Menu
Rabu, 25 April 2018
Ilustrasi

KABARTIMUR.co.id,TUAL - Kinerja Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) KOta Tual dipertanyakan sehubungan sejumlah temuan menyangkut calon pemilih. Sebelumnya, KPU Kota Tual mengklaim banyak kesalahan terjadi terkait data pemilih, namun paslon Yunus Serang-Fransina Balubun dengan akronim SERASI, menemukan belasan ribu penduduk tidak memiliki KTP.

“Ada kurang lebih 13 ribu penduduk Tual belum memiliki KTP. Kalau alasannya belum ada blanko, maka kapan ada blanko. Masa negara tidak bisa siapkan itu?,” celetuk Tim Pemenangan SERASI Zain Rumless dihubungi Kabar Timur, Selasa (10/4).

Menurut Rumless, banyaknya penduduk belum ber-KTP berpotensi terjadinya kecurangan di Pilkada Kota Tual. Untuk itu perlu didorong, agar Disdukcapil bergerak cepat, sebelum DPS diproses menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Berpotensi ketika itu ditambahkan pada DPS,” kata Rumless.

Dan yang paling miris, kata dia, yakni pemilih pemula yang masih bersekolah di tingkat SMA/SMK sederajat banyak belum memilik KTP. Karena itu pihaknya mendorong para pemilih pemula ini mengantongi KTP. “Karena untuk pemilih pemula, kita dapat dari situ,” imbuh Rumless.

Dia menduga ada sesuatu yang “kurang beres” di Disdukcapil Kota Tual. Selain banyaknya penduduk belum memiliki kartu identitas tersebut, dia mempertanyakan soal sebaran pemilik KTP. Dia mensinyalir sebaran pemilik KTP hanya difokuskan pada basis pemilih dari paslon tertentu. Sementara basis pemilih paslon lain diabaikan atau dinomorduakan.

Kota Tual terdiri dari 5 Kecamatan, 27 desa, 5 dusun dan 3 kelurahan. Karena itu dibutuhkan informasi sebaran pemilik KTP, agar masing-masing paslon memilik peta pemilih yang jelas guna dikelola dengan baik untuk kepentingan pemenangan masing-masing paslon. 

“Kalo angka-angka terkait KTP itu kita tahu, tapi sebarannya dimana saja, itu yang kita tidak tau,” katanya. Terpisah Kepala Disdukcapil Kota Tual Bakri Kabalmay dimintai belum berhasil dimintai konfirmasi. Namun salah satu staf bagian data menolak kesalahan dialamatkan ke instansinya.

Soal sinyalemen 13 ribu penduduk belum memiliki KTP, dia membantah data tersebut. Tapi berapa data yang betul, dia menolak, alasannya bukan tupoksinya mengeluarkan data dimaksud. “Tapi kalau 13 ribu? kayaknya seng sampe deh,” kata staf tersebut.

Juga tudingan Disdukcapil kekurangan blanko ditepis. Malah diakui, Disdukcapil Kota Tual saat ini memiliki stok blanko KTP mencapai sekitar 12 ribu lembar.

“Kalau ada yang bilang kita tidak punya blanko, itu tidak benar. Kita tidak pernah kasih alasan seperti itu,” tandasnya.

Dijelaskan, masyarakat relatif sulit diajak ke kantor Disdukcapil. Nanti, kalau ada kebutuhan mendadak, ujar dia, barulah mereka berbondong-bondong datang.

Celakanya, di saat mereka datang berbondong-bondong itu sistem jaringan sedang mengalami gangguan, pihaknya tak bisa berbuat apa-apa. “Padahal imbauan agar masyarakat datang buat KTP sudah kita lakukan sejak tahun 2012. Kita turun ke desa-desa, dusun dan kelurahan, tapi sama saja,” ujarnya.

Sebelumnya diinformasikan dari hasil rekapitulasi daftar temuan masalah salah satu tim pemenang paslon Walikota-Wakil Walikota Tual terdapat pemilih tanpa nama 4 orang. Lalu pemilih dengan nama ganda 2262 orang, kemudian pemilih tanpa NIK 725 orang. Sedang pemilih tanpa tanggal lahir 181 orang, pemilih dengan tanggal lahir yang tidak jelas 481 orang. Sementara pemilih di bawah umur 17 tahun 67 orang, dan pemilih salah NIK 7184 orang. (KTA)

BERITA LAINNYA

Bendera RMS Ditemukan di Pantai Hulaliu

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Tim Reskrimsus Geledah Kantor Bupati Buru

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Hari Ini KPU Tetapkan DPT Pilgub

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Divonis 5 Tahun, Narapidana Dirawat di RSJ

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Bos “Remaja Indah” Dihukum Bayar Pesangon

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB

Ini Tiga Kabupaten Penunggak Raskin Terbesar

Rabu, 25 April 2018, 00:49 WIB