Menu
Jumat, 20 Oktober 2017
IST

KABARTIMUR.co.id,AMBON- Hasil survei sementara untuk Pilkada Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), enam bakal calon (Balon) Bupati disebut memiliki angka elektabilitas  tertinggi hingga terendah. Angka tertinggi dicapai figur Yanuarius Resubun, sementara yang paling buntut dicatat figur Taher Hanubun.

Direktur Media Riset Strategi Bedah Nusantara (MRSBN) Steve Palijama kepada awak media saat brief report hasil survey pra-Pilkada Kabupaten Malra di Buritan Cafe Urimesing, Senin (21/8) mengungkapkan hal itu.

 “Untuk 6 dari 11 Balon Bupati yang disurvey dari 31 Juli-7 Agustus, tingkat elektabilitas Yanuarius Resubun tertinggi mencapai 22,17 persen. Disusul Sekda Malra sekarang, Petrus Beruatwarin 14,01 persen, kemudian ada Esebius Utha Safsafubun 9,78 persen, Angelus Renyaan 9,02 persen dan Thaher Hanubun 8,2 persen. Namun ada yang menarik, responden yang tidak menjawab atau masih rahasia mencapai 19,24 persen,” papar Palijama.

Tapi menurut Palijama, dikenal bukan berarti disukai. Untuk aspek dikenal dan disukai, Resubun capai 69,21 persen-81,52 persen, Beruatwarin 81,17 persen-83,95 persen, Safsafubun 80,02 persen-78,13 persen, Cosmas Refra 80,17 persen-85,31 persen, Hanubun 83,90 persen-82,09 persen dan Thedeus Welerubun 80,92 persen-67,49 persen. “Prinsipnya, dikenal belum tentu disukai, itu yang sehingga mengapa beda. Survey objektif, tak ada tendensi ke kandidat siapapun,” katanya.

Selanjutnya MRSBN memprediksi, tiga pasangan Balon Bupati-Wakil Bupati Malra akan adu nyali di Pilkada daerah ini tahun 2018 mendatang. Pasalnya, selain ruang demografi politik menjadi perhatian yang serius terhadap pemilihan pasangan, pengaruh kultur juga kuat berkontribusi. “Akan tetapi, untuk survey secara berpasangan, baru dilakukan kedepannya,” kata Palijama.

Untuk peluang Head to Head sangat kecil Pilkada Malra. Tapi lebih berpotensi terjadi tiga pasangan calon (Paslon). Faktor kultur yang kuat, bisa mempengaruhi tingkat elektabilitas.
MRSBN, sebut Steve Palijama menggunakan metode Multi Stage Random Sampling dengan wawancara tatap muka  terhadap 400 orang responden dari 6 kecamatan. Margin of error kurang lebih 4,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (KTA)

BERITA LAINNYA

Tukang Ojek ‘Tukang Perkosa’ Akhirnya Dibui

Jumat, 20 Oktober 2017, 01:00 WIB

Polisi Diminta Ungkap Pelaku Pemerkosaan

Kamis, 19 Oktober 2017, 23:44 WIB

Pawai Promosi Festival Meti Kei Ricuh

Kamis, 19 Oktober 2017, 23:34 WIB

Bentrok di Unpatti Dua Mahasiswa Terluka

Kamis, 19 Oktober 2017, 23:30 WIB