Menu
Sabtu, 23 Juni 2018
Ilustrasi

KABARTIMUR.co.id, JAKARTA - Kewajiban 24 jam tatap muka atau mengajar sudah tidak berlaku lagi se­ba­gai pemenuhan syarat mendapatkan tun­ja­ngan profesi.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengubah peraturan yang mensyaratkan guru untuk mendapatkan tunjangan profesi. Peraturan yang sebelumnya mewajibkan guru mengajar selama 24 jam, kini diganti menjadi kewajiban 40 jam kerja dalam seminggu.

Direktur Jenderal Guru dan Te­naga Kependidikan Sumarna Sura­pranata dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/6), me­nyatakan ketentuan tersebut tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

“Poin pentingnya, kegalauan guru-guru kita seperti yang viral di medsos sudah 40 jam kerja harus 24 jam tatap muka juga, itu enggak,” kata Sumarna.

Sumarna mengatakan, peraturan tersebut mulai berlaku efektif pada tahun ajaran baru 2017/2018. Kewajiban 24 jam tatap muka atau mengajar, ia menegaskan, sudah tidak berlaku lagi yang sebelumnya sebagai pemenuhan syarat menda­patkan tunjangan profesi.

Dia menjabarkan kewajiban 40 jam kerja dalam seminggu tersebut dibagi menjadi lima tugas yang disebut 5M, yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pe­­nga­ja­­ran tatap muka, menilai atau memberi skor hasil belajar anak didik, melaksanakan bimbingan, dan melaksanakan tugas tambahan seperti pembinaan pramuka atau menjadi wali kelas.

Merencanakan pembelajaran dan penilaian yang sebelumnya dila­kukan di rumah, kata Sumarna, kini harus dilakukan saat jam kerja di sekolah.

Dia menjelaskan guru juga tidak lagi terikat dengan ketentuan mini­mal jam mengajar. Jam mengajar di sekolah disesuaikan dengan kebu­tuhan masing-masing sekolah yang memiliki jumlah siswa dan kelas yang berbeda-beda.  “Kalo dulu guru harus pindah sana-sini untuk pe­nuhi 24 jam kerja, sekarang ng­gak lagi,” kata dia menjelaskan.

Sementara guru yang memiliki jam mengajar sedikit karena jumlah siswa yang sedikit dalam satu sekolah, kata Sumarna, pemenuhan 40 jam kerja bisa dikonversi ke tugas lainnya seperti menjadi nara­sumber atau mengajar di paket kesetaraan.

“Pemenuhan jam kerja 40 jam per minggu dilaksanakan pada tahun ajaran baru selama lima hari kerja. Misalnya masuk jam 7.00 jam pulang jam 15.00 dan mereka yang masuk jam 8.00 selesai tugas jam 16.00,” kata Sumarna. (AN/KT)

Sumber : ANTARA
BERITA LAINNYA

Desak BK “Adili’’ Huwae & RR

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Warga Debut Tewas Dibunuh

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB