Menu
Kamis, 23 November 2017
Gubernur Maluku, Said Assagaff bersama Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Richard Rahakbauw serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, M. Saleh Thio foto bersama peserta Rapat Koordinasi Pengembangan SMA dan SMK se-Provinsi Maluku sesaat setelah dibuka | Sumber Foto:Ruzady Adjis/Kabar Timur

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Provinsi Maluku masih ke­ku­rangan guru, khususnya guru pro­duk­tif di SMK. Jumlah guru SMA dan SMK di Maluku sebanyak 7.795 de­ngan jumlah guru honor sebanyak 2.091 atau 26,82 persen.

“Secara kualitas, kita masih diper­hadapkan dengan permasa­la­han guru seperti masih banyak guru ho­nor yang belum berkualifikasi  Sar­jana (S1) dan guru mengajar tidak sesuai dengan latar belakang pendi­dikan,” kata Gubernur Malu­ku, Said Assagaff pada pembu­kaan Rapat Koordinasi Pengembangan SMA dan SMK se-Provinsi Maluku di Baileo Siwalima, Karang Pan­jang, Ambon, Jumat (12/5).

Gubernur berharap Rakor Pe­ngem­bangan SMA dan SMK ini dapat melahirkan solusi mengatasi kekurangan guru di Maluku.

Pemerintah telah menyediakan anggaran bantuan operasional seko­lah (BOS) yang sangat besar ba­gi sekolah. Terdiri atas BOSNAS senilai Rp 122.742.200.000 dengan harga satuan Rp 1.400.000 per sis­wa per tahun. Karena itu, para ke­pala sekolah diingatkan dapat menge­lola anggaran BOS secara efektif dan akuntabel.

“Dan BOSDA sebesar Rp. 43.801.000.000 dengan harga sa­tuan Rp. 500.000 per siswa per ta­hun. Saya harapkan anggaran yang besar ini dapat dimaksimalkan un­tuk peningkatan mutu dan kua­litas pendidikan di Satuan Pendi­dikan,” pesannya.

Menurutnya, kemajuan kualitas pendidikan jangan sekadar diukur dari kemampuan hard skill atau hard competency, tetapi juga soft skill atau soft competency. “Karena ujian terbesar yang sedang me­ngi­tari bangsa kita dewasa ini menga­kibatkan kita kehilangan keadaban privat dan keadaban publik, yang nyaris mengakibatkan disintegarasi bangsa,” sebut Assagaff.

Assagaff memberikan apresiasi kepada kepala sekolah dan guru ka­rena tahun ini hasil Ujian Nasio­nal di Maluku meningkat 0,43 dari tahun 2016.

“Tahun 2016 rata-rata nilai UN adalah 55,66 meningkat menjadi 56,09 di tahun 2017. Walaupun ke­nai­kan tersebut belum signifikan, tetapi saya berharap di tahun-tahun men­datang kenaikan akan semakin nyata lagi setelah pelimpahan pe­nge­­lolaan pendidikan menengah (SMA sederajat) ke pemerintah pro­vinsi Maluku,” harap Assagaff.  (RUZ)

BERITA LAINNYA

Kecermatan dalam Memilih Kata

Rabu, 22 November 2017, 01:24 WIB

3 Negara Lirik Pelabuhan Kontainer Tulehu-Waai

Rabu, 22 November 2017, 01:20 WIB

Bau Korupsi “Sampah” Terkuak di Pemkot Ambon

Rabu, 22 November 2017, 01:16 WIB

Ambon Disiapkan Jadi Sentra Ikan Hias Laut

Rabu, 22 November 2017, 01:12 WIB

Cemburu, Tukang Ojek Bakar Salon Waria

Rabu, 22 November 2017, 01:11 WIB

Jantje Ciptabudi Caretaker FISIP Unpatti

Rabu, 22 November 2017, 01:07 WIB