Menu
Sabtu, 23 Juni 2018
default Caption

NAMLEA–Aksi perampokan disertai pembunuhan, yang terjadi beberapa pekan terakhir ini, membuat sebagian warga di dataran Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, memilih melakukan penjagaan setiap malam di lingkungannya masing-masing.

Informasi yang dihimpun Kabar Timur, sejumlah rumah warga di Waeapo kerab kali dirampok, bahkan menimbulkan korban jiwa. Mereka tak segan-segan melakukan pembunuhan bila ada perlawanan dari pemilik rumah. Tidak sedikit harta benda, yang berhasil dikuras.

Akibatnya warga di Waeapo menjadi resah, bahkan mereka mengaku sangat ketakutan. Kondisi itu membuat situasi keamanan di Kabupaten Buru khususnya di sejumlah desa-desa yang berlokasi tidak jauh dari tempat tambang Gunung Botak ini menjadi sangat mencekam.

Warga mensinyalir pelaku perampokan yang sampai saat ini masih misterius itu merupakan warga pendatang alias orang luar yang sudah berpengalaman dalam melakukan aksi kejahatannya.

Sebab sudah beberapa kali dilakukan penyergapan bahkan sampai melakukan pengejaran tidak ada satu pelaku yang berhasil ditangkap.

Menurut Sukardi warga Desa Parbulu, Kecamatan Waelata, kepada koran ini melalui telepon selulernya membenarkan kalau keberadaan para perampok sudah sangat meresahkan warga di seantero dataran Waeapo.

“Ada warga yang pernah dianiaya perampok saat berada di lahan sawah di Unit 2 Mako. Sadisnya, warga itu dianiaya pakai linggis. Namun lagi-lagi pelakunya juga berhasil kabur dari pengejaran warga,” jelasnya.

Ia mengatakan, hal lain juga terjadi di Unit 5, Kecamatan Waeapo, seorang warga harus meregang nyawa setelah melakukan perlawanan dengan para perampok yang berhasil membawa uang sebanyak 150 juta rupiah.

Meski kejadian ini sudah berlangsung kurang lebih hampir sebulan ini, namun pihak keamanan belum dapat membekuk para pelakunya.

Hingga berita ini dikirim pihak Kepolisian Resort Kabupaten Buru belum berhasil dimintai keterangannya seputar kejadian perampokan di daerah ini. (ARA)

BERITA LAINNYA

Desak BK “Adili’’ Huwae & RR

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Usut Repo Fiktif, Kejati Dinilai Asal-Asalan

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Tahun Beruntun Malra Raih WTP

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Sering Mati Lampu, PMKRI Demo PLN

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Kades-Bendahara Jadi Terdakwa

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB

Tiga Warga Debut Tewas Dibunuh

Rabu, 30 Mei 2018, 00:22 WIB