Menu
Jumat, 20 Oktober 2017
KABARTIMUR.co.id

KABARTIMUR.co.id,TUAL-Atmosfir perebutan kursi Wali Kota Tual, 2018 mendatang mulai memanas. Ini setelah Adly Bandjar yang juga Sekretaris Kota Tual memastikan diri menantang Bakal Calon (Balon) Wali Kota Incumben Adam Rahayaan.

Selain itu ada  Yunus Serang dengan tagline “Yuser”. Tiga nama tersebut ramai dibicarakan, ditambah pendatang baru La Daut Abed Tetlageni, yang juga tak bisa dipandang remeh. Adly

Bandjar, sosok birokrat yang dikenal tegas dan taat asas dalam memimpin jajaran birokrasi Pemkot Tual ini, disebut-sebut telah direstui seluruh kader DPC Partai Gerindra Kota Tual.

Sementara Adam Rahayaan sudah pasti digadang oleh DPW dan DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sementara “Yuser” atau Yunus Serang yang juga Ketua DPD II Partai Golkar dan Wakil

Bupati Malra digadang seluruh kader internal DPD II Partai Golkar di ‘Kota Maren’ sebutan lain Kota Tual.”Bocorannya, untuk rekomendasi Jakarta, Adly Bandjar pasti dapat Partai Gerindra.

Komunikasi politik sudah dibangun, karena itu pengurus partai di daerah ikut mendukung. Selanjutnya peta politik Kota Tual sementara mengerucut ke tiga nama, ditambah Daud Abed

Tetlageni. Kalau untuk Wakil Wali Kota, yang menguat Usman Tamnge dan Sin Balubun dari DPC PDIP Tual. Itu saja yang hari ini digadang-gadang,” terang salah satu pengurus DPC Partai Gerindra Tual dihubungi Kabar Timur via ponsel, Sabtu (15/7).

Sebelumnya Balon incumben Adam Rahayaan disebut-sebut bakal didukung PKS, Partai Hanura, Partai Nasdem dan Gerindra. Hal ini untuk mengikuti koalisi nasional empat partai itu. Tapi

Adly Bandjar intens membangun komunikasi politik, dia pun sangat berpeluang mengantongi tiket partai besutan Prabowo Subianto itu. Apalagi hasil survei untuk Adly cukup tinggi. Survei yang dilakukan Partai Golkar pada April 2017 lalu, Adly berada di urutan kedua, setelah Adam Rahayaan, diikuti Yunus Serang.

Jika Adly berhasil mendapat rekomendasi Partai Gerindra, dia tinggal mencari dua kursi tambahan dari partai politik lainnya. Dan dengar-dengar, Adly sementara mendekati Partai Bulan

Bintang (PBB) yang memiliki dua kursi di DPRD Kota Tual. Karena persyaratan porsi suara partai untuk Pilkada Kota Tual hanya empat kursi partai, guna mencukupi syarat 20 persen agar diusung sebagai calon Wali Kota.

Kepada Kabar Timur, tokoh muda Kota Tual Zainudin Uar yang juga Sekretaris (Pimpinan Wilayah) Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Maluku  berharap, Kota Tual dipimpin oleh Wali Kota yang mampu melakukan percepatan pembangunan. Menurutnya, sejak dimekarkan dari Kabupaten Induk Maluku Tenggara, Kota Tual telah memiliki sarana infrastruktur yang lengkap.

Menurutnya, hari ini Kota Tual menjadi pusat pembangunan untuk tiga daerah sekaligus. Yaitu Kota Tual, Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru.
Infrastrukturnya, kata Zainudin, sudah lengkap. Ada rumah-rumah dinas pemda, ada pelabuhan laut, rumah sakit dan lain-lain. “Jadi sebetulnya kita tinggal tunggu Wali Kota yang bisa melakukan percepatan pembangunan saja. Karena ikon Kota Tual sebagai kota Beradat, juga masih kental. Ini akan sangat mendukung Wali Kota nanti dalam mewujudkan sebuah kota yang tertib, dengan pelayanan publik maksimal. Sama seperti Kota Ambon dengan konsep tertib di siang hari, terang di malam hari, Kota Tual juga harus seperti Ambon,” papar Zainudin Uar.(KTA)

BERITA LAINNYA

Tukang Ojek ‘Tukang Perkosa’ Akhirnya Dibui

Jumat, 20 Oktober 2017, 01:00 WIB

Polisi Diminta Ungkap Pelaku Pemerkosaan

Kamis, 19 Oktober 2017, 23:44 WIB

Pawai Promosi Festival Meti Kei Ricuh

Kamis, 19 Oktober 2017, 23:34 WIB

Bentrok di Unpatti Dua Mahasiswa Terluka

Kamis, 19 Oktober 2017, 23:30 WIB