Menu
Kamis, 23 November 2017
UNBK 2017: Siswa SMA Negeri 1 Ambon mengikuti UNBK 2017, Senin (10/4). | Sumber Foto:Ruzady Adjis/Kabar Timur

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Sebanyak 23.674 siswa sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliyah (MA) di Provinsi Maluku mengikuti ujian nasional (UN) yang dimulai, kemarin.

Dari jumlah tersebut, 3.991 siswa SMA dan MA mengikuti UN Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2017. Hanya 8 kabupaten/kota di Maluku menggelar UNBK, minus, Kabupaten Buru, Buru Selatan dan Maluku Barat Daya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku mencatat  di Kota Ambon sebanyak 9 sekolah menyelenggarakan UNBK 2017 dengan jumlah peserta sebanyak 1.434 peserta, Kabupaten Kepulauan Aru 4 sekolah dengan jumlah peserta UNBK 711, Kabupaten Maluku Tenggara 4 sekolah penyelenggara UNBK dengan jumlah peserta 450 siswa.

Berikut Kabupaten Maluku Tengah 3 sekolah dengan jumlah peserta 491, Kabupaten Maluku Tenggara Barat 2 sekolah, jumlah peserta sebanyak 369. Selanjutnya, Kota Tual 1 sekolah penyelenggara UNBK dengan jumlah peserta 309 siswa, Kabupaten Seram Bagian Barat 1 sekolah dengan jumlah peserta 220 siswa.

Sementara Kabupaten Buru, Bursel dan MBD di tahun 2017 masih menjalankan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). Tercatat total 19.683 peserta mengikuti UNKP yang tersebar di 11 kabupaten/kota se-Maluku.

Hari pertama UNBK 2017, Gubernur Maluku Said Assagaff membuka UNBK di SMA Negeri 1 Ambon, Senin (10/4), ditandai penekanan Token pada komputer, pukul 07.55 WIT.

Diakui Assagaff, penyelenggaraan UNBK 2017 di Maluku belum merata di 11 kabupaten/kota. Namun dia berharap 3-4 tahun ke depan sekolah-sekolah di Maluku sudah bisa menerapkan UNBK.

“Total ada 23.674 siswa yang ikuti UN dan lebih dari 3000 yang menggunakan UNBK. Sisanya masih kertas tulis. Harapan kami, mungkin semua belum tapi akan kita tingkatkan terus. Kita berharap 3-4 tahun mendatang semua sudah menggunakan UNKB,” katanya.

Assagaff juga berharap penyelenggaran UN tahun ini bisa berjalan dengan aman, lancar dan sukses.  “Harapan kita semua harapan para siswa bisa meraih prestasi, 100 persen semua lulus,” tuturnya.

Selama UNBK, Assagaff menjamin tidak akan terjadi pemadaman listrik. “Tadi saya sudah tanya ibu kepala sekolah, sampai dengan tadi malam juga PLN sudah memberi garanasi tidak akan ada mati lampu. PLN juga menawarkan mesin diesel dan genset. Saya akan ikuti terus jangan sampai ujian nasional ini terganggu,” ujarnya.

Dihadapan siswa SMA Negeri 1 Ambon, sebelum digelar UNBK, gubernur memastikan Pemerintah Provinsi Maluku telah menyiapkan bea siswa bagi lulusan-lulusan SMA sederajat di Maluku untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Padjajaran, Bandung dan juga Universitas Udayana, Bali.

Beasiswa bagi 30 siswa yang akan kuliah di Universitas Padjajaran di bidang geologi. Begitu juga bea siswa untuk 30 siswa di Universitas Udayana pada bidang pariwisata. “Dinas Pendidikan dan Unpatti bisa menyeleksi mereka,” kata orang nomor satu di Maluku itu.

Selain dua universitas ternama itu, Pemprov Maluku juga telah menandatangani MoU dengan Universitas Hasanudin, Makassar di bidang studi transportasi dan beberapa bidang lainnya.

“Bea siswa ini diperuntukan terkait dengan potensi sumber daya alam Maluku yang akan diolah ke depan. Kita berharap anak-anak kita bisa meraih prestasi yang sukses di berbagai bidang,” tandasnya.  

Di SMA Negeri 1 Ambon, tercatat sebanyak 340 peserta UN mengikuti UNBK. “Tahun kemarin semua peralatan pinjam, sekarang peralatan kita punya sendiri. Tahun ini sudah lebih baik dari tahun kemarin saat pertama kali UNBK,” ungkap Kepala SMA Negeri 1 Ambon, C. Mustamu, kemarin.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua membuka segel UNKP di SMA Negeri 11 Ambon, kawasan Galunggung, Batu Merah. Sahuburua berharap peserta UN dapat mengikuti rangkaian ujian dengan baik dan serius.

“Sehingga dapat memberikan nilai terbaik, yang dapat dijadikan sebagai ukuran dalam menilai kualitas pendidikan pada jenjang SMA di Provinsi Maluku, apalagi setelah adanya pelimpahan urusan pendidikan menengah (SMA sederajat) ke pemerintah provinsi Maluku,” pesannya.

Di SMA Negeri 11 Ambon, tercatat 517 peserta mengikuti UNKP tahun 2017. Terbagi dalam jurusan IPA sebanyak 270 peserta  yang menggunakan 14 ruangan dan IPS sebanyak 247 peserta menempati 13 ruangan. (RUZ)

BERITA LAINNYA

Kecermatan dalam Memilih Kata

Rabu, 22 November 2017, 01:24 WIB

3 Negara Lirik Pelabuhan Kontainer Tulehu-Waai

Rabu, 22 November 2017, 01:20 WIB

Bau Korupsi “Sampah” Terkuak di Pemkot Ambon

Rabu, 22 November 2017, 01:16 WIB

Ambon Disiapkan Jadi Sentra Ikan Hias Laut

Rabu, 22 November 2017, 01:12 WIB

Cemburu, Tukang Ojek Bakar Salon Waria

Rabu, 22 November 2017, 01:11 WIB

Jantje Ciptabudi Caretaker FISIP Unpatti

Rabu, 22 November 2017, 01:07 WIB