yang telah dipajang dua minggu sebelum hari besar itu datang. Tak kalah hebat, spanduk-spanduk ucapan selamat yang berdiri di setiap sudut kota Ambon. Suasana kemerdekaan begitu terasa dengan adanya upacara bendera di semua titik penting di Provinsi Maluku. Suasana perayaan kemerdekaan itu sangat dirasakan. Namun, 72 tahun kemerdekaan Indonesia tak mampu memerdekakan bahasa Indonesia di negeri sendiri terutama di bumi raja-raja. Bahkan sudah 89 tahun, sumpah pemuda menyerukan untuk menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia, namun bahasa Indonesia tak pernah dijunjung. 72 tahun bangsa ini merdeka tetapi tak mampu membuat Bahasa Indonesia merdeka. Bahasa indonesia tetap dijajah di negeri raja-raja oleh tradisi “meneruskan kesalahan” dari zaman nenek moyang. Mungkin kalimat ini terdengar kasar, namun inilah fakta yang terjadi di Maluku khususnya di Kota Ambon.

Terjajahnya bahasa Indonesia terlihat dari kalimat-kalimat pada spanduk-spanduk ucapan selamat yang terpajang sejak 17 Agustus 2017 hingga sekarang. Dengan kalimat lain, bahasa Indonesia telah terjajah selama 72 tahun kemerdekaan Indonesia, 82 tahun berdirinya Gereja Protestan Maluku, dan 442 tahun berdirinya Kota Ambon. Setiap tahun itu pula menujukkan setiap kali kesalahan berbahasa Indonesia yang telah dipupuk selama bertahun-tahun. Fakta ini terlihat pada beberapa contoh spanduk. Ucapan selamat pada setiap spanduk bukan hanya memberi selamat untuk bangsa Indonesia, tetapi juga bagi Gereja Protestan Maluku dan Kota Ambon yang hanya berselang sehari perayaan ulang tahunnya setelah hari kemerdekaan. Ada juga beberapa kalimat ucapan selamat yang dipajang di beberapa gerbang desa.

Kalimat-kalimat pada spanduk-spanduk ini menunjukan bahwa sebagian besar masyarakat Maluku terutama mereka yang mendesain dan mencetak setiap spanduk di Kota Ambon belum memahami dengan baik penggunaan bahasa Indonesia. Bila dicermati dengan baik, setiap ucapan selamat di spanduk tersebut tidak memiliki arti ucapan selamat ulang tahun bangsa Indonessia yang berumur 72 tahun atau selamat ulang tahun GPM yang berumur 82 tahun atau selamat ulang tahun Kota Ambon yang telah berumur 442 tahun. Ucapan di spanduk-spanduk tersebut sebaliknya memiliki arti ucapan selamat ualang tahun bagi Bangsa Indonesia yang ke 72 atau selamat ulang tahun bagi GPM yang ke 82 atau ucapan selamat ulang tahun bagi Kota Ambon yang ke 442.  Selain itu berarti, ada bangsa Indonesia ke-1 sampai ke-72 atau ada GPM yang ke-1 sampai ke-82 atau ada Kota Ambon ke-1 sampai ke-442. Selain itu, penggunaan kata “DIRGAHAYU” tidak diikuti dengan angka seperti yang tertulis pada spanduk-spanduk di atas. “DIRGAHAYU” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti “berumur panjang”. Jadi bila ditulis “DIRGAHAYU EVI KE-28” itu berarti “PANJANG UMUR EVI KE-28” atau “DIRGAHAYU KE-72 BANGSA INDONESIA” berarti “PANJANG UMUR UMUR KE 72 BANGSA INDONESIA”.

Namun, pembahasan saya kali ini bukan hanya menunjukkan kesalahan dan penulisan sehingga nantinya terkesan bahwa Kantor Bahasa Maluku hanya mencari kesalahan tanpa memberikan solusi. Maka, pada pembahasan selanjutnya, saya akan membahas tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik saat mengucapkan selamat ulang tahun. (*)

BERITA LAINNYA

Mantan Kadis Infokom Disidang Berbelit-Belit

Rabu, 15 November 2017, 09:35 WIB

SU Pemain Proyek, Sebelum Tersandung Korupsi

Rabu, 15 November 2017, 00:47 WIB

PDIP Usung Pasangan "Kombinasi"

Rabu, 15 November 2017, 00:44 WIB

Informasi Tsunami, Warga MBD Mengungsi

Rabu, 15 November 2017, 00:42 WIB

Koruptor Kas Daerah SBB Dituntut Dua Tahun Bui

Rabu, 15 November 2017, 00:39 WIB

Haji Hayun TKBM Yos Sudarso Terancam Dilengserkan

Rabu, 15 November 2017, 00:38 WIB