Menu
Kamis, 23 November 2017

KABARTIMUR.co.id, AMBON - Keinginan warga Kota Tual, agar kursi Wakil Walikota Tual segera terisi, seper­tinya sulit terpenuhi. Bagaimana tidak, se­sa­ma kader Parpol justru terlibat saling mela­por terkait siapa figur yang bakal men­duduki kursi orang nomor dua di kota tersebut.

Ini berawal dari MM Tamher (mantan Wa­likota Tual) meninggal dunia beberapa wak­tu lalu. Sesuai aturan main, Adam Raha­yaan dilantik menggantikan Tamher. Setelah Ra­­ha­yaan dilantik, parpol pengusung Tamher-Rahayaan saat Pilwakot Tual 2013 lalu, mulai berproses  mengusung bakal calon Wawali.

Partai Golkar terlebih dahulu menentukan ka­dernya untuk posisi Wawali. Hamid Raha­yaan dan Fadila Rahawarin diusung. Hanya sa­ja, Hamid Rahayaan mengadukan Plt ke­tua DPD Golkar Fredi Rahakbauw dan sekre­tarisnya Fadila Rahayaan ke Mahkamah Partai.

Ini dilakukan, setelah DPD Golkar Kota Tual, tidak setuju Hamid diusung sebagai Wa­kil Walikota setempat. Tak hanya disitu, mera­sa tidak dilibatkan dalam penentuan Wawali, PKS, Gerindra, Demokrat, dan PBB mulai buka penjaringan balon Wawali sendiri.

Akibatnya, hingga saat ini belum ada titik temu parpol mana yang berhak mengusung Wawali. Padahal, masa akhir jabatan Walikota dan Wawali Tual, 2018 mendatang semakin dekat.
Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Tual, Yunus Serang, dilaporkan ke Mahkamah Partai Golkar di Jakarta. Serang diadukan karena dinilai tidak mengamankan rekomendasi partai.

“Saya sudah laporkan Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Tual ke Mahkamah Partai, 31 Maret 2017 lalu,” kata Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Tual, Abdul Hakim Zein Rumles di hubungi Kabar Timur, kemarin.

Rumlez yang juga salah satu bakal calon Wawali mengaku, Serang yang juga Wakil Bupati Malra, selama ini mengamankan salah satu bakal calon Wakil Walikota (Wawali) Tual, dari dua nama yang diakomodir dalam rekomendasi tersebut. “Hal ini kan tidak fair. Persoalan ini tidak bisa didiamkan begitu saja,”tegasnya.

Meski tidak menyebut siapa balon Wawali yang diamankan Serang, Rumlez  mengaku, sikap Serang bisa menghancurkan partai, jika tidak mengamankan rekomendasi partai. “Plt ini kader Golkar atau kader titipan dari partai lain, untuk menghancurkan partai Golkar Kota Tual dengan tidak amankan rekomendasi partai,” katanya.

Rumlez mengaku, telah melaporkan Serang ke Mahkamah Partai. Disebutkan, dirinya menunggu panggilan dari Mahkamah Partai. “Kita tunggu saja. Putusan Mahkamah Partai seperti apa? Namun, saya tegaskan sikap Serang tak bisa dibiarkan,’’tegasnya.

Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap mempertahankan usulan dua nama bakal calon Wakil Walikota Tual. PKS berdalih, usulan mereka sesuai amanat undang-undang.
“Sikap PKS ini sesuai dengan amanat undang-undang yang mengatur partai politik pengusung atau gabungan partai pengusung mengusulkan 2 balon wakil walikota kepada DPRD melalui kepala daerah untuk dipilih dalam rapat paripurna,” Kata Korwil DPW PKS Maluku, Alan Borut, di hubungi Kabar Timur, kemarin.

Dijelaskan, setelah Adam Rahayaan dilantik sebagai Walikota Tual menggantikan almarhum MM Tamher, saat itu PKS menunggu komunikasi politik dari parpol lain,  namun hingga saat ini tidak ada.”Saat dilantik jadi walikota Tual, kita PKS menunggu komunikasi politik oleh partai Golkar, namun sampai saat ini tidak ada komunikasi politik,” jelasnya.

Menurutnya, demi menjaga nama partai, PKS mempertahankan rekomendasi partai yang mengusulkan dua nama, yakni Abdul Hakim Zen Rumles dan Moh Kabalmay.”Kalau kami partai PKS tidak dihargai, maka kami jalan sesuai rekomendasi partai yang telah mengusulkan Abdul Hakim Zen Rumles yang telah mendapatkan dukungan dari 3 ribu masyarakat dan ini pertimbangan kita,” ungkapnya.

Borut mengaku, PKS hingga saat ini, tidak sependapat dengan partai pengusung yang mengusulkan dua nama calon walikota Tual yakni Abdul Hamid Rahayaan dan Abdul Wahit Fakaubun dengan alasan masih melihat perimbangan.

“Masakan Walikota Tual dan Wakil dari orang Kabupaten. Kita tidak sependapat karena rekomendasi PKS melihat pertimbangan dalam pemerintah. Olehnya itu,  PKS mengusulkan Zen dan Moh. Namun tidak diterima oleh partai,’’kesalnya. (KTM/MG1)

BERITA LAINNYA

Kecermatan dalam Memilih Kata

Rabu, 22 November 2017, 01:24 WIB

3 Negara Lirik Pelabuhan Kontainer Tulehu-Waai

Rabu, 22 November 2017, 01:20 WIB

Bau Korupsi “Sampah” Terkuak di Pemkot Ambon

Rabu, 22 November 2017, 01:16 WIB

Ambon Disiapkan Jadi Sentra Ikan Hias Laut

Rabu, 22 November 2017, 01:12 WIB

Cemburu, Tukang Ojek Bakar Salon Waria

Rabu, 22 November 2017, 01:11 WIB

Jantje Ciptabudi Caretaker FISIP Unpatti

Rabu, 22 November 2017, 01:07 WIB