Menu
Kamis, 23 November 2017
IST

KABARTIMUR.co.id,LANGGUR- Acara Puncak Festival Meti Kei (FPMK) jilid II di Pantai Ngurbloat, Desa Ngilngof, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (22/10) sore, berjalan sukses.

Tak hanya sukses penyelenggaraan, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) juga berhasil meraih piagam penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Masing-masing kategori sajian makanan olahan terbanyak dengan bahan baku embal atau singkong beracun dan pagelaran kombinasi tari tradisional khas Kepulauan Kei.

Sekretaris Menteri Parawisata RI Ukus Kaswara, Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, Bupati Malra Anderias Rentanubun,  Wakil Walikota Tual Hamid Rahayaan, jajaran SKPD, Forkopimda menghadiri acara tersebut.

Hujan lebat yang mengguyur puncak acara FPMK tidak menyurutkan antusiasme masyarakat menyaksikan rangkaian kegiatan dimaksud. Ribuan masyarakat dan peserta puncak acara FPMK rela basah kuyup.

Lantunan lagu arwan sir sir oleh paduan suara Pesparawi Kabupaten Malra membuka rangkaian kegiatan puncak acara FPMK. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan MURI oleh Manager MURI Andre Prawandono kepada Bupati Malra Anderias Rentanubun.

Usai penyerahan penghargaan, ribuan pasang mata disuguhkan dengan sajian 5 tarian tradisional khas kepulauan Kei oleh 3000 penari di sepanjang pesisir pantai Ngilngof.
Acara ditutup dengan tarian bambu gila oleh sanggar Upulatu, Kabupaten Maluku Tengah.

Manager MURI Andre Prawandono mengatakan, rekor yang diterima Pemkab Malra untuk dua kategori tersebut adalah pemecahan rekor FPMK pada 2016 lalu.

“Rekor kali ini memecahkan rekor sebelumnya pada tahun 2016. Kalau untuk tarian tahun 2016 hanya melibatkan 2000 penari, tahun ini melibatkan 3000 penari dengan mengkolaborasikan 5 tarian secara bersamaan. Sedangan untuk kategori sajian makanan olahan terbanyak dengan bahan baku embal tahun lalu cuma 200 jenis olahan kali ini 425 olahan,”sebutnya kepada Kabar Timru, usai kegiatan tersebut, kemarin.

Ia berharap dengan diraihnya rekor Muri, dapat menyedot wisatawan asing berkunjung dan menikmati parawisata serta keragaman budaya di kepulauan Kei.
Sekretaris Kementerian Parawisata RI Ukus Kuswara dibuat kagum dengan potensi parawisata yang dimiliki Malra. Dia berharap event seperti ini dapat terus dipromosikan untuk dikenal luas.

Kementerian Parawisata kata dia, akan mengekspose keindahan alam dan budaya di Kepulauan Kei. Menurutnya, ke depan Kabupaten Malra dan Kota Tual dapat dikembangkan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata. “Perferensi pariwisata terhadap pengembangan pariwisata saat ini kita mengarah kepada tingkat promosinya, tetapi ke depan dari destinasi wisata kita akan lihat apakah bisa Malra dan Tual dikembangakan menjadi kawasan ekonomi khusus bidang pariwisata atau tidak,” tandasnya.

Dia berharap ke depan pemerintah harus mewujudkan bahwa kepulauan Kei adalah terdepan di bidang pariwisata serta masyarakatnya bisa menerima manfaat dari sektor pariwisata.
Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada Bupati Malra Anderias Rentanubun dan jajarannya yang telah mengagas FPMK.

Dia memuji FPMK merupakan salah satu bentuk promosi parawisata, agar diketahui dunia bahwa terdapat surga tersembunyi di Maluku. “Dengan potensi parawisata yang kita miliki ini, kita tunjukan kepada pemerintah pusat kalau di sini terdapat surga tersembunyi yang juga butuh perhatian. Maluku tidak boleh ditinggalkan, parawisatanya harus diperhatikan, karena Maluku merupakan bagian integral dari Indonesia. Dengan begitu kita dapat tunjukan kepada dunia kalau pesona wisata di Indonesia tidak kalah dengan wisata di luar,” pungkasnya.

FPMK jilid II digelar 14-22 Oktober 2017. Pembukaan FPMK diawali karnaval budaya. Rangkaian kegiatan diantaranya lomba pangan tradisional, lomba belang, lomba tangkap ikan tradisional, festival hiburan rakyat, lari marathon.

Rencana awal Presiden RI Joko Widodo akan menghadiri acara puncak FPMK jilil II. Namun padatnya agenda, mantan Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu batal datang ke Kabupaten Malra.  (KTL)

BERITA LAINNYA

Kecermatan dalam Memilih Kata

Rabu, 22 November 2017, 01:24 WIB

3 Negara Lirik Pelabuhan Kontainer Tulehu-Waai

Rabu, 22 November 2017, 01:20 WIB

Bau Korupsi “Sampah” Terkuak di Pemkot Ambon

Rabu, 22 November 2017, 01:16 WIB

Ambon Disiapkan Jadi Sentra Ikan Hias Laut

Rabu, 22 November 2017, 01:12 WIB

Cemburu, Tukang Ojek Bakar Salon Waria

Rabu, 22 November 2017, 01:11 WIB

Jantje Ciptabudi Caretaker FISIP Unpatti

Rabu, 22 November 2017, 01:07 WIB