Menu
Sabtu, 18 November 2017

KABARTIMUR.co.id, LANGGUR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara (Malra) peringati hari Sumpah Pemuda ke 89. Kegiatan itu  dipusatkan di pelataran RSUD Karel Sadsuitubun Langgur,Sabtu (28/10). Bertindak selaku inspektur upacara Asisten I Setda Kabupaten Malra, Addul Hamid Ingratubun.

Wakil Ketua Bidang Antar Lembaga KNPI Kabupaten Malra Rustam Fakaubun dipercayakan menjadi komandan upacara. Peringatan Hari Sumpah Pemuda Kali ini mengusung tema “Pemuda Indonesia Berani Bersatu”.Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam pidatonya yang dibacakan Asisten I mengatakan delapan puluh sembilan tahun yang   lalu, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928, sebanyak 71 pemuda    dari seluruh penjuru tanah  air, berkumpul di sebuah gedung   di Jalan Kramat Raya, daerah Kwitang Jakarta.

Mereka mengikrarkan diri sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia. “Sungguh, sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan sejarah Indonesia. lkrar  ini  nantinya, 17 tahun kemudian melahirkan     proklamasi kemerdekaan      Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus  1945,”terangnya.

Ia mengungkapkan Sumpah   Pemuda dibacakan di arena    Kongres Pemuda ke-2,dihadiri oleh pemuda lintas suku, agama dan daerah.  “Jika kita membaca   dokumen sejarah Kongres Pemuda ke-2, kita akan menemukan daftar panitia dan peserta kongres yang berasal dari pulau-pulau terjauh Indonesia, secara imaginatif sulit rasanya membayangkan mereka dapat bertemu dengan mudah. Dari belahan barat Indonesia, terdapat nama Mohammad Yamin. Seorang    pemuda kelahiran Sawah Lunto Sumatera Barat yang mewakili organisasi pemuda Sumatera, Jong  Sumatranen Bond. Dari belahan Timur Indonesia, kita menemukan pemuda bernama Johannes Leimena, kelahiran Kota Ambon Maluku, mewakili organisasi pemuda Jong   Ambon. Ada juga Katjasungkana dari Madura, ada juga Cornelis Lefrand Senduk, mewakili organisasi pemuda Sulawesi, Jong Celebes,”tuturnya.

Menurutnya sudah seharusnya meneladani langkah-langkah       dan keberanian pemuda hingga mampu menorehkan  sejarah emas untuk bangsanya.  “Bandingkan dengan era sekarang. Hari ini,sarana transportasi umum sangat mudah. Untuk menjangkau  ujung timur dan barat Indonesia hanya dibutuhkan  waktu beberapa jam saja. Untuk dapat berkomunikasi  dengan pemuda di pelosok-pelosok negeri ini,cukup dengan menggunakan alat komunikasi, tidak perlu menunggu datangnya tukang pos hingga berbulan-bulan lamanya.  Interaksi sosial dapat dilakukan 24 jam, kapanpun dan di manapun,”tukasnya.

Namun,  anehnya dengan berbagai macam kemudahan yang  dimiliki justru lebih sering berselisih paham, mudah sekali menvonis orang, mudah sekali berpecah  belah, saling mengutuk satu dengan yang lain, menebar   fitnah dan kebencian.  “Seolah-olah kita ini dipisahkan oleh jarak yang tak   terjangkau atau berada di ruang isolasi yang tidak terjamah, atau terhalang oleh tembok raksasa yang tinggi dan tebal hingga tidak dapat ditembus oleh  siapapun. Padahal dengan kemudahan teknologi dan   sarana transportasi yang kita miliki hari ini,  seharusnya lebih mudah buat kita untuk berkumpul, bersilaturahim dan berinteraksi sosial. Sebetulnya  tidak ada ruang untuk salah paham apalagi membenci, karena semua hal dapat kita konfirmasi dan kita  klarifikasi hanya dalam hitungan detik,”ingatnya.

Ditegaskan api sumpah pemuda harus diambil dan terus  menyala. Pemuda sekarang ini, harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah   persatuan dan kesatuan bangsa. “Kita juga harus berani melawan ego kesukuan, keagamaaan dan kedaerahan kita. Ego ini yang kadangkala mengemuka dan menggerus   persaudaraan kita sesama anak bangsa. Kita harus  berani mengatakan Persatuan Indonesia adalah segala-galanya, jauh di atas persatuan keagamaan,     kesukuan, kedaerahan, apalagi golongan,”ajak Narahwi.

Menpora menghimbau hentikan segala bentuk perdebatan yang mengarah pada perpecahan bangsa. “Kita seharusnya malu dengan para pemuda 1928 dan juga   kepada Bung Karno, karena masih harus berkutat di soal-soal ini. Sudah saatnya kita melangkah ke tujuan lain yang lebih besar yaitu mewujudkan  kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh    rakyat Indonesia,”pungkasnya. (KTL)

BERITA LAINNYA

Mantan Kadis Infokom Disidang Berbelit-Belit

Rabu, 15 November 2017, 09:35 WIB

SU Pemain Proyek, Sebelum Tersandung Korupsi

Rabu, 15 November 2017, 00:47 WIB

PDIP Usung Pasangan "Kombinasi"

Rabu, 15 November 2017, 00:44 WIB

Informasi Tsunami, Warga MBD Mengungsi

Rabu, 15 November 2017, 00:42 WIB

Koruptor Kas Daerah SBB Dituntut Dua Tahun Bui

Rabu, 15 November 2017, 00:39 WIB

Haji Hayun TKBM Yos Sudarso Terancam Dilengserkan

Rabu, 15 November 2017, 00:38 WIB