Menu
Sabtu, 18 November 2017

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Puluhan Santri dari beberapa Pondok Pesantren di Maluku mengikuti seleksi program beasiswa masuk Perguruan Tinggi (PT).

Dua Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Anwariyah Tulehu dan Ishaka Ambon juga ikut seleksi Program Beasiswa Tahfizh Al-Qur'an (PBTQ). Sedikitnya 17 orang santri mengikuti seleksi program beasiswa masuk PT secara online.

Seleksi merupakan kerja sama antara Kementerian Agama RI dan sejumlah PT itu berlangsung pada 24 Mei 2017. Sejumlah PT yang ditawarkan dalam program tersebut diantaranya Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM) dan beberapa PT lainnya.

Kepala Bidang Pendidikan Islam, Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku, Farida Laisouw mengatakan, dalam proses seleksi tersebut para santri Maluku akan bersaing secara nasional dengan peserta dari 34 provinsi di Indonesia.

Program tersebut merupakan bentuk kerja sama Kementerian Agama RI dengan sejumlah PT di Indonesia. "Pemerintah dalam hal ini Kemenag RI memberikan kesempatan kepada santri berprestasi yang hendak mengikuti pendidikan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.î ujar Laisow kepada wartawan, Rabu (24/5).

Dalam seleksi itu tidak ada batasan atau kuota penerimaan beasiswa, sehingga belasan peserta yang mengikuti seleksi berpeluang lolos dan berhak melanjutkan pendidikan yang dibiayai negara melalui Kemenag RI. "17 santri asal Maluku ini akan bersaing secara nasional. Satu program studi ada 30 orang. Kalau ada yang lulus maka itu merupakan rahmat baginya. Mudah mudahan semuanya lulus," tutur dia.

Laisouw mengakui, proses seleksi beasiswa masuk PT tahun ini merupakan tahun ketiga. Pada tahun-tahun sebelumnya, Kemenag Maluku berhasil meluluskan peserta dari Maluku. "Tahun 2015 satu peserta, tahun kemarin satu dan semoga di tahun ini dari 17 yang mengikutinya bisa lulus semua,î harap Laisouw.

Seleksi program beasiswa masuk PT yang dilaksanakan Rabu lalu itu merupakan peluang emas bagi santri-santri di Maluku. Sebab, proses kuliah tersebut tidak dibiayai orang tua, semuanya ditanggung negara.

"Intinya, tujuan dari beasiswa itu adalah memberikan kesempatan kepada santri untuk berpendidikan lebih tinggi, mengatasi pembiayaan khususnya santri dalam kalangan ekonomi lemah dan santri bisa lebih cerdas sehingga diharapkan ilmu yang diperolehnya dapat diterapkan di lingkungan masyarakat," tandasnya.

PBTQ INDONESIA-TURKI
Laisouw juga mengungkapkan sehari sebelumnya, sebanyak 14 Santri dari dua Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Anwariyah Tulehu dan Ponpes Ishaka Ambon juga mengikuti seleksi Program Beasiswa Tahfizh Al-Qur'an (PBTQ).

Seleksi yang berlangsung di Aula MTSN Ambon pada 23 Mei lalu itu diawasi langsung tim seleksi dari Ponpes Sulaimaniyah Jakarta. Dari 14 santri, hanya satu orang terpilih dengan nilai terbaik untuk mengikuti diklat atau pendidikan lanjutan di Ponpes Sulaimaniya, Jakarta.

"Untuk beasiswa PBTQ ini seluruh provinsi hanya diberikan kuota satu orang," ujar Farida Laisow didampingi Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Al-Qur"an Kanwil Kemenag Maluku, Maryam Hakim.

Beasiswa PBTQ merupakan kerja sama Kementerian Agama RI khusunya Direktorat Jenderal Pendidikan Diniyah dan Ponpes dengan Yayasan Pusat Kebudayaan Islam Indonesia -Turki atau United Islamic Cultur Centre Of Indonesia-Turki (UICCI).

Program ini bertujuan untuk pengembangan kemampuan santri dibidang Qiraat Al-Quran. Tahfizh Al-Quran, Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, Bahasa Arab dan Bahasa Turki. ìKerja sama Kementerian Agama RI dan yayasan untuk program beasiswa tersebut sudah masuk tahun ketiga di tahun ini," jelas Laisouw.

Program beasiswa itu dilaksanakan dalam dua kelompok yaitu program Tahfizh kelompok usia 18-22 tahun dan kelompok Tahfizh usia 14-18 tahun. Peserta yang mengikuti seleksi kemarin adalah kelompok Tahfizh 14-18 tahun.

"Kegiatan ini baru pertama kali di Maluku, karena di tahun-tahun sebelumnya peserta dari Maluku belum pernah mendaftar. Semoga dari 14 siswa yang diseleksi itu ada yang lulus," harap Laisouw sembari menambahkan, proses seleksi tertulis, hafalan Juz 30 dan Wawancara.

Program Tahfizh kelompok usia 14-18 tahun ditujukan bagi nereka yang telah menyelesaikan hafalan Al-Quran 1 Juz sekurang -kurangnya Juz Amma (30 juz) serta lancar membaca Al-Quran sesuai kaidah membaca Al-Quran yang baik dan benar.

Peserta yang lulus beasiswa PBTQ ini, akan mengikuti layanan pendidikan selama dua tahun pada lembaga pendidikan yang ditunjuk oleh Kemenag RI untuk dapat menghafal Al-Quran 30 juz, peningkatan kemampuan bahasa Arab dan Turki serta pendidikan keagamaan Islam lainnya.

"Diawal tahun ketiga nantinya peserta yang sudah mengikuti pendidikan di Ponpes Sulaimaniyah Jakarta akan kembali diseleksi. Jika berhasil, mereka akan dikirim ke Turki mengikuti program lanjutan," pungkasnya. (CR1)

BERITA LAINNYA

Mantan Kadis Infokom Disidang Berbelit-Belit

Rabu, 15 November 2017, 09:35 WIB

SU Pemain Proyek, Sebelum Tersandung Korupsi

Rabu, 15 November 2017, 00:47 WIB

PDIP Usung Pasangan "Kombinasi"

Rabu, 15 November 2017, 00:44 WIB

Informasi Tsunami, Warga MBD Mengungsi

Rabu, 15 November 2017, 00:42 WIB

Koruptor Kas Daerah SBB Dituntut Dua Tahun Bui

Rabu, 15 November 2017, 00:39 WIB

Haji Hayun TKBM Yos Sudarso Terancam Dilengserkan

Rabu, 15 November 2017, 00:38 WIB