Menu
Minggu, 20 Agustus 2017
Kabartimur.co.id

KABARTIMUR.co.id,TUAL - Adam Rahayaan yang juga Walikota Tual, Rabu,  resmi mendaftar sebagai Calon Walikota Tual, di Kantor PDIP Kota Tual, untuk Pilwakot Tual, 2018, mendatang.

Adam Rahayaan yang juga politisi PKS ini, akan kembali maju bertarung di “pesta” Pilwakot Tual, mendatang. Bersama ribuan pendukung Adam melakukan “show force” mendatangi markas “moncong putih”  di daerah itu.

Dipastikan Adam menjadi calon Petahana yang kembali bertarung dalam merebut kursi Walikota Tual. Di markas PDIP Kota Tual, Adam diterima para petinggi partai besutan Megawati Soekarno Putri.

Ribuan pendukung meramaikan pendaftaran Adam di kantor DPD PDIP Kota Tual, dengan atraksi tari-tarian sawat. Adam yang keluar mendaftar dari kediaman pribadinya di dusun Mangon itu, bersama para pendukungnya.

“Pendukung Pak Adam datang tanpa diundang. Mereka berinisiatif sendiri. Kami sendiri kaget dengan datangnya ribuan pendukung ini,” ungkap salah satu Tim Sukses Adam yang ditemui Kabar Timur, kemarin.

Pasca menggantikan almarhum M.M Tamher yang meninggal dunia, Adam Rahayaan kalah itu menduduki kursi Wakil Walikota Tual. Adam memiliki kharisma dan gaya memimpin yang merakyat.

Tak heran,  sejak ditinggal Almarhum MM Tamher  Adam dianggap sebagai figur yang memeliki kharisma yang mirip dengan almarhum, dan selalu dicintai rakyatnya. (IKI)
PKS-NasDem Buka Pendaftaran Balon Gubernur

Satu per satu partai politik mulai membuka pendaftaran bagi bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku. Setelah, PDI Perjuangan sejumlah partai politik mulai begerak membuka pendaftaran.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) misalnya,  berencana membuka pendaftaran, pekan depan, sementara Partai Nasional Demokrat (NasDem) membukan pendaftaran  usai Idul Fitri.’’5 Juni 2017 mendatang PKS buka pendaftaran.

NasDem berencana membuka pendaftaran usai Idul Ftri,’’kata ketua DPW PKS Maluku, Azis Sangkala dan ketua DPW NasDem Maluku, Hamdani Laturua kepada wartawan secara terpisah, Rabu (31/5).

Azis Sangkala mengatakan, penjaringan yang dilakukan dua pekan. Kata dia, proses penjaringan disepakati untuk di buka pada bulan Ramadhan.’’Jadi proses pendaftaran dilakukan selama dua pekan,”jelasnya.

Dia mengaku, pihaknya PKS memberi peluang bagi putra-putri Maluku, yang ingin merebut kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku. “Saya tegaskan, proses ini merupakan proses transparan. PKS memberikan ruang secara terbuka untuk siapa saja anak Maluku, yang ingin menjadi kandidat  Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, 2018 nantinya.” tegas Sangkala.

Dia menjelaskan, sebelum mendapatkan rekomendasi dari PKS, bakal calon yanfg mendaftar mesti melewati beberapa tahapan penjaringan sesuai dengan  Petunjuk Teknis (Juknis),  yang telah ditetapkan DPP PKS, yakni pendaftaran, pengembalian berkas, hingga verifikasi berkas.

“Setelah verifikasi berkas, PKS akan melakukan uji kelayakan bagi para balon, berupa pendalaman visi-misi yang dimiliki para kandidat. Apakah bisa atau tidak  disinergikan dengan partai ini.” ujarnya.

Sementara untuk penjaringan terakhir, lanjutnya, para balon Gubernur akan disurvei oleh partai  guna mengukur elektabilitas.’’Ini dilakukan untuk memastikan calon yang didukung PKS punya peluang menang di Pilgub 2018,’’terangnya.

Tak hanya itu, dia menambahkan, selain penjaringan  dukungan secara eksternal, sangat dibutuhkan. Karenanya, harap dia, selain sosialisasi ditengah masyarakat, para balon mendekatipengurus partai disemua jenjang.

“Ada juga kelompok pembina kader yang akan mendapatkan hak untuk menentukan pilihan bagi para balon.”  Jelasnya.

Sementara itu, Laturua mengaku, pihaknya menjadwalkan membuka pendaftaran balon Gubernur  dan  Wagub Maluku,  setelah perayaan Idul Fitri 1438 Hijriah.’’Mekanisme ini juga berlaku untuk Pilkada kabupaten Maluku Tenggara maupun Kota Tual pada 2018,’’jelasnya.

Dia mengemukakan, pendaftaran kandidat Gubernur - Wagub Maluku, Bupati - Wakil Bupati Maluku Tenggara maupun Wali Kota - Wakil Wali Kota Tual sudah ada arahan dari DPP Partai Nasdem.

“Jadi sesuai perayaan Idul Fitri 1438 Hijriah, tim penjaringan dan penyaringan kandidat tiga pimpinan daerah itu siap berproses dengan pendaftaran dinyatakan tidak ada mahar,” kata Hamdany.

Begitu pula dengan anggaran sosialisasi maupun survei kandidat yang sesuai mekanisme menjadi tanggung jawab Partai Nasdem.”Proses itu memang membutuhkan anggaran. Hanya saja,

Partai Nasdem yang mengusung semangat restorasi sejak awal tidak pernah memungut mahar sehingga kandidat yang mendaftar jangan merasa terbeban moril,” ujar Hamdany.

Dia mengemukakan, pasangan calon, baik Gubernur - Wagub, Bupati - Wakil Bupati maupun Wali Kota - Wakil Wali Kota sudah ada mekanismenya sehingga para kandidat silahkan mendaftar dan nantinya berproses sesuai petunjuk teknis (Juknis) diputuskan DPP Partai Nasdem.

“Pastinya sebelum rekomendasi diputuskan para kandidat harus menjalani sejumlah tahapan seperti disurvei serta mengikuti tes kepatutan dan kelayakan,” tegas Hamdany.

Dia mengakui, Partai Nasdem nantinya harus berkoalisasi dengan Parpol lain untuk mengusung calon Gubernur - Wagub Maluku karena berdasarkan hasil Pileg 2014 menempatkan tiga kader di DPRD setempat. Ketentuannya, minimal calon yang mengikuti Pilkada Maluku 2018 harus diusung Parpol dengan keterwakilan 15 persen dari 45 anggota DPRD Maluku.

Berdasarkan perolehan suara Pileg 2014, maka PDI Perjuangan meraih tujuh kursi di DPRD Maluku, disusul Partai Golkar, Partai Demokrat dan PKS masing-masing (enam), Partai Gerindra (lima), Partai Nasdem dan Partau Hanura masing - maisng empat kursi, PKB (tiga) PKPI (dua) serta PAN dan PPP masing - masing satu kursi. (Mg5/KTM)

BERITA LAINNYA

Jaksa Telusuri Eksekutor Pencairan Rp 238 Miliar

Sabtu, 19 Agustus 2017, 06:00 WIB

Akhir Pekan, dan Babak Baru Pilkada Maluku

Sabtu, 19 Agustus 2017, 06:00 WIB

Pekan Depan Remon Diserahkan ke JPU

Sabtu, 19 Agustus 2017, 06:00 WIB

Polda Akui Periksa Kadishub MBD

Sabtu, 19 Agustus 2017, 06:00 WIB

Dishut Maluku Ancam Tempuh Jalur Hukum

Sabtu, 19 Agustus 2017, 06:00 WIB