Menu
Kamis, 23 November 2017
IST

KABARTIMUR.co.id,JAYAPURA-Manajemen PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII maluku-Papua ikut mendukung gearakan makan ikan (Gemari) yang digalakkan Pemerintah Provinsi Papua melalui “Lomba Masak Menu Ikan” tingkat provinsi.

Manajer Domestik Gas Pertamina MOR VIII Probo Prasiddhahayu, di Jayapura, menjelaskan dukungan tersebut diwujudkan dengan menyediakan alat masak bagi peserta lomba berupa tabung “bright gas 5,5 kg” dan kompor gas, yang kemudian digunakan peserta untuk membuat menu ikan.

Ia pun tidak memungkiri bila dukungan yang diberikan pihaknya juga digunakan untuk memasarkan keberadaan “bright gas” kepada masyarakat, khususnya kaum ibu.

“Dalam mendukung DKP untuk mendorong masyarakat dalam mengkonsumsi ikan dengan tentunya tidak berhenti bagaimana cara memasak dengan lebih bagus dan lebih hemat dengan penggunaan elpiji khususnya di Papua Maluku yang masih banyak menggunakan minyak tanah,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk memasak dengan menggunakan elpiji yang diklaim lebih praktis dan nyaman.Probo memaparkan penggunaan elpiji secara langsung akan sangat membantu negara dengan mengurangi beban subsidi.

“Sementara disini, belum ada konversi karena masih membangun infrastruktur untuk suplai dimana kita perlu membangun depot dan stasiun pengisian yang menunggu progres. Nah disini kita tidak usah tunggu itu karena kita sudah menyediakan yang ukuran 5,5 kilogram ini jadi bisa langsung dimanfaatkan,” katanya.

BANTU KORBAN KEBAKARAN

Selai itu, Manajemen PT Pertamina Maluku-Papua juga menyalurkan bantuan bagi korban kebakaran di Weref, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Selasa.

General Manager Pertamina MOR VIII, Made Adi Putra, di Jayapura, menjelaskan bantuan yang bersumber dari alokasi dana bina lingkungan (CSR) merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. “Ini adalah bantuan yang sementara kita bisa bantu yang disalurkan melalui Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura,” ujarnya.

Ia menyebut bentuk bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan para korban yang diperkirakan mencapai 600 jiwa yang kemudian terpaksa harus tinggal di tempat pengungsian sementara. “Ini adalah kebutuhan pokok yang pertama kali dibutuhkan ketika ada bencana seperti ini, ada beras, mi instan, air mineral, biskuit dan ada juga perlengkapan mandi,” kata dia.

Made pun menyatakan rasa keprihatinannya kepada warga Weref yang tertimpa musibah kebakaran dan berharap mereka segera mendapat bantuan yang diperlukan agar mereka dapat segera beraktifitas kembali seperti biasanya.

Sementara Manajer CSR dan SMEPP Pertamina MOR VIII Syarifuddin menyebutkan bantuan yang diberikan Pertamina kepada korban kebakaran di Weref adalah 50 karung beras 25 kg, 100 karton mi instan, 60 rak telur, 10 karton ikan kaleng, 2 karton minyak goreng kemasan, 1 karton gula pasir, kopi, teh, perlengkapan mand, biskuit, dan susu kental manis.

Sebagai informasi, kawasan pemukiman padat penduduk, Weref, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Provinsi Papua, terbakar hingga menghanguskan sebagian besar rumah, pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.45 WIT.

Api diduga berasal dari salah satu rumah warga dengan cepat menjalar hingga menghanguskan rumah warga lainnya. Bahkan sebagian bangunan milik Detasemen Jasa Angkutan Bek Ang Kodam XVII Cenderawasih yang letaknya bersebelahan juga ikut terbakar akibat api yang menjalar. (AN/KT)

Sumber : ANTARA
BERITA LAINNYA

Kecermatan dalam Memilih Kata

Rabu, 22 November 2017, 01:24 WIB

3 Negara Lirik Pelabuhan Kontainer Tulehu-Waai

Rabu, 22 November 2017, 01:20 WIB

Bau Korupsi “Sampah” Terkuak di Pemkot Ambon

Rabu, 22 November 2017, 01:16 WIB

Ambon Disiapkan Jadi Sentra Ikan Hias Laut

Rabu, 22 November 2017, 01:12 WIB

Cemburu, Tukang Ojek Bakar Salon Waria

Rabu, 22 November 2017, 01:11 WIB

Jantje Ciptabudi Caretaker FISIP Unpatti

Rabu, 22 November 2017, 01:07 WIB