Menu
Kamis, 23 November 2017
default Caption
Bursel - Akses penunjang transportasi darat terutama jalan, beberapa tahun terakhir terus dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Buru Selatan (Bursel). SALAH satunya, ruas jalan Waemu­lang-Biloro. Ruas jalan ini te­lah di­buka sejak tahun 2015, me­ng­­hu­bungkan Keca­ma­tan Lek­sula dengan pusat ibu­kota Kecamatan Kepala Ma­dan. “Tahun anggaran 2015 ada sejumlah ruas jalan ya­ng dibuka, yakni ruas jalan di kecamatan Fena Fafan, ser­­ta ruas jalan di kecamatan ke­­pala Madan, dari desa Wae­­mulang hingga ke desa Bi­loro, Kecamatan Ke­pala Ma­dan,” ungkap Ke­pala Di­nas Pekerjaan Umum (PU) Ka­bupaten Bur­sel, Man So­lissa kepada war­ta­wan di ruang kerjanya, be­lum lama ini. Upaya pemerintah dae­rah untuk membuka ru­as ja­lan tersebut agar mem­per­lancar arus transportasi ma­­sya­rakat terutama trans­por­tasi darat. “Kita berupaya agar ruas ja­lan itu bisa terhubung, se­hing­ga masyarakat dari ke­ca­matan kepala Madan ya­ng ingin ke Leksula mau­pun ke Namrole tidak lagi me­­la­lui jalur Namalea, te­tapi bisa langsung dari desa Bi­loro menuju ke Wae­mu­la­ng. Selanjutnya dari Wae­mu­la­ng ke Lek­sula yang men­jadi pusat keca­ma­tan Leksula,” sebutnya. Untuk ruas jalan ini jelas­nya, kurang lebih tiga ki­lo­meter yang meng­hu­bungkan desa Air Ternate dengan desa Nanali yang belum berhasil dibuka. “Kemungkinan dalam tahun 2016 ada anggaran, maka ruas jalan itu akan di­buka. Kalau ruas jalan su­dah berhasil dibuka, jalur Waemulang-Biloro sudah bisa terhubung. Dan ini akan memberikan manfaat ter­­sen­diri bagi masyarakat ya­ng ada di Wilahang,” te­rang­nya. Menurutnya, bila ruas jalan tersebut telah ber­hasil dibuka, sangat mem­ban­tu masyarakat di Keca­ma­tan Kepala yang akan bepergian ke Namrole ibukota Kabupaten Bursel melalui jalur darat. “Saya yakin cepat atau lambat ruas jalan ter­sebut bisa diselesaikan dan bi­sa dinikmati oleh ma­sya­ra­­kat. Ruas jalan ini juga nan­tinya sangat mem­ban­tu masyarakat khusus­nya di Kecamatan Kepala Ma­­dan yang akan ke Ko­ta Namrole. Mereka ti­dak per­lu mengeluarkan bia­ya besar ke ibu kota kabu­pa­ten,” pungkasnya. (KTL)
BERITA LAINNYA

Kecermatan dalam Memilih Kata

Rabu, 22 November 2017, 01:24 WIB

3 Negara Lirik Pelabuhan Kontainer Tulehu-Waai

Rabu, 22 November 2017, 01:20 WIB

Bau Korupsi “Sampah” Terkuak di Pemkot Ambon

Rabu, 22 November 2017, 01:16 WIB

Ambon Disiapkan Jadi Sentra Ikan Hias Laut

Rabu, 22 November 2017, 01:12 WIB

Cemburu, Tukang Ojek Bakar Salon Waria

Rabu, 22 November 2017, 01:11 WIB

Jantje Ciptabudi Caretaker FISIP Unpatti

Rabu, 22 November 2017, 01:07 WIB