Menu
Kamis, 23 November 2017
ILUSTRASI

KABARTIMUR.co.id,JAYAPURA-Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengatakan, kontak senjata yang terjadi di kawasan operasional PT Freeport, sejak Sabtu (21/10), hingga saat ini, dengan kelompok kriminal bersenjata (kkb) menyebabkan tujuh anggota Brimob tertembak.

Dari tujuh anggota, satu diantaranya meninggal yakni Briptu Berry Pratama, yang tertembak Minggu (22/10) di sekitar jembatan Utikini, Tembagapura. Sedangkan, enam orang lainnya mengalami luka luka, ungkap Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal, Senin di Jayapura.

Kombes Kamal mengatakan, enam anggota yang terluka yaitu Brigpol Mufadol terluka dikaki kiri dan Barada Alwin terkena serpihan peluru dipaha kanan, lambung dan kandung kemih.

Minggu (22/10) Brigpol Berry Pratama tewas tertembak dan Senin (23/10) empat anggota brimob terluka yakni Ipda Giay terkena ditangan kiri, Bripda Hence di kaki kiri, Bripda Mario di telapak tangan kiri dan Aipda Mustari paha kiri.

Empat anggota brimob itu ditembak saat dilakukannya evakuasi jenasah Briptu Berry dikawasan kampung Banti, Tembagapura yang merupakan wilayah PT Freeport, kata Kombes Kamal.
Ketika ditanya apakah brimob tetap akan melakukan pengejaran, Kabid Humas Polda Papua mengatakan, pengejaran akan terus dilakukan mengingat aksi penembakan yang dilakukan selain sudah menimbulkan korban jiwa juga memberikan rasa tidak aman.

“Sampai kini masih terus dilakukan pengejaran,” kata Kombes Kamal seraya menambahkan penembakan di areal PT Freeport berawal, Sabtu (21/10), KKB menembak kendaraan operasional di mile 67,5 yang akan menjemput patroli brimob.

Akibat penembakan yang dilakukan KKB tercatat dua kendaraan PT.Freeport yakni kendaraan yang dikemudikan Muhamad Jamil dengan nomor lambung 01 4755 dan kendaraan dengan no lambung no lambung 01 5504 yang dikemudikan Joe Hacth berkebangsaan Amerika terkena tembakan di bagian sebelah kiri.

Muhamad Jamil yang mengemudikan kendaraan dengan nomor lambung 01 4755 terluka akibat terkena serpihan kaca dilengan dan muka, kata Kombes Kamal.

MASIH BERLANJUT

Sementara itu,  terpisah Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon mengatakan kontak senjata antara satuan Brimob dibantu TNI dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di area perbukitan yang ada di kampung Utikini, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, masih berlanjut.

“Jadi untuk situasi terakhir daerah Tembagapura khususnya daerah perbukitan di kampung Utikini sementara ini pasukan masih berjaga-jaga di sekitar kaki bukit dan juga mamang masih ada balas membalas tembakan dari kedua belah pihak,” kata Viktor kepada wartawan di Timika, Senin.

Viktor juga mengatakan kontak tembak yang terjadi sejak Sabtu (21/10) tersebut antara aparat keamanan Polri dan TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Alat Vital Nasional (Satgas Amole) dengan KKB pimpinan Sabinus Waker dan Ayub Waker yang berada di sekitar pegunungan Utikini.

Vicktor menduga bahwa KKB yang melakukan kontak tembak dengan aparat keamanan tersebut terdiri dari tiga sampai empat kelompok kecil yang bergabung bersama kelompok pimpinan Ayub dan Sabinus Waker untuk melakukan gangguan keamanan di sekitar area Tembagapura.

Namun, ia belum dapat mengkonfirmasi terkait jumlah personil dan kekuatan senjata yang dimiliki oleh KKB tersebut termasuk sejumlah barang bukti yang diperoleh aparat ketika melakukan pengejaran kepada KKB pada Sabtu (21/20).

“Ada barang bukti misalnya senjata tetapi belum bisa kami sampaikan karena masih dalam proses identifikasi,” ujarnya. Ia juga mengatakan bahwa anggota KKB yang melakukan teror dan baku tembak dengan aparat kemanan di sekitar perbukitan di kampung Utikini diperkirakan hanya sedikit orang.

“Sebenarnya kekuatan kecil hanya memang kondisi geografis yang memang cukup berat dan juga posisi kelompok ini yang menguntungkan pihak lawan karena mereka berada di ketinggian,” ujarnya.

Sementara itu terkait penambahan personil menurut Viktor sejak Minggu pihaknya telah mengirim personil tambahan dan akan terus ditambahkan sesuai dengan kondisi. “Untuk penambahan pasukan ada sejak kemarin (22/10) dan juga disiagakan di sekitar Utikini. Dengan melihat perkembangan situasi kami akan menambah pasukan,” ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menangkap KKB yang melakukan aksinya di area sekitar Tembagapura karena telah menggangu keamanan dan ketertiban seperti melakukan pengejaran yang akhirnya meyebabkan korban dari pihak aparat dan diduga juga dialami oleh KKB.

Sementara ini area Tembagapura masih terisolir, akses jalan darat dari Timika-Tembagapura masih ditutup sejak Sabtu (21/10) dengan alasan keamanan. Akses jalan darat kemungkinan akan dibuka kembali jika situasi kemanan sudah kondusif.

“Tentu komitmen kita untuk menangkap mereka karena sudah menggangu ketertiban umum salah satunya upaya-upaya kita dengan melakukan pengejaran oleh anggota kami kendati ada korban dari pihak kita juga,” ujarnya.  (AN/KT)

BERITA LAINNYA

Kecermatan dalam Memilih Kata

Rabu, 22 November 2017, 01:24 WIB

3 Negara Lirik Pelabuhan Kontainer Tulehu-Waai

Rabu, 22 November 2017, 01:20 WIB

Bau Korupsi “Sampah” Terkuak di Pemkot Ambon

Rabu, 22 November 2017, 01:16 WIB

Ambon Disiapkan Jadi Sentra Ikan Hias Laut

Rabu, 22 November 2017, 01:12 WIB

Cemburu, Tukang Ojek Bakar Salon Waria

Rabu, 22 November 2017, 01:11 WIB

Jantje Ciptabudi Caretaker FISIP Unpatti

Rabu, 22 November 2017, 01:07 WIB